Fenomena Dua Laut yang Tak Menyatu, Begini Penjelasan Al-Qur'an dan Sains
Minggu, 05 Juni 2022 - 07:15 WIB
loading...
Fenomena lautan tak menyatu ini diabadikan dalam Al-Quran Surat Ar-Rahman sebagai salah satu tanda kebesaran Allah. Foto/Ist
A
A
A
Biasanya ketika air dicampur dengan air maka keduanya menyatu dan bercampur. Namun, di beberapa tempat dua lautan justru tidak menyatu.
Fenomena lautan yang tidak menyatu ini diabadikan dalam Al-Qur'an sebagai salah satu tanda-tanda kebesaran Allah. Peristiwa ini disebutkan dalam Surat Ar-Rahman Ayat 19-20.
Dalam Islam, fenomena ini bisa dipahami sebagai ayat Kauniyah atau tanda-tanda Allah pada alam semesta. Yang dimaksud dua lautan adalah lautan asin dan tawar. Yang asin mencakup laut dan samudra. Sementara yang tawar mencakup berbagai sungai.
Allah membatasi di antara keduanya dengan batas yang telah diciptakan dengan kekuasaan-Nya sebagaimana firman-Nya: "Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar dan segar dan yang lain sangat asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang tidak tembus." (QS Al-Furqan: 53)
Mari kita simak firman Allah dalam Surat Ar-Rahman berikut penjelasannya:
Artinya: "Dia membiarkan dua laut mengalir yang (kemudian) keduanya bertemu. Di antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing." (QS Ar-Rahman Ayat 19-20)
Marajal Bahrain artinya membiarkan kedua lautan asin dan tawar itu bertemu tanpa saling melampaui batas satu dengan yang lainnya.Dalam tafsir Kemenag, penjelasan Al-Bahrain mengandung makna dua lautan tak bertemu seperti di Selat Gibraltar yang memisahkan Samudera Atlantik dan Laut Mediterania. Juga Laut Timur Jepang terdapat batasan meskipun saling berdampingan.
Pandangan Sains
![Fenomena Dua Laut yang Tak Menyatu, Begini Penjelasan Al-Qur'an dan Sains]()
Peristiwa di atas dapat dilihat seperti sungai-sungai yang mengalir ke laut dan rasanya menjadi asin, sedang air sungainya tetap tawar. Menurut kajian ilmiah, laut mempunyai sifat fisika dan kimia yang tidak homogen. Ketidak homogenan ini menyebabkan laut bergerak dinamis.
Proses yang memicu pergerakan ini sangat kompleks dan melibatkan tenaga dari luar seperti angin, rotasi bumi, topografi dasar laut maupun hubungan satu sama lain antar laut.
Distribusi rapat massa yang tergantung pada tingkat kegaraman, temperatur dan tekanan udara juga mempunyai peranan penting. Aliran arus permukaan yang hangat dari kawasan tropis mengalir melintasi khatulistiwa menuju Lautan Atlantik Utara dan Laut Norwegia, untuk kemudian mengalami pendinginan.
Fenomena lautan yang tidak menyatu ini diabadikan dalam Al-Qur'an sebagai salah satu tanda-tanda kebesaran Allah. Peristiwa ini disebutkan dalam Surat Ar-Rahman Ayat 19-20.
Dalam Islam, fenomena ini bisa dipahami sebagai ayat Kauniyah atau tanda-tanda Allah pada alam semesta. Yang dimaksud dua lautan adalah lautan asin dan tawar. Yang asin mencakup laut dan samudra. Sementara yang tawar mencakup berbagai sungai.
Allah membatasi di antara keduanya dengan batas yang telah diciptakan dengan kekuasaan-Nya sebagaimana firman-Nya: "Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar dan segar dan yang lain sangat asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang tidak tembus." (QS Al-Furqan: 53)
Mari kita simak firman Allah dalam Surat Ar-Rahman berikut penjelasannya:
مَرَجَ ٱلْبَحْرَيْنِ يلْتَقِيَانِ . بينهُمَا برْزَخٌ لَّا يبْغِيَانِ
Artinya: "Dia membiarkan dua laut mengalir yang (kemudian) keduanya bertemu. Di antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing." (QS Ar-Rahman Ayat 19-20)
Marajal Bahrain artinya membiarkan kedua lautan asin dan tawar itu bertemu tanpa saling melampaui batas satu dengan yang lainnya.Dalam tafsir Kemenag, penjelasan Al-Bahrain mengandung makna dua lautan tak bertemu seperti di Selat Gibraltar yang memisahkan Samudera Atlantik dan Laut Mediterania. Juga Laut Timur Jepang terdapat batasan meskipun saling berdampingan.
Pandangan Sains

Peristiwa di atas dapat dilihat seperti sungai-sungai yang mengalir ke laut dan rasanya menjadi asin, sedang air sungainya tetap tawar. Menurut kajian ilmiah, laut mempunyai sifat fisika dan kimia yang tidak homogen. Ketidak homogenan ini menyebabkan laut bergerak dinamis.
Proses yang memicu pergerakan ini sangat kompleks dan melibatkan tenaga dari luar seperti angin, rotasi bumi, topografi dasar laut maupun hubungan satu sama lain antar laut.
Distribusi rapat massa yang tergantung pada tingkat kegaraman, temperatur dan tekanan udara juga mempunyai peranan penting. Aliran arus permukaan yang hangat dari kawasan tropis mengalir melintasi khatulistiwa menuju Lautan Atlantik Utara dan Laut Norwegia, untuk kemudian mengalami pendinginan.
Lihat Juga :