Doa Nabi Ayyub yang Membuat Iblis Jengkel dan Marah
Senin, 31 Januari 2022 - 21:21 WIB
loading...
Kesabaran tingkat tinggi Nabi Ayyub atas musibah yang menimpanya membuat Iblis cemburu padanya. Foto ilustrasi/Ist
A
A
A
Nabi Ayyub 'alahissalam adalah seorang yang sangat penyabar dan patut dijadikan teladan bagi orang-orang ditimpa musibah. Kisahnya diabadikan dalam Al-Qur'an sebagai salah satu Hikmah agar manusia mengambil iktibar.
Kesabaran Nabi Ayyub saat diuji Allah dengan berbagai musibah benar-benar luar biasa. Beliau tidak mengeluh meskipun harta benda dan anak-anak yang dicintainya lenyap. Bahkan, penyakit yang menggerogoti tubuhnya bertahun-tahun justru dibalas dengan zikir dan rasa syukur kepada Allah.
Inilah kesabaran tingkat tinggi yang membuat Iblis cemburu padanya. Disebutkan ada satu doa Nabi Ayyub yang membuat Iblis jengkel dan marah kepadanya. Iblis pun tidak tinggal diam, dia berupaya melakukan tipu daya untuk mencelakai Nabi Ayyub.
Ibnu Katsir menerangkan bahwa Allah menceritakan kisah Nabi Ayyub dan musibah yang menimpanya. Musibah itu menimpa harta benda, anak-anaknya, juga tubuhnya. Nabi Ayub adalah seorang yang memiliki banyak ternak dan lahan pertanian, ia pun memiliki banyak anak serta tempat-tempat tinggal yang menyenangkan.
Maka Allah menguji Ayyub dengan menimpakan bencana, semuanya lenyap tiada tersisa. Kemudian cobaan ditimpakan pula kepada jasad atau tubuh Nabi Ayyub. Menurut satu pendapat, penyakit yang menimpanya adalah penyakit lepra yang mengenai sekujur tubuhnya, sehingga tidak satu bagian pun dari anggota tubuhnya yang selamat dari penyakit ini, kecuali hati dan lisannya yang selalu berzikir mengingat Allah.
Cobaan ini membuat orang-orang menjauhi Nabi Ayyub. Beliau pun tinggal terpencil menyendiri di pinggir kota tempat tinggalnya. Tidak seorang pun yang mau datang kepadanya kecuali istrinya yang setia menjaga dan mengurusi keperluannya.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah bersabda terkait ujian ini:
أَشَدُّ النَّاسِ بَلَاءً الْأَنْبِيَاءُ، ثُمَّ الصَّالِحُونَ، ثُمَّ الْأَمْثَلُ فَالْأَمْثَلُ
"Orang yang paling keras (berat) cobaannya ialah para Nabi, kemudian orang-orang saleh, lalu menyusul orang-orang yang utama dan orang-orang yang sebawahnya."
Dalam hadis lain disebutkan: "Seorang lelaki diuji sesuai dengan kadar agamanya. Jika agamanya kuat, maka cobaan yang menimpanya diperkuat pula."
Doa Nabi Ayyub
Ketika Allah menimpakan cobaan kepada Nabi Ayyub dengan melenyapkan keluarganya, harta benda, dan anak-anaknya, beliau bermunajat kepada Allah. Dalam doanya Nabi Ayyub berucap: "Aku memuji-Mu, wahai Tuhan semua makhluk. Engkau telah memberiku dengan pemberian yang baik, Engkau telah memberiku harta benda dan anak, sehingga tiada suatu ruang pun dalam kalbuku melainkan disibukkan olehnya. Lalu Engkau mengambil kesemuanya dariku dan Engkau kosongkan hatiku, sehingga tiada sesuatu pun yang menghalang-halangi antara aku dan Engkau (untuk berzikir mengingat-Mu). Seandainya musuhku si Iblis itu mengetahui apa yang aku perbuat, tentulah dia akan dengki kepadaku." Mendengar hal itu, Iblis menjadi marah.
Kesabaran Nabi Ayyub saat diuji Allah dengan berbagai musibah benar-benar luar biasa. Beliau tidak mengeluh meskipun harta benda dan anak-anak yang dicintainya lenyap. Bahkan, penyakit yang menggerogoti tubuhnya bertahun-tahun justru dibalas dengan zikir dan rasa syukur kepada Allah.
Inilah kesabaran tingkat tinggi yang membuat Iblis cemburu padanya. Disebutkan ada satu doa Nabi Ayyub yang membuat Iblis jengkel dan marah kepadanya. Iblis pun tidak tinggal diam, dia berupaya melakukan tipu daya untuk mencelakai Nabi Ayyub.
Ibnu Katsir menerangkan bahwa Allah menceritakan kisah Nabi Ayyub dan musibah yang menimpanya. Musibah itu menimpa harta benda, anak-anaknya, juga tubuhnya. Nabi Ayub adalah seorang yang memiliki banyak ternak dan lahan pertanian, ia pun memiliki banyak anak serta tempat-tempat tinggal yang menyenangkan.
Maka Allah menguji Ayyub dengan menimpakan bencana, semuanya lenyap tiada tersisa. Kemudian cobaan ditimpakan pula kepada jasad atau tubuh Nabi Ayyub. Menurut satu pendapat, penyakit yang menimpanya adalah penyakit lepra yang mengenai sekujur tubuhnya, sehingga tidak satu bagian pun dari anggota tubuhnya yang selamat dari penyakit ini, kecuali hati dan lisannya yang selalu berzikir mengingat Allah.
Cobaan ini membuat orang-orang menjauhi Nabi Ayyub. Beliau pun tinggal terpencil menyendiri di pinggir kota tempat tinggalnya. Tidak seorang pun yang mau datang kepadanya kecuali istrinya yang setia menjaga dan mengurusi keperluannya.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam pernah bersabda terkait ujian ini:
أَشَدُّ النَّاسِ بَلَاءً الْأَنْبِيَاءُ، ثُمَّ الصَّالِحُونَ، ثُمَّ الْأَمْثَلُ فَالْأَمْثَلُ
"Orang yang paling keras (berat) cobaannya ialah para Nabi, kemudian orang-orang saleh, lalu menyusul orang-orang yang utama dan orang-orang yang sebawahnya."
Dalam hadis lain disebutkan: "Seorang lelaki diuji sesuai dengan kadar agamanya. Jika agamanya kuat, maka cobaan yang menimpanya diperkuat pula."
Doa Nabi Ayyub
Ketika Allah menimpakan cobaan kepada Nabi Ayyub dengan melenyapkan keluarganya, harta benda, dan anak-anaknya, beliau bermunajat kepada Allah. Dalam doanya Nabi Ayyub berucap: "Aku memuji-Mu, wahai Tuhan semua makhluk. Engkau telah memberiku dengan pemberian yang baik, Engkau telah memberiku harta benda dan anak, sehingga tiada suatu ruang pun dalam kalbuku melainkan disibukkan olehnya. Lalu Engkau mengambil kesemuanya dariku dan Engkau kosongkan hatiku, sehingga tiada sesuatu pun yang menghalang-halangi antara aku dan Engkau (untuk berzikir mengingat-Mu). Seandainya musuhku si Iblis itu mengetahui apa yang aku perbuat, tentulah dia akan dengki kepadaku." Mendengar hal itu, Iblis menjadi marah.
Lihat Juga :