Surat Yasin Ayat 83: Tidak Ada yang Tersisa pada Hari Kiamat Kecuali Dia
Jum'at, 18 Februari 2022 - 16:45 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Fakhruddin al-Razi, pengungkapan kalimat ‘malakuutu kulli syay’in’ adalah bentuk tanzih (menyucikan/menghilangkan asumsi) dari yang disangkakan orang-orang musyrik Mekkah bahwa Allah SWT tidak kuasa dan memiliki sekutu. Dengan ungkapan tersebut seolah-olah dipertanyakan kembali bahwa, “Bagaimana mungkin Dzat yang memiliki dan kuasa atas seluruh kerajaan mempunyai sekutu?”
Adapun kata malakuut yang terdapat pada ayat di atas, dalam penafsiran al-Razi adalah kata ‘mubalaghah’ (paripurna) yang mengisyaratkan bentuk paling sempurna dari kata mulk (kerajaan).
Baca juga: Surat Yasin Ayat 78-79: Tak Ada Istilah Lebih Mudah Maupun Lebih Sulit bagi Allah
Imam al-Baghawi dalam Ma’alim al-Tanzil fi Ta’wil al-Quran ketika menerangkan ayat ini, mengutip riwayat dari Abu ‘Ali al-Husain bin Muhammad al-Qadhi dari Abu al-Thahir al-Ziyadiy dari Abu Bakar bin al-Husain al-Qaththan dari Ali bin al-Husain dari Abdullah bin Utsman dari Abdullah bin al-Mubarak dari Sulaiman al-Taymiy dari Abu ‘Utsman dari Ma’qil bin Yasar bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Bacakanlah pada orang-orang yang mati di antara kalian surat Yasin.”
Hati Al-Quran
Sementara al-Zamakhsyari dalam al-Kasysyaf meriwayatkan hadis dari Abdullah bin Abbas bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh bagi segala sesuatu terdapat hati, dan sungguh hati al-Quran adalah Yasin. Siapa yang membaca surat Yasin dan bermaksud untuk mengharap Ridha Allah SWT, maka Allah SWT akan mengampuninya dan memberikan baginya pahala yang setara dengan membaca al-Quran 22 kali."
"Muslim yang dibacakan kepadanya Surat Yasin ketika sedang menghadapi kematian, maka setiap huruf dari surat Yasin menjelma menjadi sepuluh malaikat yang berdiri dan berjejer di depannya memintakan ampun.”
Dalam riwayat yang lain, menurut al-Zamakhsyari, Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh di dalam al-Quran terdapat surat yang dapat menjadi obat penyembuh bagi orang yang membacanya dan dapat menjadi penebus dosa bagi yang mendengarkannya. Ingat! Surat itu adalah surat Yasin.”
Baca juga: Surat Yasin Ayat 77: Musuh yang Nyata Itu Diciptakan dari Air Hina
Adapun kata malakuut yang terdapat pada ayat di atas, dalam penafsiran al-Razi adalah kata ‘mubalaghah’ (paripurna) yang mengisyaratkan bentuk paling sempurna dari kata mulk (kerajaan).
Baca juga: Surat Yasin Ayat 78-79: Tak Ada Istilah Lebih Mudah Maupun Lebih Sulit bagi Allah
Imam al-Baghawi dalam Ma’alim al-Tanzil fi Ta’wil al-Quran ketika menerangkan ayat ini, mengutip riwayat dari Abu ‘Ali al-Husain bin Muhammad al-Qadhi dari Abu al-Thahir al-Ziyadiy dari Abu Bakar bin al-Husain al-Qaththan dari Ali bin al-Husain dari Abdullah bin Utsman dari Abdullah bin al-Mubarak dari Sulaiman al-Taymiy dari Abu ‘Utsman dari Ma’qil bin Yasar bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Bacakanlah pada orang-orang yang mati di antara kalian surat Yasin.”
Hati Al-Quran
Sementara al-Zamakhsyari dalam al-Kasysyaf meriwayatkan hadis dari Abdullah bin Abbas bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh bagi segala sesuatu terdapat hati, dan sungguh hati al-Quran adalah Yasin. Siapa yang membaca surat Yasin dan bermaksud untuk mengharap Ridha Allah SWT, maka Allah SWT akan mengampuninya dan memberikan baginya pahala yang setara dengan membaca al-Quran 22 kali."
"Muslim yang dibacakan kepadanya Surat Yasin ketika sedang menghadapi kematian, maka setiap huruf dari surat Yasin menjelma menjadi sepuluh malaikat yang berdiri dan berjejer di depannya memintakan ampun.”
Dalam riwayat yang lain, menurut al-Zamakhsyari, Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh di dalam al-Quran terdapat surat yang dapat menjadi obat penyembuh bagi orang yang membacanya dan dapat menjadi penebus dosa bagi yang mendengarkannya. Ingat! Surat itu adalah surat Yasin.”
Baca juga: Surat Yasin Ayat 77: Musuh yang Nyata Itu Diciptakan dari Air Hina
(mhy)
Lihat Juga :