Amalan Sholat Sunnah Mutlak Tolak Balak Rebo Wekasan
Rabu, 06 Oktober 2021 - 11:31 WIB
loading...
A
A
A
Ketiga, tidak boleh melaksanakan amalan khusus atau shalat Rebo Wekasan, kecuali hanya sebatas shalat hajat lidaf’il bala’ al-makhuf (untuk menolak balak yang dihawatirkan) atau nafilah mutlaqoh (shalat sunah mutlak) sebagaimana diperbolehkan oleh Syara’, karena hikmahnya adalah agar kita bisa semakin mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala.
Bala atau bencana bisa datang kapan saja. Dalam hal ini Rasulullah SAW bersabda, yang artinya: ''Tidak menghalangi suatu kaum dari mengeluarkan harta mereka melainkan mereka (sebenarnya) menghalangi langit dari menurunkan hujan. Kalaulah tidak karena binatang yang ada di muka bumi ini, niscaya langit pasti tidak akan menurunkan hujan untuk selama-lamanya.'' (HR Muslim)
Di sisi lain, Muktamar Ketiga NU menetapkan tidak mempercayai adanya hari naas seperti itu. Keputusan ini didasarkan pada pandangan Syekh Ibnu Hajar al-Haitamy dalam Al-Fatawa al-Haditsiyah berikut.
"Barangsiapa bertanya tentang hari sial dan sebagainya untuk diikuti bukan untuk ditinggalkan dan memilih apa yang harus dikerjakan serta mengetahui keburukannya, semua itu merupakan perilaku orang Yahudi dan bukan petunjuk orang Islam yang bertawakal kepada Sang Maha Penciptanya, tidak berdasarkan hitung-hitungan dan terhadap Tuhannya selalu bertawakal. Dan apa yang dikutip tentang hari-hari nestapa dari sahabat Ali kw. Adalah batil dan dusta serta tidak ada dasarnya sama sekali, maka berhati-hatilah dari semua itu," (Ahkamul Fuqaha’, 2010: 54).
Baca juga: Jaga Tradisi di Bulan Safar, Warga Gelar Festival Apem
Penyebab Allah Menurunkan Bencana
Setidaknya ada 15 penyebab yang membuat Allah Ta'ala menurunkan bencana.
1. Apabila harta rampasan perang hanya dibagikan kepada orang tertentu
2. Apabila zakat dikeluarkan hanya untuk menebus kesalahan (dianggap sebagai denda)
3. Apabila sesuatu yang diamanatkan menjadi milik sendiri (amanat tidak dijalankan)
4. Apabila suami terlalu mentaati istri (hingga ibunya ditinggalkan atau lebih taat kepada istri dari pada ibunya)
5. Lalu, apabila anak mendurhakai kedua orang tuanya
Bala atau bencana bisa datang kapan saja. Dalam hal ini Rasulullah SAW bersabda, yang artinya: ''Tidak menghalangi suatu kaum dari mengeluarkan harta mereka melainkan mereka (sebenarnya) menghalangi langit dari menurunkan hujan. Kalaulah tidak karena binatang yang ada di muka bumi ini, niscaya langit pasti tidak akan menurunkan hujan untuk selama-lamanya.'' (HR Muslim)
Di sisi lain, Muktamar Ketiga NU menetapkan tidak mempercayai adanya hari naas seperti itu. Keputusan ini didasarkan pada pandangan Syekh Ibnu Hajar al-Haitamy dalam Al-Fatawa al-Haditsiyah berikut.
"Barangsiapa bertanya tentang hari sial dan sebagainya untuk diikuti bukan untuk ditinggalkan dan memilih apa yang harus dikerjakan serta mengetahui keburukannya, semua itu merupakan perilaku orang Yahudi dan bukan petunjuk orang Islam yang bertawakal kepada Sang Maha Penciptanya, tidak berdasarkan hitung-hitungan dan terhadap Tuhannya selalu bertawakal. Dan apa yang dikutip tentang hari-hari nestapa dari sahabat Ali kw. Adalah batil dan dusta serta tidak ada dasarnya sama sekali, maka berhati-hatilah dari semua itu," (Ahkamul Fuqaha’, 2010: 54).
Baca juga: Jaga Tradisi di Bulan Safar, Warga Gelar Festival Apem
Penyebab Allah Menurunkan Bencana
Setidaknya ada 15 penyebab yang membuat Allah Ta'ala menurunkan bencana.
1. Apabila harta rampasan perang hanya dibagikan kepada orang tertentu
2. Apabila zakat dikeluarkan hanya untuk menebus kesalahan (dianggap sebagai denda)
3. Apabila sesuatu yang diamanatkan menjadi milik sendiri (amanat tidak dijalankan)
4. Apabila suami terlalu mentaati istri (hingga ibunya ditinggalkan atau lebih taat kepada istri dari pada ibunya)
5. Lalu, apabila anak mendurhakai kedua orang tuanya
Lihat Juga :