Kehadiran Allah Taala dalam Kehidupan Manusia, Begini Penjelasan Quraish Shihab
Rabu, 06 Juli 2022 - 17:01 WIB
loading...
A
A
A
"Prinsip lengkap ini harus terus-menerus dipelihara, diasah, dan diasuh," katanya. "Memang boleh jadi seorang Muslim mengalami godaan sehingga timbul tanda tanya menyangkut kehadiran Allah Yang Maha Esa itu. Yang demikian adalah wajar-wajar saja, asal ia selalu berupaya untuk mengusir godaan itu," lanjut Quraish Shihab.
Hal ini dialami juga oleh para sahabat Nabi SAW. Mereka yang mengadukan pengalamannya kepada beliau ditanggapi oleh Nabi
SAW. dengan bersabda: "Segala puji bagi Allah yang menangkal tipuannya (setan) menjadi waswasah (bisikan)."
Sahabat Nabi, Ibnu Abbas, pernah ditanya oleh Abu Zamil Sammak ibn Al-Walid, "Apakah yang saya rasakan di dalam dadaku (ini)?"
"Apakah itu," tanya Ibnu Abbas.
"Demi Allah saya tidak akan mengatakannya."
Ibnu Abbas bertanya balik, "Apakah semacam syak atau keraguan?"
Si penanya mengiyakan.
Ibnu Abbas kemudian berkata, "Tidak seorang pun (dari kami) yang terbebaskan dari yang demikian, sampai turun firman Allah:
"Apabila kamu dalam keraguan dari apa yang Kami turunkan kepadamu, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang membaca kitab sebelum kamu" ( QS Yunus [10] : 94).
Apabila engkau mendapatkan hal itu bacalah, Dia yang Awal, Dia Yang Akhir, Dia Yang Zhahir (tampak melalui ciptaan-Nya), Dia juga Yang Batin (tak tampak hakikat Zat-Nya), dan Dia. Maha Mengetahui segala sesuatu."
Demikian Allah SWT Karena itu wajar kita bermohon:
"Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkaulah Maha Pemberi anugerah" ( QS Ali 'Imran 13] : 8).
Baca juga: Tauhid: 4 Keesaan Allah Taala Menurut Quraish Shihab
Hal ini dialami juga oleh para sahabat Nabi SAW. Mereka yang mengadukan pengalamannya kepada beliau ditanggapi oleh Nabi
SAW. dengan bersabda: "Segala puji bagi Allah yang menangkal tipuannya (setan) menjadi waswasah (bisikan)."
Sahabat Nabi, Ibnu Abbas, pernah ditanya oleh Abu Zamil Sammak ibn Al-Walid, "Apakah yang saya rasakan di dalam dadaku (ini)?"
"Apakah itu," tanya Ibnu Abbas.
"Demi Allah saya tidak akan mengatakannya."
Ibnu Abbas bertanya balik, "Apakah semacam syak atau keraguan?"
Si penanya mengiyakan.
Ibnu Abbas kemudian berkata, "Tidak seorang pun (dari kami) yang terbebaskan dari yang demikian, sampai turun firman Allah:
"Apabila kamu dalam keraguan dari apa yang Kami turunkan kepadamu, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang membaca kitab sebelum kamu" ( QS Yunus [10] : 94).
Apabila engkau mendapatkan hal itu bacalah, Dia yang Awal, Dia Yang Akhir, Dia Yang Zhahir (tampak melalui ciptaan-Nya), Dia juga Yang Batin (tak tampak hakikat Zat-Nya), dan Dia. Maha Mengetahui segala sesuatu."
Demikian Allah SWT Karena itu wajar kita bermohon:
"Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkaulah Maha Pemberi anugerah" ( QS Ali 'Imran 13] : 8).
Baca juga: Tauhid: 4 Keesaan Allah Taala Menurut Quraish Shihab
(mhy)
Lihat Juga :