Kisah Nabi Muhammad (1): Semua Mengagumi Beliau Termasuk Abu Jahal
Sabtu, 04 September 2021 - 21:01 WIB
loading...
A
A
A
Suatu ketika kaum kafir mempermainkan beliau dengan saling melirik di antara mereka. Mereka melakukan itu hingga tiga kali. Pada kali ketiga ini, barulah beliau shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Wahai kaum Quraisy! sungguh aku datang membawakan sembelihan untuk kalian". Ucapan beliau ini berhasil mengalihkan konsentrasi mereka. Bahkan orang yang paling kasar di antara mereka, memberikan ucapan selamat kepada beliau dengan sebaik-baik ucapan yang pernah beliau dapatkan.
Ketika mereka melempar kotoran unta ke arah kepala beliau saat sedang sujud, beliau mendoakan kebinasaan atas mereka. Tawa yang tadinya menyeringai di bibir mereka berubah menjadi kegundahan dan kecemasan karena mereka yakin akan binasa.
Rasulullah SAW mendoakan kebinasaan atas 'Utbah bin Abi Lahab. Orang ini masih yakin akan terjadinya apa yang didoakan oleh beliau shallallahu 'alaihi wasallam terhadapnya. Maka, ketika dia melihat segerombolan singa, serta merta dia bergumam: "Demi Allah! dia (Muhammad) telah membunuhku padahal dia berada di Mekkah". Ubay bin Khalaf pernah mengancam akan membunuh beliau, namun beliau menantangnya: "Akulah yang akan membunuhmu, insya Allah".
Maka, pada perang Uhud, tatkala beliau berhasil mencederai Ubay di bagian lehernya, yakni goresan yang tidak terlalu melebar, Ubay berkomentar: "Sesungguhnya apa yang diucapkannya di Mekkah di hadapanku dulu: 'akulah yang akan membunuhmu’ telah terjadi. Demi Allah! andai dia meludah saja ke arahku niscaya itu akan dapat membunuhku".
Sa'd bin Mu'adz –saat berada di Mekkah- pernah berkata kepada Umayyah bin Khalaf: "Sungguh, aku telah mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "sesungguhnya mereka –kaum Muslimin- telah memerangimu". Mendengar ini, dia tampak sangat takut sekali dan berjanji untuk tidak akan keluar dari Makkah.
Ketika dipaksa oleh Abu Jahal untuk berperang di Badar, dia membeli keledai yang paling bagus di Mekkah untuk digunakannya bila suatu ketika dapat kabur. Saat itu, istrinya berkata kepadanya: "Wahai Abu Shafwan! Apakah engkau lupa apa yang dikatakan saudaramu dari Yatsrib tersebut?".
Dia menjawab: "Demi Allah! bukan demikian tetapi aku tidak akan mau berhadapan langsung dengan mereka kecuali memang sudah dekat benar jaraknya". Demikianlah kondisi musuh-musuh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menaruh hormat dan segan kepada beliau.
(bersambung)!
Referensi:
Sirah Nabawiyah karya Syekh Shafiyyur-Rahman Al-Mubarakfury bersumber dari Kitab Ar-Rahiqul Makhtum
Baca Juga: 14 Keistimewaan Nabi Muhammad yang Tidak Dimiliki Manusia Lain
Ketika mereka melempar kotoran unta ke arah kepala beliau saat sedang sujud, beliau mendoakan kebinasaan atas mereka. Tawa yang tadinya menyeringai di bibir mereka berubah menjadi kegundahan dan kecemasan karena mereka yakin akan binasa.
Rasulullah SAW mendoakan kebinasaan atas 'Utbah bin Abi Lahab. Orang ini masih yakin akan terjadinya apa yang didoakan oleh beliau shallallahu 'alaihi wasallam terhadapnya. Maka, ketika dia melihat segerombolan singa, serta merta dia bergumam: "Demi Allah! dia (Muhammad) telah membunuhku padahal dia berada di Mekkah". Ubay bin Khalaf pernah mengancam akan membunuh beliau, namun beliau menantangnya: "Akulah yang akan membunuhmu, insya Allah".
Maka, pada perang Uhud, tatkala beliau berhasil mencederai Ubay di bagian lehernya, yakni goresan yang tidak terlalu melebar, Ubay berkomentar: "Sesungguhnya apa yang diucapkannya di Mekkah di hadapanku dulu: 'akulah yang akan membunuhmu’ telah terjadi. Demi Allah! andai dia meludah saja ke arahku niscaya itu akan dapat membunuhku".
Sa'd bin Mu'adz –saat berada di Mekkah- pernah berkata kepada Umayyah bin Khalaf: "Sungguh, aku telah mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "sesungguhnya mereka –kaum Muslimin- telah memerangimu". Mendengar ini, dia tampak sangat takut sekali dan berjanji untuk tidak akan keluar dari Makkah.
Ketika dipaksa oleh Abu Jahal untuk berperang di Badar, dia membeli keledai yang paling bagus di Mekkah untuk digunakannya bila suatu ketika dapat kabur. Saat itu, istrinya berkata kepadanya: "Wahai Abu Shafwan! Apakah engkau lupa apa yang dikatakan saudaramu dari Yatsrib tersebut?".
Dia menjawab: "Demi Allah! bukan demikian tetapi aku tidak akan mau berhadapan langsung dengan mereka kecuali memang sudah dekat benar jaraknya". Demikianlah kondisi musuh-musuh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menaruh hormat dan segan kepada beliau.
(bersambung)!
Referensi:
Sirah Nabawiyah karya Syekh Shafiyyur-Rahman Al-Mubarakfury bersumber dari Kitab Ar-Rahiqul Makhtum
Baca Juga: 14 Keistimewaan Nabi Muhammad yang Tidak Dimiliki Manusia Lain
(rhs)
Lihat Juga :