Kisah Carla Memeluk Islam Sangat Mengagumkan

Sabtu, 11 Desember 2021 - 18:04 WIB
loading...
Kisah Carla Memeluk...
Imam Shamsi Ali, Direktur/Imam Jamaica Muslim Center menceritakan kisah Carla memeluk Islam layak jadi motivasi bagi kita. Foto/Ist
A A A
Imam Shamsi Ali
Presiden Nusantara Foundation,
Imam/Direktur Jamaica Muslim Center

Ada sebuah kisah nyata yang sering saya sampaikan di berbagai tempat dan kesempatan. Kisah seorang muallaf, wanita Hispanic keturunan Colombia. Kisahnya tidak saja menjadi motivasi untuk kita. Sekaligus menjadi cambuk untuk mengokohkan iman akan "Qudrah Ilahi" yang pasti berlaku.

Carla namanya. Baru berumur sekitaran 22 tahunan. Orang tuanya datang ke Amerika di saat Carla masih berumur 4-5 tahunan. Sehingga baik bahasa maupun budayanya lebih dominan American ketimbang Hispanic. Karena masalah legalitas di Amerika Carla yang cukup pintar ini hanya bisa bekerja sebagai cashier di sebuah grocery (pertokoan) di New York.

Suatu sore beberapa saat menjelang Maghrib tiba-tiba security masjid mengantar seorang Wanita muda ke kantor. Security hanya menyampaikan singkat: "she wants to know about Islam".

Saya seperti biasa menyambutnya dengan seramah mungkin. Sebab saya sangat yakin Dakwah banyak ditentukan oleh persepsi awal dari seseorang tentang Islam. Dan Islam akan pertama kali dikenal dari interaksi orang dengan orang Islam.

"Hi, welcome", sapa saya.
"Thank you", jawabnya nampak grogi.
"What is your name?", tanya saya.
"Hi I am Carla", jawabnya.

Karena Carla nampak gugup saya berusaha meyakinkan jika di Islam tidak dikenal orang suci (holy man). Nampaknya Carla terpengaruh dengan tradisi Katolik yang menganggap seorang pendeta sebagai orang suci. Dan karenanya dia nampak sangat berhati-hati bahkan gugup.

"Carla, you look worried". Saya tidak katakan 'afraid' atau ketakutan.

"Oh no", jawabnya singkat.

"Is there anything I can do for you today?", tanya saya kembali.

"I have been thinking to become Moslim".

Umumnya non Muslim di Amerika menyebut Muslim dengan "Moslem". Bahkan kadang dengan penyebutan yang tidak tepat "Moz-lim". Akhirnya kata itu mengandung konotasi buruk dalam bahasa Arab: orang zholim.

"Oh…so you wanted to become a Muslim?" tanyaku lagi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Khotbah Iduladha di...
Khotbah Iduladha di Lapangan Masjid Agung Al Azhar, Din Syamsuddin Tekankan Pentingnya Persatuan Umat Islam
Cara Orang Bisu Masuk...
Cara Orang Bisu Masuk Islam, Bagaimana Syahadatnya?
Promosi Islam ala Muslim...
Promosi Islam ala Muslim Asia Tenggara
Peran Strategis, Menag...
Peran Strategis, Menag Apresiasi Program Wanita Islam
Kisah Mualaf Dondy Tan,...
Kisah Mualaf Dondy Tan, Mempelajari Al Quran Secara Serius hingga Melakukan Penelitian
Tafsir Surat Al Baqarah...
Tafsir Surat Al Baqarah Ayat 155-156 yang Membuat dr Richard Lee Mualaf, Isinya tentang Ujian dan Kesabaran
Rekomendasi
Riset Terbaru Sebut...
Riset Terbaru Sebut Air Hujan di Seluruh Dunia Mengandung Racun
Struktur Kuno Berukuran...
Struktur Kuno Berukuran 2 Kali Lipat Burj Khalifa Ditemukan di Dasar Samudra Pasifik
Benarkan Isi Al-Quran,...
Benarkan Isi Al-Quran, Riset Ini Akui Besi Bukan Berasal dari Bumi
Artikel Terkini
Kenali 7 Ciri Wanita...
Kenali 7 Ciri Wanita yang Tertipu Fitnah Dajjal di Akhir Zaman
Kumpulan Doa Menghadapi...
Kumpulan Doa Menghadapi Fitnah Akhir Zaman, Kaum Muslim Wajib Tahu
Pesugihan untuk Cepat...
Pesugihan untuk Cepat Kaya, Benarkah Bisa Mendatangkan Rezeki? Ini Penjelasan Islam
Pejabat yang Menyesal...
Pejabat yang Menyesal di Hari Kiamat, Siapa Saja Mereka?
Bolehkah Mengejar Jabatan...
Bolehkah Mengejar Jabatan dalam Islam? Ini Penjelasan Hadis dan Kisah Nabi Yusuf AS
Fitnah Kekuasaan: Bahaya...
Fitnah Kekuasaan: Bahaya Jabatan, Mengejar Dunia yang Tiada Akhir
Infografis
7 Ilmuwan Islam Paling...
7 Ilmuwan Islam Paling Berpengaruh Sepanjang Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved