Hati-hati, Inilah Dosa-dosa Wanita Karena Lisannya
Senin, 06 Desember 2021 - 18:10 WIB
loading...
A
A
A
Dari sahabat Ibnu ‘Abbas radhiyallahu‘anhu, ada seseorang yang melaknat angin karena selendangnya diterbangkan oleh angin tersebut. Maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Janganlah Engkau melaknatnya, karena sesungguhnya dia diperintah (oleh Allah). Sungguh, orang yang melaknat sesuatu padahal dia tidak pantas mendapatkan laknat, maka laknat tersebut akan kembali kepada dirinya sendiri.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
Dari sahabat ‘Imran bin Hushain radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, “Ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam suatu perjalanan, ada seorang wanita Anshar yang tengah mengendarai unta. Namun, unta yang sedang dikendarainya itu memberontak dengan tiba-tiba. Lalu dengan serta-merta wanita itu melaknat untanya. Ketika Rasulullah mendengar ucapan wanita itu, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda :
“Turunkanlah beban di atas unta dan lepaskanlah unta tersebut, karena ia telah dilaknat.” Imran berkata, “Sepertinya sekarang saya melihat unta tersebut berjalan di tengah-tengah manusia, tanpa ada seorang pun yang mengganggunya.” (HR. Muslim)
Begitulah Islam menjaga umatnya agar lisannya terhindar berkata buruk atau suka melaknat. Kadang, dalam kehidupan sehari-hari, seorang muslim dengan ringannya tidak membendung lisannya untuk melaknat muslim yang lain.
Allah Ta'ala berfirman :
“Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” [QS Qaf: 18]. Hisabnya adalah terkait ucapan yang bernilai pahala dan dosa.
Baca juga: Waktu dan Tempat yang Tepat Bagi Muslimah Memakai Parfum
Wallahu 'Alam.
لَا تَلْعَنْهَا، فَإِنَّهَا مَأْمُورَةٌ، وَإِنَّهُ مَنْ لَعَنَ شَيْئًا لَيْسَ لَهُ بِأَهْلٍ رَجَعَتِ اللَّعْنَةُ عَلَيْهِ
“Janganlah Engkau melaknatnya, karena sesungguhnya dia diperintah (oleh Allah). Sungguh, orang yang melaknat sesuatu padahal dia tidak pantas mendapatkan laknat, maka laknat tersebut akan kembali kepada dirinya sendiri.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
Dari sahabat ‘Imran bin Hushain radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, “Ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam suatu perjalanan, ada seorang wanita Anshar yang tengah mengendarai unta. Namun, unta yang sedang dikendarainya itu memberontak dengan tiba-tiba. Lalu dengan serta-merta wanita itu melaknat untanya. Ketika Rasulullah mendengar ucapan wanita itu, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda :
خُذُوا مَا عَلَيْهَا وَدَعُوهَا، فَإِنَّهَا مَلْعُونَةٌ
“Turunkanlah beban di atas unta dan lepaskanlah unta tersebut, karena ia telah dilaknat.” Imran berkata, “Sepertinya sekarang saya melihat unta tersebut berjalan di tengah-tengah manusia, tanpa ada seorang pun yang mengganggunya.” (HR. Muslim)
Begitulah Islam menjaga umatnya agar lisannya terhindar berkata buruk atau suka melaknat. Kadang, dalam kehidupan sehari-hari, seorang muslim dengan ringannya tidak membendung lisannya untuk melaknat muslim yang lain.
Allah Ta'ala berfirman :
مَّا يَلْفِظُ مِن قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ
“Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” [QS Qaf: 18]. Hisabnya adalah terkait ucapan yang bernilai pahala dan dosa.
Baca juga: Waktu dan Tempat yang Tepat Bagi Muslimah Memakai Parfum
Wallahu 'Alam.
(wid)
Lihat Juga :