Kisah Walid bin Mughirah Ajak Barter Abu Thalib: Anaknya Ditukar dengan Nabi Muhammad SAW
Rabu, 23 Februari 2022 - 17:29 WIB
loading...
A
A
A
Akhir Hayat Al-Walid
Tiga bulan setelah Rasulullah SAW hijrah ke Madinah, Al-Walid ibn Al-Mughirah meninggal dunia.
Dalam sebuah riwayat diceritakan bahwa suatu ketika Al-Walid melewati rumah Harits ibn 'Amir ibn Khuza'ah. Saat itu, Harits tengah mengasah anak panah miliknya. Tiba-tiba, salah satu anak panah tersebut mengenai kaki Al-Walid hingga kakinya tergores sedikit. Lalu, Malaikat Jibril mengirimkan penyakit sehingga goresan luka pada kakinya tersebut lama-kelamaan menjadi parah dan membusuk. Tak lama setelah peristiwa itu, Al-Walid pun meninggal dunia.
Oleh karena itu, sebelum meninggal, Al-Walid berpesan kepada anak-anaknya untuk menuntut diyat kepada Bani Khuza'ah.
Diyat adalah denda yang dibayarkan pelaku kejahatan kepada kurban atau keluarga kurban, yaitu dalam perkara pembunuhan dan kejahatan lain terhadap tubuh manusia.
Diyat juga bisa menjadi hukuman alternatif bagi qishash. Diyat umumnya diberikan berupa binatang ternak, mulai dari 100 ekor unta atau yang senilai dengan itu (untuk tebusan 1 nyawa), dan bervariasi sesuai kadar kejahatannya.
Dalam masa-masa sekaratnya, Al-Walid terlihat merintih kesakitan. Abu Jahal yang sedang berada di tempat itu bertanya, “Apa yang engkau rintihkan, wahai Paman?”
“Aku merintih bukan karena kesakitan menghadapi maut. Akan tetapi, aku mengkhawatirkan agama Muhammad akan berjaya di Kota Makkah ini," jawab Al-Walid penuh kerisauan.
Mendengar itu, Abu Sufyan yang juga berada di sana berkata, “Tidak! Aku menjamin itu tidak akan pernah terjadi.”
Akhirnya, Al-Walid pun meninggal. Kala itu, usianya sekitar 75 tahun. Dalam riwayat lain disebutkan bahwa usianya mencapai 95 tahun. Dia dimakamkan di Hajun, sebuah pemakaman kuno di Kota Makkah yang berjarak sekitar 1,5 mil dari Masjidil Haram.
Kematiannya adalah realisasi dari janji Allah SWT bahwa Dia akan membebaskan Rasulullah SAW dari tukang olok-oloknya selama ini, sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya, "Sesungguhnya Kami memelihara kamu (Muhammad) dari (kejahatan) orang-orang yang memperolok-olokkan (kamu)" ( QS Al-Hijr (15): 95).
Baca juga: Abu Jahal Berperan Penting Membuat Abu Thalib Mati dalam Keadaan Kafir
Tiga bulan setelah Rasulullah SAW hijrah ke Madinah, Al-Walid ibn Al-Mughirah meninggal dunia.
Dalam sebuah riwayat diceritakan bahwa suatu ketika Al-Walid melewati rumah Harits ibn 'Amir ibn Khuza'ah. Saat itu, Harits tengah mengasah anak panah miliknya. Tiba-tiba, salah satu anak panah tersebut mengenai kaki Al-Walid hingga kakinya tergores sedikit. Lalu, Malaikat Jibril mengirimkan penyakit sehingga goresan luka pada kakinya tersebut lama-kelamaan menjadi parah dan membusuk. Tak lama setelah peristiwa itu, Al-Walid pun meninggal dunia.
Oleh karena itu, sebelum meninggal, Al-Walid berpesan kepada anak-anaknya untuk menuntut diyat kepada Bani Khuza'ah.
Diyat adalah denda yang dibayarkan pelaku kejahatan kepada kurban atau keluarga kurban, yaitu dalam perkara pembunuhan dan kejahatan lain terhadap tubuh manusia.
Diyat juga bisa menjadi hukuman alternatif bagi qishash. Diyat umumnya diberikan berupa binatang ternak, mulai dari 100 ekor unta atau yang senilai dengan itu (untuk tebusan 1 nyawa), dan bervariasi sesuai kadar kejahatannya.
Dalam masa-masa sekaratnya, Al-Walid terlihat merintih kesakitan. Abu Jahal yang sedang berada di tempat itu bertanya, “Apa yang engkau rintihkan, wahai Paman?”
“Aku merintih bukan karena kesakitan menghadapi maut. Akan tetapi, aku mengkhawatirkan agama Muhammad akan berjaya di Kota Makkah ini," jawab Al-Walid penuh kerisauan.
Mendengar itu, Abu Sufyan yang juga berada di sana berkata, “Tidak! Aku menjamin itu tidak akan pernah terjadi.”
Akhirnya, Al-Walid pun meninggal. Kala itu, usianya sekitar 75 tahun. Dalam riwayat lain disebutkan bahwa usianya mencapai 95 tahun. Dia dimakamkan di Hajun, sebuah pemakaman kuno di Kota Makkah yang berjarak sekitar 1,5 mil dari Masjidil Haram.
Kematiannya adalah realisasi dari janji Allah SWT bahwa Dia akan membebaskan Rasulullah SAW dari tukang olok-oloknya selama ini, sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya, "Sesungguhnya Kami memelihara kamu (Muhammad) dari (kejahatan) orang-orang yang memperolok-olokkan (kamu)" ( QS Al-Hijr (15): 95).
Baca juga: Abu Jahal Berperan Penting Membuat Abu Thalib Mati dalam Keadaan Kafir
Lihat Juga :