Keistimewaan Masjid Quba: Allah yang Langsung Memuji Masjid ini, Mengapa?
Rabu, 13 Juli 2022 - 12:33 WIB
loading...
A
A
A
Kisah itu menggambarkan, betapa seringnya Rasulullah mengunjungi Dan beribadah di Masjid Quba. Menurut catatan sejarah masjid ini di dirikan Rasulullah pada saat unta yang ditunggangi beliau berhenti dalam perjalanan hijrah dari Mekkah ke Madinah. Dan merupakan masjid pertama yang didirikan Nabi Muhammad di Kota Madinah sebelum Masjid Nabawi.
Posisi persisnya adalah Masjid Quba ini berda di luar kota Madinah. Tepatnya sekitar 2 mil atau 5 km di sebelah tenggara kota Madinah. Dibangun di bulan Rabiulawal tahun pertama Hijriah atau 622 M.
Sebagaimana dikisahkan dalam kitab-kitab Sirah, sebelum Rasulullah dan Sayidina Abu Bakar ash-Shiddiq sampai ke Madinah (Yatsrib) dalam perjalanan hijrahnya dari Makkah, beliau sempat singgah di daerah bernama Quba. Daerah ini dikenal penuh dengan pohon kurma.
Di tempat ini beliau dan sahabatnya tinggal selama beberapa hari. Sebagian ahli sirah menyebut, lebih kurang selama empat hari. Kemudian beliau membangun sebuah masjid di lahan kebun kurma seluas 1.200 meter persegi.
Baca juga: Mohammed bin Salman: Masjid Pertama Umat Islam Diperluas 10 Kali Lipat
Rasulullah SAW sendiri turut terlibat langsung dalam pembangunan masjid ini. Beliau membawa bahan-bahan bangunan sendiri hingga badan beliau dipenuhi debu dan pasir. Lalu ketika selesai, beliau pun memimpin sholat.
Tentu saja, Masjid Quba yang dibangun oleh Rasulullah saat itu berbeda dengan masjid Quba yang ada saat ini. Masjid yang berdiri sekarang ukurannya jauh lebih besar, yakni seluas 5.860 meter dengan daya tampung hingga 20 ribu orang.
Masjid ini memang beberapa kali mengalami renovasi. Di masa Khalifah Umar bin Abdul Aziz, menara masjid pertama kali dibangun. Adapun renovasi terakhir dilakukan secara besar-besaran oleh pemerintah kerajaan Arab Saudi pada 1986.
Imam Nawawi dalam kitabnya Almajmu menganjurkan untuk senantiasa mengunjungi dan salat di Masjid Quba.
Imam Nawawi mengatakan bahwa sangat disunahkan untuk mendatangi Masjid Quba terutama hari Sabtu dengan niat mendekatkan diri kepada Allah dan salat di dalamnya.
Posisi persisnya adalah Masjid Quba ini berda di luar kota Madinah. Tepatnya sekitar 2 mil atau 5 km di sebelah tenggara kota Madinah. Dibangun di bulan Rabiulawal tahun pertama Hijriah atau 622 M.
Sebagaimana dikisahkan dalam kitab-kitab Sirah, sebelum Rasulullah dan Sayidina Abu Bakar ash-Shiddiq sampai ke Madinah (Yatsrib) dalam perjalanan hijrahnya dari Makkah, beliau sempat singgah di daerah bernama Quba. Daerah ini dikenal penuh dengan pohon kurma.
Di tempat ini beliau dan sahabatnya tinggal selama beberapa hari. Sebagian ahli sirah menyebut, lebih kurang selama empat hari. Kemudian beliau membangun sebuah masjid di lahan kebun kurma seluas 1.200 meter persegi.
Baca juga: Mohammed bin Salman: Masjid Pertama Umat Islam Diperluas 10 Kali Lipat
Rasulullah SAW sendiri turut terlibat langsung dalam pembangunan masjid ini. Beliau membawa bahan-bahan bangunan sendiri hingga badan beliau dipenuhi debu dan pasir. Lalu ketika selesai, beliau pun memimpin sholat.
Tentu saja, Masjid Quba yang dibangun oleh Rasulullah saat itu berbeda dengan masjid Quba yang ada saat ini. Masjid yang berdiri sekarang ukurannya jauh lebih besar, yakni seluas 5.860 meter dengan daya tampung hingga 20 ribu orang.
Masjid ini memang beberapa kali mengalami renovasi. Di masa Khalifah Umar bin Abdul Aziz, menara masjid pertama kali dibangun. Adapun renovasi terakhir dilakukan secara besar-besaran oleh pemerintah kerajaan Arab Saudi pada 1986.
Imam Nawawi dalam kitabnya Almajmu menganjurkan untuk senantiasa mengunjungi dan salat di Masjid Quba.
Imam Nawawi mengatakan bahwa sangat disunahkan untuk mendatangi Masjid Quba terutama hari Sabtu dengan niat mendekatkan diri kepada Allah dan salat di dalamnya.
Lihat Juga :