3 Aspek Pokok Bukti Keesaan Tuhan Menurut Al-Qur'an
Sabtu, 25 Juni 2022 - 11:32 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Quraish, maksud ayat ini adalah "seandainya ada dua pencipta, maka akan kacau ciptaan, karena jika masing-masing Pencipta menghendaki sesuatu yang tidak dikehendaki oleh yang lain, maka kalau keduanya berkuasa, ciptaan pun akan kacau atau tidak akan mewujud; kalau salah satu mengalahkan yang lain, maka yang kalah bukan Tuhan; dan apabila mereka berdua bersepakat, maka itu merupakan bukti kebutuhan dan kelemahan mereka, sehingga keduanya bukan Tuhan, karena Tuhan tidak mungkin membutuhkan sesuatu atau lemah atas sesuatu."
Baca juga: Uniknya Islam: Mengajarkan Tauhid Namun Merangkul Keberagaman
Pengalaman rohani pun disebutkan oleh Al-Qur'an yaitu pengalaman para Nabi dan Rasul. Misalnya pengalaman Nabi Musa as (Baca QS Thaha [20]: 9-47). Demikian juga pengalaman Nabi Ibrahim dan Nabi Muhammad SAW, serta nabi-nabi yang lain dengan berbagai rinciannya yang berbeda, namun semuanya bermuara pada tauhid atau Keesaan Tuhan.
Di samping mengemukakan dalil-dalil di atas, Al-Qur'an juga mengajak mereka yang mempersekutukan Tuhan untuk memaparkan hujjah mereka
"Apakah mereka mengambil tuhan-tuhan selain-Nya? Katakanlah, 'Kemukakan bukti kalian!'" ( QS Al-Anbiya' [21] : 24).
"Katakanlah, 'Jelaskanlah kepadaku tentang apa yang kamu sembah selain Allah; perlihatkan kepada-Ku apakah yang telah mereka ciptakan dan bumi ini, atau adakah mereka berserikat (dengan Allah) dalam (penciptaan) langit. Bawalah kepadaku kitab sebelum (Al-Qur'an) ini, atau peninggalan dan pengetahuan (orang-orang dahulu) jika kamu adalah orang-orang yang benar'" ( QS Al-Ahqaf [46] : 4)
Baca juga: Keesaan Tuhan dan Hari Kebangkitan: Penemuan Nabi Ibrahim adalah Penemuan Manusia yang Terbesar
Baca juga: Uniknya Islam: Mengajarkan Tauhid Namun Merangkul Keberagaman
Pengalaman rohani pun disebutkan oleh Al-Qur'an yaitu pengalaman para Nabi dan Rasul. Misalnya pengalaman Nabi Musa as (Baca QS Thaha [20]: 9-47). Demikian juga pengalaman Nabi Ibrahim dan Nabi Muhammad SAW, serta nabi-nabi yang lain dengan berbagai rinciannya yang berbeda, namun semuanya bermuara pada tauhid atau Keesaan Tuhan.
Di samping mengemukakan dalil-dalil di atas, Al-Qur'an juga mengajak mereka yang mempersekutukan Tuhan untuk memaparkan hujjah mereka
"Apakah mereka mengambil tuhan-tuhan selain-Nya? Katakanlah, 'Kemukakan bukti kalian!'" ( QS Al-Anbiya' [21] : 24).
"Katakanlah, 'Jelaskanlah kepadaku tentang apa yang kamu sembah selain Allah; perlihatkan kepada-Ku apakah yang telah mereka ciptakan dan bumi ini, atau adakah mereka berserikat (dengan Allah) dalam (penciptaan) langit. Bawalah kepadaku kitab sebelum (Al-Qur'an) ini, atau peninggalan dan pengetahuan (orang-orang dahulu) jika kamu adalah orang-orang yang benar'" ( QS Al-Ahqaf [46] : 4)
Baca juga: Keesaan Tuhan dan Hari Kebangkitan: Penemuan Nabi Ibrahim adalah Penemuan Manusia yang Terbesar
(mhy)
Lihat Juga :