Transformasi dari Salah ke Saleh

Kamis, 17 Februari 2022 - 20:22 WIB
loading...
Transformasi dari Salah...
Imam Shamsi Ali, Direktur/Imam Jamaica Muslim Center. Foto/Ist
A A A
Imam Shamsi Ali Al-Kajangi
Presiden Nusantara Foundation,
Imam/Direktur Jamaica Muslim Center

Hendaknya semua kita belajar berhati lapang dan berkepala dingin. Apalagi menyangkut sesuatu yang berada di luar kapasitas kita. Khususnya dalam menilai baik atau buruknya seorang hamba Allah.

Semua orang, selama ada iman di hatinya, bahkan yang belum iman tapi masih bernafas, punya kesempatan untuk bertransformasi dalam hidupnya.

Transformasi atau pergerakan yang kita maksud boleh saja dari posisi salah ke posisi saleh. Atau sebaliknya dari posisi saleh ke posisi salah.

Karenanya di saat berada di posisi saleh, jangan angkuh. Ketentuan itu akan jelas dan final di saat menghembuskan nafas terakhir.

Dan di saat berada di posisi salah jangan putus asa. Karena percayalah rahmah dan kasih Allah melampaui segalanya.

Islam mengajarkan seseorang melakukan kesalahan atau kekhilafan disebut "khotho" Allah menyikapinya dengan sifatNya yang 'afuwwun.

Ketika kesalahan itu berubah menjadi dosa yang disebut "dzanbun" Allah menyikapinya dengan sifatNya yang "Ghafirun atau Ghafuur".

Tapi seseorang terjatuh dalam akumulasi dosa-dosa yang banyak disebut (dzunuub) maka Allah menyikapinya dengan SifatNya yang "Ghaffaar".

Dan ketika dosa-dosa itu menumpuk begitu banyak dan menjadi kegelapan (zhulumaat) dikenal dengan "melampaui batas" atau "israaf", di saat itu Allah tampil dengan sifat-Nya yang paling esensi "Rahman, Rahim".

Allah menegaskan hal itu dalam firman-Nya: "Katakan wahai Hamba-hambaKu yang melampaui batas, jangan berputus asa dari kasih sayang (rahmah) Allah. Sungguh Allah mengampuni dosa-dosa semuanya."

Karenanya kesempatan untuk bertransformasi (berubah) dari Kesalahan (dosa-dosa) kepada kesalehan (kebaikan-kebaikan) selalu terbuka selama manusia masih bernafas. Dan ketika manusia telah tiada, tapi dalam dadanya ada iman, harapan pengampunan itupun selalu ada.

Yang salah sesungguhnya adalah kebiasaan menghakimi orang lain. Apalagi dengan perasaan paling suci. Itu adalah wilayah Allah yang Ahkamul Hakimin.

Manhattan City, 16 Februari 2022

Baca Juga: Memaknai Hidup: Semakin Berat Ujiannya, Semakin Mulia di Sisi Allah
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Duhaima: Fitnah Terdahsyat...
Duhaima: Fitnah Terdahsyat yang Mengguncang Iman di Akhir Zaman
Kisah Hikmah : Ketika...
Kisah Hikmah : Ketika Orang Saleh Berhenti Membaca Selawat, Apa yang Terjadi?
Pengin Amalan Menjadi...
Pengin Amalan Menjadi Ladang Pahala? Kenali Dulu Hukum-hukumnya!
3 Perkara Pendulang...
3 Perkara Pendulang Pahala Jariyah, Apa Saja?
5 Amal Kebajikan yang...
5 Amal Kebajikan yang Tidak Boleh Ditunda-tunda, Apa Saja?
Hukum Pamer Amal di...
Hukum Pamer Amal di Medsos, Bolehkah?
Rekomendasi
10 Peninggalan Kuno...
10 Peninggalan Kuno yang Penuh Teka-teki dan Belum Terpecahkan
Gunung Es Raksasa Berwarna...
Gunung Es Raksasa Berwarna Hitam Muncul di Laut Labrador
Deretan Fenomena Alam...
Deretan Fenomena Alam Ini Jadi Bukti Kebenaran Al-Quran dalam Ilmu Pengetahuan
Artikel Terkini
Sebaik-baikya Puasa...
Sebaik-baikya Puasa Setelah Ramadan, Ternyata Puasa Muharram!
Bacaan Niat 3 Jenis...
Bacaan Niat 3 Jenis Puasa Sunnah Muharram, Harian, Tasua dan Asyura
Puasa Asyura 2026: Jadwal,...
Puasa Asyura 2026: Jadwal, Dalil, dan Keutamaan Besarnya Menurut Hadis Nabi
Peristiwa di Bulan Muharram...
Peristiwa di Bulan Muharram : Bahtera Nabi Nuh AS Berlabuh setelah 150 Tahun Terombang-ambing Banjir
7 Kisah Para Nabi di...
7 Kisah Para Nabi di Bulan Muharram yang Diabadikan Al Quran
Bolehkah Menggabungkan...
Bolehkah Menggabungkan Niat Puasa Sunnah?
Infografis
Fenomena Otak Popcorn,...
Fenomena Otak Popcorn, Akibat Berbahaya dari Media Sosial
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved