Maulid Nabi: Kontroversi Kisah Malaikat Membelah Dada Rasulullah SAW
Selasa, 04 Oktober 2022 - 05:15 WIB
loading...
A
A
A
“Ketika aku sedang berada di belakang rumah bersama saudaraku (saudara angkat) menggembalakan anak kambing, tiba-tiba aku didatangi dua orang lelaki-mereka mengenakan baju putih- dengan membawa baskom yang terbuat dari emas penuh dengan es. Kedua orang itu menangkapku, lalu membedah perutku. Keduanya mengeluarkan hatiku dan membedahnya, lalu mereka mengeluarkan gumpalan hitam darinya dan membuangnya. Kemudian keduanya membersihkan dan menyucikan hatiku dengan air itu sampai bersih”.
Baca juga: Maulid Nabi: Kisah Alam Menyambut Lahirnya Rasulullah SAW
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad disebutkan:
فَأَقْبَلاَ يَبْتَدِرَانِي فَأَخَذَانِي فَبَطَحَانِي إِلَى الْقَفَا فَشَقَّا بَطْنِي ثُمَّ اسْتَخْرَجَا قَلْبِي فَشَقَّاهُ فَأَخْرَجَا مِنْهُ عَلَقَتَيْنِ سَوْدَاوَيْنِ “……
keduanya lalu bersegera mendekati dan memegangiku. Kemudian aku ditelentangkan, kemudian membedah perutku. Kedua malaikat itu mengeluarkan hati dari tempatnya dan membedahnya. Selanjutnya mereka mengeluarkan dua gumpalan darah hitam darinya ……”
Kisah pembedahan dada ini diriwayatkan Imam Muslim dalam kitab Shahih-nya, meskipun diceritakan secara global. Sedangkan sebagian sanad yang lainnya, meskipun tidak sahih, tetapi mencapai derajat hasan sehingga bisa dijadikan hujjah (pegangan).
Jelang Isra Miraj
Pembelahan dada Rasulullah juga terjadi pada saat beliau akan diperjalankan dalam Isra dan Miraj. Al-Imam Sayyid Muhammad bin Alawy Al-Maliky Al-Hasani menceritakan peristiwa agung ini dalam Kitab Al-Anwaarul Bahiyyah dan Dzikrayaat wa Munaasabaat.
Suatu malam Nabi Muhammad SAW berada di Hijir Ismail dekat Kakbah. Pada saat itu beliau berbaring di antara paman beliau, Sayyiduna Hamzah dan sepupu beliau, Sayyiduna Ja'far bin Abi Thalib. Tiba-tiba Malaikat Jibril, Mikail dan Israfil menghampiri beliau lalu membawanya ke arah sumur Zamzam.
Setibanya di sana mereka merebahkan tubuh mulia Rasulullah untuk dibelah dadanya oleh Jibril.
Dalam riwayat lain disebutkan suatu malam atap rumah Nabi terbuka, kemudian Jibril turun membelah dada beliau sampai di bawah perut beliau, lalu Jibril berkata kepada Mikail: "Datangkan kepadaku nampan dengan air Zamzam agar aku bersihkan hatinya dan aku lapangkan dadanya."
Ketika dada beliau dibelah, Jibril mengeluarkan hati beliau lalu membasuhnya tiga kali. Kemudian didatangkan satu nampan emas dipenuhi hikmah dan keimanan.
Jibril menuangkannya ke dalam hati beliau, maka penuhlah hati Rasulullah dengan kesabaran, keyakinan, ilmu dan kepasrahan penuh kepada Allah, lalu ditutup kembali oleh Jibril.
Baca juga: Sejarah Maulid Nabi dan Orang Pertama yang Merayakannya
Baca juga: Maulid Nabi: Kisah Alam Menyambut Lahirnya Rasulullah SAW
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad disebutkan:
فَأَقْبَلاَ يَبْتَدِرَانِي فَأَخَذَانِي فَبَطَحَانِي إِلَى الْقَفَا فَشَقَّا بَطْنِي ثُمَّ اسْتَخْرَجَا قَلْبِي فَشَقَّاهُ فَأَخْرَجَا مِنْهُ عَلَقَتَيْنِ سَوْدَاوَيْنِ “……
keduanya lalu bersegera mendekati dan memegangiku. Kemudian aku ditelentangkan, kemudian membedah perutku. Kedua malaikat itu mengeluarkan hati dari tempatnya dan membedahnya. Selanjutnya mereka mengeluarkan dua gumpalan darah hitam darinya ……”
Kisah pembedahan dada ini diriwayatkan Imam Muslim dalam kitab Shahih-nya, meskipun diceritakan secara global. Sedangkan sebagian sanad yang lainnya, meskipun tidak sahih, tetapi mencapai derajat hasan sehingga bisa dijadikan hujjah (pegangan).
Jelang Isra Miraj
Pembelahan dada Rasulullah juga terjadi pada saat beliau akan diperjalankan dalam Isra dan Miraj. Al-Imam Sayyid Muhammad bin Alawy Al-Maliky Al-Hasani menceritakan peristiwa agung ini dalam Kitab Al-Anwaarul Bahiyyah dan Dzikrayaat wa Munaasabaat.
Suatu malam Nabi Muhammad SAW berada di Hijir Ismail dekat Kakbah. Pada saat itu beliau berbaring di antara paman beliau, Sayyiduna Hamzah dan sepupu beliau, Sayyiduna Ja'far bin Abi Thalib. Tiba-tiba Malaikat Jibril, Mikail dan Israfil menghampiri beliau lalu membawanya ke arah sumur Zamzam.
Setibanya di sana mereka merebahkan tubuh mulia Rasulullah untuk dibelah dadanya oleh Jibril.
Dalam riwayat lain disebutkan suatu malam atap rumah Nabi terbuka, kemudian Jibril turun membelah dada beliau sampai di bawah perut beliau, lalu Jibril berkata kepada Mikail: "Datangkan kepadaku nampan dengan air Zamzam agar aku bersihkan hatinya dan aku lapangkan dadanya."
Ketika dada beliau dibelah, Jibril mengeluarkan hati beliau lalu membasuhnya tiga kali. Kemudian didatangkan satu nampan emas dipenuhi hikmah dan keimanan.
Jibril menuangkannya ke dalam hati beliau, maka penuhlah hati Rasulullah dengan kesabaran, keyakinan, ilmu dan kepasrahan penuh kepada Allah, lalu ditutup kembali oleh Jibril.
Baca juga: Sejarah Maulid Nabi dan Orang Pertama yang Merayakannya
Lihat Juga :