Tak Disangka, Mayit yang Dibuang ke Tempat Sampah Ternyata Waliyullah
Sabtu, 08 Januari 2022 - 16:33 WIB
loading...
A
A
A
(Ketiga) Ketika ajal laki-laki itu telah dekat, ia berkata, "Ya Allah! Sesungguhnya Engkau tahu daripadaku kalau orang- orang sholih adalah lebih aku sukai daripada orang-orang fasik hingga andai ada dua orang, yang satu adalah orang sholih dan yang satunya adalah orang buruk, mendatangiku, maka aku akan mendahulukan memenuhi hajat orang satu yang sholih dan mengakhirkan hajat orang satunya yang buruk."
Dalam riwayat Wahab bin Munabbah, perkataan laki-laki yang ketiga adalah: "Ya Allah! Andai Engkau memaafkan dan mengampuni dosa-dosaku maka para wali dan para Nabi-Mu akan senang dan setan, musuhku dan musuh-Mu, akan bersedih. Tetapi apabila Engkau menyiksaku, maka setan dan teman-temannya akan senang dan para Nabi dan para wali-Mu akan bersedih. Dan aku tahu kalau rasa senang para wali kepada-Mu adalah lebih Engkau sukai daripada rasa senang setan dan teman-temannya. Oleh karena itu ampunilah aku! Ya Allah! Sungguh Engkau mengetahui apa yang aku ucapkan. Kasihilah aku! Dan maafkanlah aku!” Kemudian Allah berkata, "Aku telah mengasihinya, memaafkannya dan mengampuninya. Sesungguhnya Aku adalah Dzat Yang Pengasih dan Penyayang, terutama kepada orang yang mengakui dosanya di hadapan-Ku. Oleh karena laki-laki ini telah mengakui dosanya maka Aku mengampuni dan memaafkannya.
"Hai Musa! "Lakukanlah apa yang telah Aku perintahkan! Sesungguhnya Aku akan mengampuni orang-orang yang mau mensholati jenazah laki-laki itu dan menghadiri penguburannya dengan perantara kemuliaannya".
Demikian kisah Nabi Musa dan laki-laki yang menjadi kekasih Allah. Allah menurunkan rahmat-Nya berkat kecintaannya kepada orang saleh dan istighfarnya sebelum wafat.
Baca Juga: Kisah Suami Istri Mendadak Kaya di Zaman Nabi Musa
Dalam riwayat Wahab bin Munabbah, perkataan laki-laki yang ketiga adalah: "Ya Allah! Andai Engkau memaafkan dan mengampuni dosa-dosaku maka para wali dan para Nabi-Mu akan senang dan setan, musuhku dan musuh-Mu, akan bersedih. Tetapi apabila Engkau menyiksaku, maka setan dan teman-temannya akan senang dan para Nabi dan para wali-Mu akan bersedih. Dan aku tahu kalau rasa senang para wali kepada-Mu adalah lebih Engkau sukai daripada rasa senang setan dan teman-temannya. Oleh karena itu ampunilah aku! Ya Allah! Sungguh Engkau mengetahui apa yang aku ucapkan. Kasihilah aku! Dan maafkanlah aku!” Kemudian Allah berkata, "Aku telah mengasihinya, memaafkannya dan mengampuninya. Sesungguhnya Aku adalah Dzat Yang Pengasih dan Penyayang, terutama kepada orang yang mengakui dosanya di hadapan-Ku. Oleh karena laki-laki ini telah mengakui dosanya maka Aku mengampuni dan memaafkannya.
"Hai Musa! "Lakukanlah apa yang telah Aku perintahkan! Sesungguhnya Aku akan mengampuni orang-orang yang mau mensholati jenazah laki-laki itu dan menghadiri penguburannya dengan perantara kemuliaannya".
Demikian kisah Nabi Musa dan laki-laki yang menjadi kekasih Allah. Allah menurunkan rahmat-Nya berkat kecintaannya kepada orang saleh dan istighfarnya sebelum wafat.
Baca Juga: Kisah Suami Istri Mendadak Kaya di Zaman Nabi Musa
(rhs)
Lihat Juga :