Surat Al Qamar: Mukjizat Nabi Muhammad Membelah Bulan
Minggu, 08 Agustus 2021 - 22:08 WIB
loading...
A
A
A
Allah Ta'ala memberitahukan bahwa Kiamat telah dekat dan hampir tiba, namun mereka yang mendustakan itu tetap saja mendustakannya tidak mempersiapkan diri untuk menghadapi kedatangannya. Allah memperlihatkan kepada mereka ayat (mukjizat) yang biasanya diimani oleh manusia.
Di antara ayat (mukjizat) yang besar yang menunjukkan kebenaran apa yang dibawa Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam adalah ketika orang-orang yang mendustakan Beliau meminta diperlihatkan sesuatu yang menyelisihi kebiasaan yang menunjukkan kebenaran apa yang Beliau bawa.
Maka Beliau menunjuk ke bulan dengan izin Allah Ta’ala, maka terbelahlah bulan menjadi dua bagian; bagian yang satu berada di gunung Abu Qubais, sedangkan bagian yang satu lagi berada di gunung Qu'aiqi’aan. Orang-orang musyrik dan selain mereka ketika itu menyaksikan mukjizat yang besar ini, mereka tercengang terhadapnya, namun iman tetap tidak masuk ke dalam hati mereka.
Mereka malah berkata, "Muhammad telah menyihir kita. Untuk mengetahuinya adalah kamu bertanya kepada orang yang datang kepada kamu, dia (Muhammad) tidak mampu menyihir orang yang tidak menyaksikannya seperti kamu."
Maka mereka bertanya kepada setiap orang yang datang, lalu orang yang dayang itu memberitahukan bahwa hal itu memang terjadi. Namun mereka tetap saja berkata, "(Ini adalah) sihir yang terus menerus."
Berikut lanjutan Surat Al-Qamar Ayat 2-8:
وَإِنْ يَرَوْا آيَةً يُعْرِضُوا وَيَقُولُوا سِحْرٌ مُسْتَمِرٌّ (٢) وَكَذَّبُوا وَاتَّبَعُوا أَهْوَاءَهُمْ وَكُلُّ أَمْرٍ مُسْتَقِرٌّ (٣) وَلَقَدْ جَاءَهُمْ مِنَ الأنْبَاءِ مَا فِيهِ مُزْدَجَرٌ (٤) حِكْمَةٌ بَالِغَةٌ فَمَا تُغْنِ النُّذُرُ (٥) فَتَوَلَّ عَنْهُمْ يَوْمَ يَدْعُو الدَّاعِ إِلَى شَيْءٍ نُكُرٍ (٦) خُشَّعًا أَبْصَارُهُمْ يَخْرُجُونَ مِنَ الأجْدَاثِ كَأَنَّهُمْ جَرَادٌ مُنْتَشِرٌ (٧) مُهْطِعِينَ إِلَى الدَّاعِ يَقُولُ الْكَافِرُونَ هَذَا يَوْمٌ عَسِرٌ (٨)
Artinya:
2. Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat suatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata, "(Ini adalah) sihir yang terus menerus.
3. Dan mereka mendutakan (Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam) dan mengikuti keinginannya, padahal setiap urusan telah ada ketetapannya.
4. Dan sungguh, telah datang kepada mereka beberapa kisah yang di dalamnya terdapat ancaman (terhadap kekafiran),
5. (itulah) suatu hikmah yang sempurna, tetapi peringatan-peringatan itu tidak berguna (bagi mereka),
6. Maka berpalinglah engkau (Muhammad) dari mereka. (Ingatlah) hari (ketika) seorang penyeru (malaikat) mengajak (mereka) kepada sesuatu yang tidak menyenangkan (hari pembalasan).
7. Pandangan mereka tertunduk, ketika mereka keluar dari kuburan, seakan-akan mereka belalang yang beterbangan,
8. Dengan patuh mereka segera datang kepada penyeru itu. Orang-orang kafir berkata, "Ini adalah hari yang sulit".
Baca Juga: Kisah Nabi Muhammad Membelah Bulan, Raja Habib Bersyahadat, Abu Jahal Jengkel
Di antara ayat (mukjizat) yang besar yang menunjukkan kebenaran apa yang dibawa Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam adalah ketika orang-orang yang mendustakan Beliau meminta diperlihatkan sesuatu yang menyelisihi kebiasaan yang menunjukkan kebenaran apa yang Beliau bawa.
Maka Beliau menunjuk ke bulan dengan izin Allah Ta’ala, maka terbelahlah bulan menjadi dua bagian; bagian yang satu berada di gunung Abu Qubais, sedangkan bagian yang satu lagi berada di gunung Qu'aiqi’aan. Orang-orang musyrik dan selain mereka ketika itu menyaksikan mukjizat yang besar ini, mereka tercengang terhadapnya, namun iman tetap tidak masuk ke dalam hati mereka.
Mereka malah berkata, "Muhammad telah menyihir kita. Untuk mengetahuinya adalah kamu bertanya kepada orang yang datang kepada kamu, dia (Muhammad) tidak mampu menyihir orang yang tidak menyaksikannya seperti kamu."
Maka mereka bertanya kepada setiap orang yang datang, lalu orang yang dayang itu memberitahukan bahwa hal itu memang terjadi. Namun mereka tetap saja berkata, "(Ini adalah) sihir yang terus menerus."
Berikut lanjutan Surat Al-Qamar Ayat 2-8:
وَإِنْ يَرَوْا آيَةً يُعْرِضُوا وَيَقُولُوا سِحْرٌ مُسْتَمِرٌّ (٢) وَكَذَّبُوا وَاتَّبَعُوا أَهْوَاءَهُمْ وَكُلُّ أَمْرٍ مُسْتَقِرٌّ (٣) وَلَقَدْ جَاءَهُمْ مِنَ الأنْبَاءِ مَا فِيهِ مُزْدَجَرٌ (٤) حِكْمَةٌ بَالِغَةٌ فَمَا تُغْنِ النُّذُرُ (٥) فَتَوَلَّ عَنْهُمْ يَوْمَ يَدْعُو الدَّاعِ إِلَى شَيْءٍ نُكُرٍ (٦) خُشَّعًا أَبْصَارُهُمْ يَخْرُجُونَ مِنَ الأجْدَاثِ كَأَنَّهُمْ جَرَادٌ مُنْتَشِرٌ (٧) مُهْطِعِينَ إِلَى الدَّاعِ يَقُولُ الْكَافِرُونَ هَذَا يَوْمٌ عَسِرٌ (٨)
Artinya:
2. Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat suatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata, "(Ini adalah) sihir yang terus menerus.
3. Dan mereka mendutakan (Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam) dan mengikuti keinginannya, padahal setiap urusan telah ada ketetapannya.
4. Dan sungguh, telah datang kepada mereka beberapa kisah yang di dalamnya terdapat ancaman (terhadap kekafiran),
5. (itulah) suatu hikmah yang sempurna, tetapi peringatan-peringatan itu tidak berguna (bagi mereka),
6. Maka berpalinglah engkau (Muhammad) dari mereka. (Ingatlah) hari (ketika) seorang penyeru (malaikat) mengajak (mereka) kepada sesuatu yang tidak menyenangkan (hari pembalasan).
7. Pandangan mereka tertunduk, ketika mereka keluar dari kuburan, seakan-akan mereka belalang yang beterbangan,
8. Dengan patuh mereka segera datang kepada penyeru itu. Orang-orang kafir berkata, "Ini adalah hari yang sulit".
Baca Juga: Kisah Nabi Muhammad Membelah Bulan, Raja Habib Bersyahadat, Abu Jahal Jengkel
(rhs)
Lihat Juga :