Dakwah Muslimah Harus Bersifat Layyin, Begini Penjelasannya

Rabu, 13 Juli 2022 - 11:07 WIB
loading...
Dakwah Muslimah Harus...
Para muslimah hendaknya meniru cara Rasulullah Shallahualaihi wa Sallam dalam berdakwah, yakni dengan sikap yang lemah lembut namun tetap tegas. Misalnya, sikapnya santun saat bertutur kata. Foto ilustrasi/ist
A A A
Para muslimah hendaknya meniru cara Rasulullah Shallahu'alaihi wa sallam dalam berdakwah . Yakni dengan sikap yang lemah lembut namun tetap tegas. Misalnya, sikapnya santun saat bertutur kata. Berbicara pada orang lain sesuai tingkat pemahaman yang didakwahi

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman :

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللّٰهِ لِنْتَ لَهُمْ ۚ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيْظَ الْقَلْبِ لَا نْفَضُّوْا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَا عْفُ عَنْهُمْ وَا سْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِى الْاَ مْرِ ۚ فَاِ ذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِيْنَ


"Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampun untuk mereka, dan bermusyawaralah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang yang bertawakal."
(QS. Ali 'Imran : 159).

Baca juga: Bagaimana Peran dan Dakwah Muslimah di Zaman Now?

Dalam kitab kumpulan fatwa Syekh Abdul Aziz bin Baz, beliau menegaskan, zaman ini adalah zaman lemah lembut, kesabaran, dan hikmah, bukan masanya kekerasan, sebab kebanyakan manusia berada dalam kebodohan, kelalaian, dan lebih banyak mengedepankan urusan dunia.

"Diharuskan untuk banyak bersabar dan lemah lembuh sehingga dakwah bisa tersebar dan sampai kepada manusia dan mereka menjadi mengerti. Mudah-mudahan Allah memberikan hidayah-Nya kepada semua," tegas Syekh bin Baz.

Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu'anhu, Rasulullah Shallahu'alaihi wa Sallam bersabda :

“Maukah kalian aku tunjukkan orang yang haram baginya tersentuh api neraka? Para sahabat berkata, ‘Mau, wahai Rasulullah! Beliau menjawab, ‘Yang haram tersentuh api neraka adalah, orang yang hayyin, layyin, qarib, dan sahl.’” (HR Tirmidzi)

Menurut Nabi Shallallahu alaihi wa sallam, Hayyin adalah orang yang selalu tenang jiwanya dan sikapnya. Layyin adalah lemah lembut dan santun tutur katanya. Qarib adalah ramah dan murah senyum. Dan Sahl adalah memudahkan urusan orang lain.

Tentang layyin (lemah lembut) ini, menjadi hal terpenting yang harus diperhatikan oleh muslimah dalam berdakwah. Kelembutan dalam berdakwah ini dibutuhkan karena tabiat manusia tidak ada yang pernah senang dan menginginkan kekerasan.

Bahkan orang yang berdakwah dengan cara yang kasar, gegabah juga tidak ingin jika diperlakukan dengan perilaku tidak menyenangkan.

Dari Aisyah ra. bahwa Rasulullah bersabda : “Sesungguhnya tidaklah kelemah lembutan itu ada pada sesuatu melainkan ia akan memperindahnya, dan tidaklah kelemah lembutan itu dicabut dari sesuatu melainkan akan memperburuknya.” (HR Muslim).

Jadi, kewajiban Muslimah bukan hanya sebagai ibu dan pengatur rumah tangga. Namun, Muslimah juga memiliki tanggung jawab lain yang hukumnya juga wajib yaitu turut aktif melakukan dakwah.

Muslimah juga mesti berusaha mempersiapkan anaknya menjadi pejuang Islam merupakan penyumbang besar dalam proses perubahan masyarakat. Dan juga eranan untuk membimbing di masyarakat. Muslimah juga akan turut berjuang bersama muslimah lainnya untuk membentuk para pendukung dakwah Islam.

Dakwah dan peran muslimah ini untuk mewujudkan masyarakat Islam secara bersama-sama sesama muslim. Para muslimah harus menjadi pemberi nasihat yang baik di keluarga dan masyarakat.

Rasulullah bersabda :

“Agama itu nasihat”. Para sahabat bertanya, kepada siapa ya Rasulullah?’ Beliau menjawab: “Kepada Allah dan Rasul-Nya, para pemimpin kaum Muslim dan rakyat mereka.” (HR Bukhari).

Tentunya, dakwah muslimah harus bersifat layyin, seperti hadis di atas. Bersikap layyin, meski benar tapi tetap bersikap santun. Karena sesungguhnya jiwa yang dirindukan surga ialah orang yang bersikap dan berkata lembut (layyin).

Baca juga: Bolehkah Menikah di Bulan Dzulhijjah? Begini Penjelasannya

Wallahu A'lam
(wid)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Ini Amalan Terbaik bagi...
Ini Amalan Terbaik bagi Wanita Haid dan Nifas di Bulan Muharram
Nanti Malam Takbiran,...
Nanti Malam Takbiran, Muslimah Boleh Lho Ikutan!
Pengin Cantik Alami?...
Pengin Cantik Alami? 6 Amalan Ini Bisa Diamalkan Kaum Muslimah
7 Amalan Wanita Haid...
7 Amalan Wanita Haid di Hari Lebaran, Sayang untuk Dilewatkan!
3 Hal Harus Dihindari...
3 Hal Harus Dihindari Kaum Wanita saat Merayakan Idulfitri, Apa Itu?
Sedang Haid Tapi Ingin...
Sedang Haid Tapi Ingin Dapat Lailatul Qadar? Tenang, Ini 10 Amalannya!
Rekomendasi
Cara Suku Maya Menghitung...
Cara Suku Maya Menghitung Fenomena Alam yang Akan Terjadi Terungkap!
Ibnu Katsir: Karyanya...
Ibnu Katsir: Karyanya Berkuaitas Tinggi, Tak Lekang oleh Sejarah
Ini Alasan Presiden...
Ini Alasan Presiden Turkmenistan Ngotot Tutup Gerbang Mulut Neraka
Artikel Terkini
Ini Amalan Terbaik bagi...
Ini Amalan Terbaik bagi Wanita Haid dan Nifas di Bulan Muharram
Peristiwa di Bulan Muharram...
Peristiwa di Bulan Muharram : Di Hari Asyura, Nabi Idris AS Diangkat ke Langit
Mengapa Hari Asyura...
Mengapa Hari Asyura Sakral bagi Syiah? Jejak Berdarah Tragedi Karbala
Hadis-Hadis tentang...
Hadis-Hadis tentang Hari Asyura, dari Amalan hingga Keutamaannya
Kenapa Hari Asyura Dijuluki...
Kenapa Hari Asyura Dijuluki Lebaran Anak Yatim? Begini Sejarahnya di Indonesia
Mengapa Hari Asyura...
Mengapa Hari Asyura Begitu Istimewa? Ini Keutamaan, Peristiwa Besar, dan Fadhilah Puasanya
Infografis
10 Kota Israel Dihuni...
10 Kota Israel Dihuni Banyak Umat Islam, Ada yang 99% Muslim
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved