Asal Usul Rebo Wekasan dan Hukum Sholat Sunnah dan Sedekah Tolak Bala

Rabu, 21 September 2022 - 16:02 WIB
loading...
Asal Usul Rebo Wekasan...
Buya Yahya menjelaskan pandangan syariat tentang amalan Rebo Wekasan. Foto/dok Al-Bahjah TV
A A A
Setiap Rabu terakhir bulan Safar selalu ada polemik tentang amalan Rebo Wekasan untuk tolak bala. Hari ini bertepatan Rabu terakhir 24 Safar 1444 Hijriyah atau 21 September 2022.

Disebut Rebo Wekasan artinya Rabu terakhir bulan Safar pada kalender Jawa. Bagi masyarakat Arab Jahiliyah dulu sering menganggap Safar sebagai bulan sial. Kemudian Rasulullah SAW meluruskan keyakinan masyarakat Jahiliyah itu.

Tidak ada wabah ada mudharat kecuali dengan kehendak Allah dan tidak boleh pula meramal kesialan. Hendaknya seseorang bertawakkal kepada Allah.

Lalu bagaimana asal usul Rebo Wekasan dan hukum amalan sholat sunnah dan sedekah tolak bala? Berikut penjelasannya.

Mengutip Abdul Hamid Quds dalam kitabnya Kanzun Najah Was-Surur fi Fadhail Al-Azminah wash-Shuhur menjelaskan, banyak para Wali Allah mempunyai pengetahuan spiritual yang tinggi. Mereka mengatakan bahwa setiap tahun, Allah menurunkan 320.000 macam bala bencana ke bumi dan semua itu pertama kali terjadi pada hari Rabu terakhir di bulan Shafar. Oleh karena itu hari tersebut menjadi hari yang terberat di sepanjang tahun.

Maka barang siapa yang melakukan sholat sunnah 4 rakaat di mana setiap rakaat setelah Al-Fatihah dibaca Surat Al-Kautsar 17 kali lalu Surat Al-Ikhlash 5 kali, Al-Falaq dan An-Naas masing-masing sekali. Setelah salam membaca doa, maka Allah dengan kemurahan-Nya akan menjaga orang tersebut dari semua bala bencana yang turun di hari itu sampai sempurna setahun.

Menurut Pengasuh Lembaga Pengembangan Dakwah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah Cirebon, Buya Yahya dalam satu kajian yang disiarkan oleh Al-Bahjah TV, asal usul Rebo Wekasan ini adalah bermula dari cerita orang salih mendapat berita (ilham) bahwasanya pada hari itu akan turun penyakit. Maka mintalah perlindungan kepada Allah agar dijauhkan dari penyakit dan musibah.

"Mengamalkan amalan pada Rebo Wekasan memang tidak ada petunjuknya dari Nabi shollallohu 'alaihi wasallam. Akan tetapi kalau datangnya dari ulama apalagi ulama yang salih selama tidak bertentangan dengan ajaran Nabi tidak boleh langsung dikatakan bid'ah," jelas Buya Yahya.

Mengenai amalan Rebo Wekasan, Buya Yahya menjelaskan, orang salih yang mendapat ilham dari Allah selama yang dilakukan adalah perkara baik, bukan perkara haram misalnya bersedekah, atau sholat hajat meminta perlindungan dari bala dan musibah, maka mengikuti ilham itu hukumnya boleh. Artinya selama amalan yang dilakukan itu tidak bertentangan dengan syariat, maka itu boleh-boleh saja.

"Tapi ingat, ilham bukan Hujjah. Ilhamnya seorang salih tidak boleh jadi Hujjah. Dan ingat kalau ilham tidak bertentangan dengan syariat boleh diikuti," kata Buya Yahya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Menyikapi Perayaan Tahun...
Menyikapi Perayaan Tahun Baru Masehi, Simak Penjelasan Buya Yahya dan Gus Baha Ini
Kisah Hikmah : Ketika...
Kisah Hikmah : Ketika Sedekah Menyelamatkan Saudagar Kaya Raya
5 Sebab Sedekah Mampu...
5 Sebab Sedekah Mampu Menolak Bala dan Musibah, Kaum Muslim Wajib Tahu!
5 Doa Tolak Bala Musibah...
5 Doa Tolak Bala Musibah yang Mudah Diingat, Yuk Amalkan!
Mengapa Ada Tradisi...
Mengapa Ada Tradisi Rebo Wekasan di Bulan Safar?
Dianggap Bulan Sial,...
Dianggap Bulan Sial, Benarkah Segala Bala dan Musibah Bakal Turun di Hari Rabu Terakhir Bulan Safar?
Rekomendasi
Mengenal Selat Gibraltar,...
Mengenal Selat Gibraltar, Laut Dua Warna yang Disebutkan dalam Al Quran
Suhu Permukan Laut Samudra...
Suhu Permukan Laut Samudra Atlantik Terdeksi Terendah, Ada Apa?
Medan Magnet Bumi Terdeteksi...
Medan Magnet Bumi Terdeteksi Rusak, NASA Ingatkan akan Ada Bencana
Artikel Terkini
Pulang Ibadah dari Tanah...
Pulang Ibadah dari Tanah Suci, Bolehkah Memakai Gelar Haji?
Deretan Dalil Kuat Anjuran...
Deretan Dalil Kuat Anjuran 3 Puasa Sunnah di Bulan Muharram
Fakta Sejarah: Hijrah...
Fakta Sejarah: Hijrah Nabi SAW Terjadi di Bulan Rabiul Awal, Bukan Muharram
Jelang Kedatangan Jemaah...
Jelang Kedatangan Jemaah Gelombang Kedua di Madinah, Wamenhaj Minta Petugas Haji Siaga
Mengapa Muharram Menjadi...
Mengapa Muharram Menjadi Awal Tahun Baru Hijriah?
Pemberangkatan Jemaah...
Pemberangkatan Jemaah Haji Gelombang Kedua dari Makkah Menuju Madinah Dimulai 7 Juni
Infografis
Tetap Tenang dan Waspada,...
Tetap Tenang dan Waspada, Begini Asal-usul Virus Hendra
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved