Kisah Penyerangan Ka'bah: Abrahah Binasa oleh Virus Mematikan

Minggu, 31 Mei 2020 - 05:00 WIB
loading...
A A A
Ka'bah: Kisah Nazar Abdul Muthalib Menyembelih Anaknya

Begitu Abd'l-Muttalib mendengar, bahwa mereka tidak bermaksud berperang, ia pergi ke markas pasukan Abrahah bersama Hunata, bersama anak-anaknya dan beberapa pemuka Makkah lainnya.

Kedatangan delegasi Abd'l-Muttalib ini disambut baik oleh Abrahah, dengan menjanjikan akan mengembalikan unta Abd'l-Muttalib. Akan tetapi ia menolak pembicaraan terkait Ka'bah.

Abd'l-Muttalib dan rombongan kembali ke Makkah. Ia mengajak warga Makkah meninggalkan tempat itu dan pergi ke lereng-lereng bukit, menghindari Abrahah dan pasukannya yang akan memasuki kota suci dan menghancurkan Ka'bah.

Baca juga: Respon Para Raja Terhadap Ajakan Rasulullah Memeluk Islam

Malam gelap gelita tatkala mereka memikirkan akan meninggalkan kota itu dan di mana pula akan tinggal. Malam itulah Abd'l-Muttalib pergi dengan beberapa orang Quraisy, berkumpul sekeliling pintu Ka'bah. Dia bermohon, kepada tuhan terhadap agresor yang akan menghancurkan Baitullah itu.

Wabah
Haekal memaparkan ketika mereka sudah pergi dan seluruh Makkah sunyi dan tiba waktunya bagi Abrahah mengerahkan pasukannya menghancurkan Ka'bah dan sesudah itu akan kembali ke Yaman, ketika itu pula wabah cacar datang berkecamuk menimpa pasukan Abrahah dan membinasakan mereka. Serangan ini hebat sekali, belum pernah dialami sebelumnya.

Seluruh tentara dan gajah yang ditumpangi mereka hancur melalui serangan burung atau serangga Ababil, sebagaimana dilukiskan di dalam Al-Quran:

اَلَمۡ تَرَ كَيۡفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِاَصۡحٰبِ الۡفِيۡلِؕ
اَلَمۡ يَجۡعَلۡ كَيۡدَهُمۡ فِىۡ تَضۡلِيۡلٍۙ
وَّاَرۡسَلَ عَلَيۡهِمۡ طَيۡرًا اَبَابِيۡلَۙ
تَرۡمِيۡهِمۡ بِحِجَارَةٍ مِّنۡ سِجِّيۡلٍ
فَجَعَلَهُمۡ كَعَصۡفٍ مَّاۡكُوۡلٍ

Artinya: Tidakkah engkau (Muhammad) perhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap pasukan bergajah Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka itu sia-sia? dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong, yang melempari mereka dengan batu dari tanah liat yang dibakar, sehingga mereka dijadikan-Nya seperti daun-daun yang dimakan (ulat). (QS Al-Fil 1-5)

Baca juga: Ka'bah: Kisah Paganisme Pasca-Nabi Ismail dan Pra-Islam

Haekal menduga barangkali kuman-kuman wabah itu yang datang dibawa angin dari jurusan laut, dan menular menimpa Abrahah sendiri. Ia merasa ketakutan sekali.

Pasukannya diperintahkan pulang ke Yaman, dan mereka yang tadinya menjadi penunjuk jalan sudah lari, dan ada pula yang mati.

Bencana wabah ini makin hari makin mengganas dan anggota pasukan yang mati sudah tak terbilang lagi banyaknya.

Sampai juga Abrahah ke Shan'a' tapi badannya sudah dihinggapi penyakit. Tidak berselang lama kemudian diapun mati seperti anggota pasukannya yang lain. Dan dengan demikian orang Makkah mencatatnya sebagai Tahun Gajah.

Seperti juga Haekal, menurut seorang ahli medicohistorico, Dr Kurtz Sprenger, musnahnya pasukan Abrahah tersebut karena epidemi cacar yang sangat dahsyat. Alasannya, epidemi sejenis itu mula-mula menjangkit di Jazirah Arab, bersamaan dengan peristiwa hancurnya pasukan Abrahah, yaitu sekitar tahun 558 M.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Rashdul Qiblat, Cara...
Rashdul Qiblat, Cara Paling Akurat Meluruskan Arah Kiblat yang Memadukan Sains dan Syariat
Matahari Tepat di Atas...
Matahari Tepat di Atas Kakbah pada 15—16 Juli, Menag Ajak Pastikan Ketepatan Arah Kiblat
Penasaran dengan Isi...
Penasaran dengan Isi Kakbah yang dijadikan Kiblat Salat? Simak Penjelasannya di Sini!
Mengapa Salat Harus...
Mengapa Salat Harus Menghadap Kiblat? Ini 7 Hikmah dan Makna Mendalamnya
Di Tengah Salat, Arah...
Di Tengah Salat, Arah Kiblat Berubah! Begini Sejarah Kakbah Menjadi Kiblat Umat Islam
Mengapa Kakbah Menjadi...
Mengapa Kakbah Menjadi Kiblat Umat Islam? Ini Makna Filosofisnya
Rekomendasi
Arkeolog Temukan Tiga...
Arkeolog Temukan Tiga Kerangka Mammoth di Gudang Anggur
Temuan Fosil Kaki di...
Temuan Fosil Kaki di Afrika Menulis Ulang Kisah Asal-usul Dinosaurus
Symphony of Stones:...
Symphony of Stones: Tembok Vertikal Armenia yang Dibangun untuk Mengurung Ya'juj dan Ma'juj?
Artikel Terkini
Kisah Menakjubkan dalam...
Kisah Menakjubkan dalam Al-Qur'an: Orang-Orang yang Diselamatkan Allah dari Berbagai Musibah
Tak Hanya untuk Rebo...
Tak Hanya untuk Rebo Wekasan, 12 Doa Tolak Bala Bisa Diamalkan Kapan Saja
Apa Itu Ayat Salamun...
Apa Itu Ayat Salamun Rebo Wekasan?
Asal Usul Rebo Wekasan,...
Asal Usul Rebo Wekasan, Hukum Salat Sunnah dan Sedekah Tolak Bala Menurut Islam
Populer di Bulan Safar...
Populer di Bulan Safar : Mengapa Ada Tradisi Rebo Wekasan di Indonesia?
Teladan Rasulullah SAW...
Teladan Rasulullah SAW kepada Tetangga: Akhlak Mulia yang Tetap Relevan hingga Kini
Infografis
Ilmuwan: Virus Langya...
Ilmuwan: Virus Langya yang Melanda Berbeda dari Virus Covid-19
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved