Jangan Pelit Mendoakan Orang Bersin, Berikut Kisah Imam Abu Dawud
Jum'at, 02 September 2022 - 23:10 WIB
loading...
Kisah Imam Abu Dawud mendoakan orang yang bersin memberi kita hikmah dan pelajaran berharga. Foto/dok Channel Amirul Mukminin
A
A
A
Salah satu kewajiban muslim terhadap muslim lainnya adalah mendoakan orang yang mengucap hamdalah ketika bersin. Sebagian orang mungkin menganggap remeh hal ini, padahal di dalamnya ada faedah dan keutamaan besar.
Seperti kisah Imam Abu Dawud (202-275 H)yang membuat takjub para penumpang kapal. Imam Abu Dawud adalah ulama ahli hadis yang mengumpulkan sekitar 50.000 hadis dan menuliskan 4.800 di antaranya dalam Kitab Sunan Abu Dawud. Nama lengkapnya Abu Dawud Sulaiman bin Al-Asy'ats As-Sijistani. Beliau wafat di Basrah Tahun 888 Masehi pada usia 73 tahun, ada yang menyebut 71 tahun.
Diceritakan oleh Ustaz Amru Hamdany yang menukil riwayat dari Imam Ibnu Abdil Barr. Suatu kali Imam Abu Dawud berada di sebuah kapal mendengar orang bersin di pesisir pantai.
Orang yang bersin itu mengucapkan hamdalah (ٱلْحَمْدُ لِلَّٰهِ رَبِّ ٱلْعَالَمِينَ) sebagaimana sunnah setelah bersin. Imam Abu Dawud yang mendengar hal itu kemudian menyewa sebuah perahu kecil seharga 1 Dirham hanya untuk mendatangi orang yang bersin tadi. Lalu beliau mengucapkan يَرْحَمُك اللهُ (yarhamukallah) "semoga Allah melimpahkan rahmat padamu."
Setelah itu beliau balik lagi ke kapal. Orang-orang yang berada di kapal terheran-heran dan bertanya mengapa beliau melakukan hal itu. Imam Abu Dawud menjawab:
لعله يكون مجابَ الدعوة
Artinya: "Barangkali orang yang bersin tadi mustajab doanya."
Hal ini karena ketika beliau mendoakan orang yang bersin, sunnah bagi yang bersin untuk mendoakan balik dengan kalimat:
Yahdikumullah wa Yushlihu Baalakum
Artinya: "Semoga Allah memberimu petunjuk dan memperbaiki keadaanmu."
Imam Abu Dawud berharap orang yang bersin tadi adalah orang yang mustajab doanya. Kemudian, ketika orang-orang yang di kapal tertidur, mereka mendengar seruan:
Seperti kisah Imam Abu Dawud (202-275 H)yang membuat takjub para penumpang kapal. Imam Abu Dawud adalah ulama ahli hadis yang mengumpulkan sekitar 50.000 hadis dan menuliskan 4.800 di antaranya dalam Kitab Sunan Abu Dawud. Nama lengkapnya Abu Dawud Sulaiman bin Al-Asy'ats As-Sijistani. Beliau wafat di Basrah Tahun 888 Masehi pada usia 73 tahun, ada yang menyebut 71 tahun.
Diceritakan oleh Ustaz Amru Hamdany yang menukil riwayat dari Imam Ibnu Abdil Barr. Suatu kali Imam Abu Dawud berada di sebuah kapal mendengar orang bersin di pesisir pantai.
Orang yang bersin itu mengucapkan hamdalah (ٱلْحَمْدُ لِلَّٰهِ رَبِّ ٱلْعَالَمِينَ) sebagaimana sunnah setelah bersin. Imam Abu Dawud yang mendengar hal itu kemudian menyewa sebuah perahu kecil seharga 1 Dirham hanya untuk mendatangi orang yang bersin tadi. Lalu beliau mengucapkan يَرْحَمُك اللهُ (yarhamukallah) "semoga Allah melimpahkan rahmat padamu."
Setelah itu beliau balik lagi ke kapal. Orang-orang yang berada di kapal terheran-heran dan bertanya mengapa beliau melakukan hal itu. Imam Abu Dawud menjawab:
لعله يكون مجابَ الدعوة
Artinya: "Barangkali orang yang bersin tadi mustajab doanya."
Hal ini karena ketika beliau mendoakan orang yang bersin, sunnah bagi yang bersin untuk mendoakan balik dengan kalimat:
يَهْدِيْكُمُ اللهُ وَيُصْلِحُ بَالَكُمْ
Yahdikumullah wa Yushlihu Baalakum
Artinya: "Semoga Allah memberimu petunjuk dan memperbaiki keadaanmu."
Imam Abu Dawud berharap orang yang bersin tadi adalah orang yang mustajab doanya. Kemudian, ketika orang-orang yang di kapal tertidur, mereka mendengar seruan:
Lihat Juga :