Kalah Berdebat dengan Sepupu Nabi SAW, 20.000 Orang Khawarij Tobat
Sabtu, 07 Agustus 2021 - 17:19 WIB
loading...
Ilustrasi/Ist
A
A
A
Abdullah bin Abbas bin Abdul Mutthalib bin Hasyim adalah sepupu Rasulullah SAW . Ia menguasai dan mendalami berbagai cabang ilmu. Telah lama ia ditakuti oleh Kaum Khawarij karena logikanya yang tepat dan tajam.
Baca juga: Dialah Sepupu Nabi SAW yang Banyak Menguasai Berbagai Ilmu
Pada suatu hari ia diutus oleh Khalifah Ali bin Abu Thalib kepada sekelompok besar kaum Khawarij. Maka terjadilah di antaranya dengan mereka percakapan yang amat mempesona. Ibnu Abbas mengarahkan pembicaraan serta menyodorkan alasan dengan cara yang menakjubkan. Dari percakapan yang panjang itu, kita cukup mengutip cuplikan di bawah ini:
"Hal-hal apakah yang menyebabkan tuan-tuan menaruh dendam terhadap Ali?" tanya Ibnu Abbas.
"Ada tiga hal yang menyebabkan kebencian kami padanya," jawab mereka.
"Pertama dalam Agama Allah ia bertahkim kepada manusia, padahal Allah berfirman: "Tak ada hukum kecuali bagi Allah.
Kedua, ia berperang, tetapi tidak menawan pihak musuh dan tidak pula mengambil harta rampasan. Seandainya pihak lawan itu orang-orang kafir, berarti harta mereka itu halal. Sebaliknya bila mereka orang-orang beriman maka haramlah darahnya.
Dan ketiga, waktu bertahkim, ia rela menanggalkan sifat Amirul Mu'minin dari dirinya demi mengabulkan tuntutan lawannya. Maka jika ia sudah tidak jadi amir atau kepala bagi orang- orang mukmin lagi, berarti ia menjadi kepala bagi orang-orang kafir.!"
Baca juga: Saat Paceklik dan Kekeringan, Umar bin Khattab Bertawasul kepada Paman Nabi SAW
Lamunan-lamunan mereka itu dipatahkan oleh Ibnu Abbas. "Mengenai perkataan tuan-tuan bahwa ia bertahkim kepada manusia dalam Agama Allah, maka apa salahnya," ujar Ibnu Abbas.
Bukankah Allah telah berfirman:
"Hai orang-orang beriman! Janganlah kalian membunuh binatang buruan, sewaktu kalian dalam ihram! Barang siapa di antara kalian yang membunuhnya dengan sengaja, maka hendaklah ia membayar denda berupa binatang ternak yang sebanding dengan hewan yang dibunuhnya itu, yang untuk menetapkannya diputuskan oleh dua orang yang adil di antara kalian sebagai hakimnya..." ( QS al-Maidah : 95 )
Nah, atas nama Allah cobalah jawab: "Manakah yang lebih penting, bertahkim kepada manusia demi menjaga darah kaum Muslimin, ataukah bertahkim kepada mereka mengenai seekor kelinci yang harganya seperempat dirham ... ?"
Baca juga: Dialah Sepupu Nabi SAW yang Banyak Menguasai Berbagai Ilmu
Pada suatu hari ia diutus oleh Khalifah Ali bin Abu Thalib kepada sekelompok besar kaum Khawarij. Maka terjadilah di antaranya dengan mereka percakapan yang amat mempesona. Ibnu Abbas mengarahkan pembicaraan serta menyodorkan alasan dengan cara yang menakjubkan. Dari percakapan yang panjang itu, kita cukup mengutip cuplikan di bawah ini:
"Hal-hal apakah yang menyebabkan tuan-tuan menaruh dendam terhadap Ali?" tanya Ibnu Abbas.
"Ada tiga hal yang menyebabkan kebencian kami padanya," jawab mereka.
"Pertama dalam Agama Allah ia bertahkim kepada manusia, padahal Allah berfirman: "Tak ada hukum kecuali bagi Allah.
Kedua, ia berperang, tetapi tidak menawan pihak musuh dan tidak pula mengambil harta rampasan. Seandainya pihak lawan itu orang-orang kafir, berarti harta mereka itu halal. Sebaliknya bila mereka orang-orang beriman maka haramlah darahnya.
Dan ketiga, waktu bertahkim, ia rela menanggalkan sifat Amirul Mu'minin dari dirinya demi mengabulkan tuntutan lawannya. Maka jika ia sudah tidak jadi amir atau kepala bagi orang- orang mukmin lagi, berarti ia menjadi kepala bagi orang-orang kafir.!"
Baca juga: Saat Paceklik dan Kekeringan, Umar bin Khattab Bertawasul kepada Paman Nabi SAW
Lamunan-lamunan mereka itu dipatahkan oleh Ibnu Abbas. "Mengenai perkataan tuan-tuan bahwa ia bertahkim kepada manusia dalam Agama Allah, maka apa salahnya," ujar Ibnu Abbas.
Bukankah Allah telah berfirman:
"Hai orang-orang beriman! Janganlah kalian membunuh binatang buruan, sewaktu kalian dalam ihram! Barang siapa di antara kalian yang membunuhnya dengan sengaja, maka hendaklah ia membayar denda berupa binatang ternak yang sebanding dengan hewan yang dibunuhnya itu, yang untuk menetapkannya diputuskan oleh dua orang yang adil di antara kalian sebagai hakimnya..." ( QS al-Maidah : 95 )
Nah, atas nama Allah cobalah jawab: "Manakah yang lebih penting, bertahkim kepada manusia demi menjaga darah kaum Muslimin, ataukah bertahkim kepada mereka mengenai seekor kelinci yang harganya seperempat dirham ... ?"
Lihat Juga :