Kisah Nabi Muhammad SAW Ditinggal Orang-orang Tercinta Sejak Kecil
Senin, 29 Agustus 2022 - 14:41 WIB
loading...
A
A
A
Saat sang paman meninggal, Nabi Muhammad sudah beristri dengan Siti Khadijah. Hanya, sang istri juga dipanggil Allah, jarak dua atau tiga tahun setelah Abu Thalib tutup usia.
Hikmah
Kisah hidup Nabi Muhammad yang penuh duka ini sudah kehendak Allah untuk mendidik Nabi-Nya agar menjadi pribadi yang tangguh. Sebab, Nabi diutus membawa misi besar yang sudah barang tentu membutuhkan ketangguhan mental.
Dengan meninggalnya orang-orang tercinta yang silih berganti sejak berada dalam kandungan, ini menunjukkan Allah ingin mengajarkan kepada Nabi-Nya bahwa hanya Dia semata yang menjadi pelindung dan pemberi kekuatan utama dalam menyukseskan misi dakwah Muhammad di tengah Quraisy Makkah.
Terbukti, berkat sikap tawakkal inilah Nabi berhasil mengislamkan banyak penduduk hanya dalam waktu 23 tahun. Kemudian, dengan hidup susah ditinggal orang-orang tercinta berarti Nabi Muhammad telah merasakan bagaimana hidup penuh kesedihan dalam serba kekurangan. Liku hidup seperti ini mendidik Nabi menjadi pribadi yang welas asih dan menjadi modal penting dalam memimpin umat. Sehingga, beliau dikenal sebagai sosok yang sangat penyayang, terutama kepada umat dari kelas sosial rendah.
Demikian kisah Nabi Muhammad ditinggalkan orang-orang tercinta sejak kecil. Hikmah yang dapat kita petik bahwa semua merupakan ujian dari Allah agar Nabi akhir zaman ini memiliki mental tangguh dalam mengemban misi risalahnya.
Muhamad Abror,
Santri Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta
Baca Juga: Peran Nabi Muhammad SAW dalam Kehidupan Manusia
Hikmah
Kisah hidup Nabi Muhammad yang penuh duka ini sudah kehendak Allah untuk mendidik Nabi-Nya agar menjadi pribadi yang tangguh. Sebab, Nabi diutus membawa misi besar yang sudah barang tentu membutuhkan ketangguhan mental.
Dengan meninggalnya orang-orang tercinta yang silih berganti sejak berada dalam kandungan, ini menunjukkan Allah ingin mengajarkan kepada Nabi-Nya bahwa hanya Dia semata yang menjadi pelindung dan pemberi kekuatan utama dalam menyukseskan misi dakwah Muhammad di tengah Quraisy Makkah.
Terbukti, berkat sikap tawakkal inilah Nabi berhasil mengislamkan banyak penduduk hanya dalam waktu 23 tahun. Kemudian, dengan hidup susah ditinggal orang-orang tercinta berarti Nabi Muhammad telah merasakan bagaimana hidup penuh kesedihan dalam serba kekurangan. Liku hidup seperti ini mendidik Nabi menjadi pribadi yang welas asih dan menjadi modal penting dalam memimpin umat. Sehingga, beliau dikenal sebagai sosok yang sangat penyayang, terutama kepada umat dari kelas sosial rendah.
Demikian kisah Nabi Muhammad ditinggalkan orang-orang tercinta sejak kecil. Hikmah yang dapat kita petik bahwa semua merupakan ujian dari Allah agar Nabi akhir zaman ini memiliki mental tangguh dalam mengemban misi risalahnya.
Muhamad Abror,
Santri Pesantren Asshiddiqiyah Jakarta
Baca Juga: Peran Nabi Muhammad SAW dalam Kehidupan Manusia
(rhs)
Lihat Juga :