Al-Kindi: Pening dengan Perdebatan Tentang Kontradiksi dalam Al-Qur’an
Selasa, 05 Oktober 2021 - 17:13 WIB
loading...
A
A
A
Bahkan, dalam komunikasi antarmanusia saja selalu ada kemungkinan salah paham antara pembicara dan lawannya. Akibatnya, kehati-hatian lawan bicara jauh lebih logis ketimbang tuduhan si lawan bicara bahwa pembicara telah terjebak dalam kontradiksi. Apalagi dalam konteks ini pembicara adalah Tuhan yang Maha Mengetahui.
“Betul, memang selalu ada kemungkinan seperti itu,” jawab murid Al-Kindi.
“Padahal, kontradiksi mengasumsikan persamaan antara maksud Sang Pembicara dengan pemahaman si pembaca.”
Jelasnya, tak ada kontradiksi antara dua objek yang memang sejak awal berbeda.
Mendengar jawaban singkat ini, murid itu segera meminta diri dan bergegas menemui Al-Kindi. Di hadapan Al-Kindi, dia bilang bahwa dia punya gagasan untuk menjawab tuntas semua isu berkenaan dengan kontradiksi dalam al-Qur’an. Lalu dia mulai bercerita. Mendengar gagasan muridnya ini, Al-Kindi berkomentar, “Beritahu aku dari mana kau dapat gagasan ini?”
“Ini gagasanku sendiri,” jawabnya.
Al-Kindi menggelengkan kepala dan menimpali, “Tak mungkin gagasan seperti ini datang dari dirimu, karena di sini terletak argumen yang pasti datang dari ilmu yang tinggi.”
Setelah didesak, muridnya itu lantas mengakui bahwa dia memperolehnya dari Imam Hasan Al-Askari. Mendengar nama Hasan Al-Askari, Al-Kindi langsung berkomentar, “Memang hanya dia yang punya kapasitas untuk memberi jawaban sekelas ini. Dia mewarisi ilmu Nabi dan memperoleh ilmu langsung dari Tuhan.”
Baca juga: Musik Haram? Bahkan Notasi Musik Itu Hasil Temuan Ilmuwan Muslim
Pakar Farmakologi
Nama lengkapnya adalah Abu Yusuf Ya’kub bin Ishaq bin Sabah bin Imran bin Ismail bin Muhammad Al-Ash bin Qais al Kindi. Ia dilahirkan pada 185 Hijiah atau 801 M di Kufah, Irak. Al-Kindi berasal dari suku Arab yang terpandang dan memainkan peran utama dalam dunia pemikiran Islam.
Al Kindi memulai pelajarannya di Kufah, kemudian di Basrah dan Bahdad. Pada masa itu, ilmu-ilmu filsafat, kedokteran, geografi, geometri, astronomi, matematika, astronomi, dan lain-lain banyak diajarkan di perbagai Universitas di kota-kota besar Islam.
“Betul, memang selalu ada kemungkinan seperti itu,” jawab murid Al-Kindi.
“Padahal, kontradiksi mengasumsikan persamaan antara maksud Sang Pembicara dengan pemahaman si pembaca.”
Jelasnya, tak ada kontradiksi antara dua objek yang memang sejak awal berbeda.
Mendengar jawaban singkat ini, murid itu segera meminta diri dan bergegas menemui Al-Kindi. Di hadapan Al-Kindi, dia bilang bahwa dia punya gagasan untuk menjawab tuntas semua isu berkenaan dengan kontradiksi dalam al-Qur’an. Lalu dia mulai bercerita. Mendengar gagasan muridnya ini, Al-Kindi berkomentar, “Beritahu aku dari mana kau dapat gagasan ini?”
“Ini gagasanku sendiri,” jawabnya.
Al-Kindi menggelengkan kepala dan menimpali, “Tak mungkin gagasan seperti ini datang dari dirimu, karena di sini terletak argumen yang pasti datang dari ilmu yang tinggi.”
Setelah didesak, muridnya itu lantas mengakui bahwa dia memperolehnya dari Imam Hasan Al-Askari. Mendengar nama Hasan Al-Askari, Al-Kindi langsung berkomentar, “Memang hanya dia yang punya kapasitas untuk memberi jawaban sekelas ini. Dia mewarisi ilmu Nabi dan memperoleh ilmu langsung dari Tuhan.”
Baca juga: Musik Haram? Bahkan Notasi Musik Itu Hasil Temuan Ilmuwan Muslim
Pakar Farmakologi
Nama lengkapnya adalah Abu Yusuf Ya’kub bin Ishaq bin Sabah bin Imran bin Ismail bin Muhammad Al-Ash bin Qais al Kindi. Ia dilahirkan pada 185 Hijiah atau 801 M di Kufah, Irak. Al-Kindi berasal dari suku Arab yang terpandang dan memainkan peran utama dalam dunia pemikiran Islam.
Al Kindi memulai pelajarannya di Kufah, kemudian di Basrah dan Bahdad. Pada masa itu, ilmu-ilmu filsafat, kedokteran, geografi, geometri, astronomi, matematika, astronomi, dan lain-lain banyak diajarkan di perbagai Universitas di kota-kota besar Islam.
Lihat Juga :