Gerhana Bulan Terlama Sore ini, Pertanda Kiamat Sudah Dekat?
Jum'at, 19 November 2021 - 14:21 WIB
loading...
A
A
A
Dia mengutip sejumlah hadis. Salah satunya diriwayatkan dari Hudzaifah, bahwa ia bercerita, "Kami sedang duduk-duduk di bawah naungan sebuah tembok di Madinah. Sementara Rasulullah, berada di dalam kamar.
Beliau menengok kami dan bertanya, 'Sedang apa kalian duduk-duduk di situ?'
Kami menjawab, 'Sedang berbincang-bincang.'
Beliau bertanya, 'Tentang apa?'
Kami menjawab, 'Tentang kiamat.'
Beliau bersabda, 'Kiamat tidak akan tiba sebelum kalian melihat 10 tandanya. Pertama-tama ialah matahari terbit dari barat, kabut, Dajjal, binatang melata, lalu tiga peristiwa gerhana bulan (yakni gerhana yang terjadi di sebelah timur, gerhana yang terjadi di sebelah barat, dan gerhana yang terjadi di semenanjung Arab).
Lalu, datangnya Isa, keluarnya Ya'juj dan Ma'juj, dan terakhir ialah munculnya api dari Yaman di sebuah jurang 'Aden. Siapa pun yang berada di belakangnya, ia akan digiring ke padang mahsyar."
Selanjutnya, bersamaan dengan kematian putra Rasulullah, Ibrahim, terjadi gerhana matahari. Kala itu, kaum Muslimin menganggap peristiwa tersebut suatu mujizat. Kata mereka terjadinya gerhana matahari karena Ibrahim meninggal. Hal ini terdengar oleh Nabi.
Rasulullah melihat mereka yang mengatakan bahwa matahari telah jadi gerhana karena kematian Ibrahim, dalam khutbahnya kepada mereka ia berkata:
"Matahari dan bulan ialah tanda kebesaran Tuhan, yang tidak akan jadi gerhana karena kematian atau hidupnya seseorang. Kalau kamu melihat hal itu, berlindunglah dalam dzikir kepada Tuhan dengan berdoa."
Beliau menengok kami dan bertanya, 'Sedang apa kalian duduk-duduk di situ?'
Kami menjawab, 'Sedang berbincang-bincang.'
Beliau bertanya, 'Tentang apa?'
Kami menjawab, 'Tentang kiamat.'
Beliau bersabda, 'Kiamat tidak akan tiba sebelum kalian melihat 10 tandanya. Pertama-tama ialah matahari terbit dari barat, kabut, Dajjal, binatang melata, lalu tiga peristiwa gerhana bulan (yakni gerhana yang terjadi di sebelah timur, gerhana yang terjadi di sebelah barat, dan gerhana yang terjadi di semenanjung Arab).
Lalu, datangnya Isa, keluarnya Ya'juj dan Ma'juj, dan terakhir ialah munculnya api dari Yaman di sebuah jurang 'Aden. Siapa pun yang berada di belakangnya, ia akan digiring ke padang mahsyar."
Selanjutnya, bersamaan dengan kematian putra Rasulullah, Ibrahim, terjadi gerhana matahari. Kala itu, kaum Muslimin menganggap peristiwa tersebut suatu mujizat. Kata mereka terjadinya gerhana matahari karena Ibrahim meninggal. Hal ini terdengar oleh Nabi.
Rasulullah melihat mereka yang mengatakan bahwa matahari telah jadi gerhana karena kematian Ibrahim, dalam khutbahnya kepada mereka ia berkata:
"Matahari dan bulan ialah tanda kebesaran Tuhan, yang tidak akan jadi gerhana karena kematian atau hidupnya seseorang. Kalau kamu melihat hal itu, berlindunglah dalam dzikir kepada Tuhan dengan berdoa."
Lihat Juga :