Al-Biruni, Ilmuwan Muslim Berotak Jenius yang Dikagumi Dunia Barat
Sabtu, 15 Oktober 2022 - 14:37 WIB
loading...
A
A
A
Biruni menyatakan bahwa jarak keliling bumi adalah 40.225 Km. Di mana penghitungan modern saat ini adalah 40.074. Dengan demikian penghitungan Al-Biruni sangat akurat, yakni mencapai ketepatan hingga 99,62 persen dan hanya menyimpang 0,38 persen saja.
Al-Biruni pernah memaparkan koordinat sangat akurat garis bujur dan lintang 600 kota penting di masanya dalam karyanya Tahdid Nihayat Al-Amakin Li-Tashih Masafat Al-Masakin (ketetapan koordinat lokasi untuk mengoreksi jarak antarkota). Semuanya lengkap dengan ukuran jarak antarlokasi dan juga arahnya menuju kiblat.
Bidang Sastra dan Bahasa
Dalam bidang sastra dan bahasa, Al-Biruni menulis Fi Tahqiq Ma Li Al-Hind Min Maqola Maqbula Fi al-'Aql Aw Mardhula. Saat berada di India, ia menerjemahkan buku-buku Sanskerta ke bahasa Arab. Sebaliknya, ia juga menerjemahkan buku bahasa Arab dan Yunani ke Sanskerta.
Bidang Farmasi
Dalam bidang farmasi, Al-Biruni menulis Kitab Al Saydanah fi Al-Tibb (Buku Farmasi dan Materia Medica). Buku inilah yang juga menjadikannya dipuji sebagai "Bapak Farmasi Islam." Meski fokus kajian buku yang dia tulis ini pada sebab penyakit dan penyembuhannya, namun tak cuma soal farmasi, ia juga merambah ke bahasan lain seperti sejarah botani dan leksikografi.
Bidang Filsafat
Dalam bidang ilmu filsafat, Al-Biruni punya beberapa karya ternama di antaranya Kitab Al-As'ilah wa Al-Ajwibah. Dalam kitab ini ia bukan hanya menegaskan teorinya atau menjelaskan dan menguraikan pendapat-pendapat para filsuf yang sudah ada. Namun ia juga mengoreksi hal-hal yang menurutnya perlu diluruskan, seperti yang ia tujukan kepada filsuf besar pada masa itu, Ibnu Sina.
Bidang Antropologi dan Sosiologi
Dalam bidang antropologi dan ilmu sosiologi, ia punya karya Athar al-Baqqiya 'an al-Qorun al-Khaliyya (kronologi bangsa-bangsa Kuno). Buku ini mencatat masa awal peradaban manusia, periode banjir besar, hingga era Nebukadnezar, Aleksander Agung, dan zaman setelahnya.
Kitab ini juga memaparkan rincian sejarah politik, pengetahuan, kiprah para penguasa, perkembangan budaya, hingga sistem hukum pada masa itu, lengkap dengan disertai ilustrasi peristiwa.
Bidang Mineralogi
Dalam bidang Mineralogi juga tak luput diobok-obok oleh Al-Biruni lewat karyanya Al-Jamahir Fi Ma'rifat Al-Jawahir (lengkap memahami batu permata). Ia menjelaskan metode pengukuran berat, volume, gaya berat, dan warna untuk menentukan keaslian berbagai jenis batu dan logam mulia, seperti emas, perak, perunggu, batu ruby, batu zamrud, batu lapis jazuli, tembaga, besi, dan lainnya.
"Begitulah sejarah kebesaran ilmu dari peradaban kaum muslimin di masa lalu. Saat umat masih lekat dengan kitab petunjuk dan juga akrab dengan sosok teladannya," kata Ustaz Ahmad Syahrin Thoriq.
Baca Juga: 5 Ilmuwan Muslim, Peletak Ilmu Dasar Teknologi Kecantikan Masa Kini
Al-Biruni pernah memaparkan koordinat sangat akurat garis bujur dan lintang 600 kota penting di masanya dalam karyanya Tahdid Nihayat Al-Amakin Li-Tashih Masafat Al-Masakin (ketetapan koordinat lokasi untuk mengoreksi jarak antarkota). Semuanya lengkap dengan ukuran jarak antarlokasi dan juga arahnya menuju kiblat.
Bidang Sastra dan Bahasa
Dalam bidang sastra dan bahasa, Al-Biruni menulis Fi Tahqiq Ma Li Al-Hind Min Maqola Maqbula Fi al-'Aql Aw Mardhula. Saat berada di India, ia menerjemahkan buku-buku Sanskerta ke bahasa Arab. Sebaliknya, ia juga menerjemahkan buku bahasa Arab dan Yunani ke Sanskerta.
Bidang Farmasi
Dalam bidang farmasi, Al-Biruni menulis Kitab Al Saydanah fi Al-Tibb (Buku Farmasi dan Materia Medica). Buku inilah yang juga menjadikannya dipuji sebagai "Bapak Farmasi Islam." Meski fokus kajian buku yang dia tulis ini pada sebab penyakit dan penyembuhannya, namun tak cuma soal farmasi, ia juga merambah ke bahasan lain seperti sejarah botani dan leksikografi.
Bidang Filsafat
Dalam bidang ilmu filsafat, Al-Biruni punya beberapa karya ternama di antaranya Kitab Al-As'ilah wa Al-Ajwibah. Dalam kitab ini ia bukan hanya menegaskan teorinya atau menjelaskan dan menguraikan pendapat-pendapat para filsuf yang sudah ada. Namun ia juga mengoreksi hal-hal yang menurutnya perlu diluruskan, seperti yang ia tujukan kepada filsuf besar pada masa itu, Ibnu Sina.
Bidang Antropologi dan Sosiologi
Dalam bidang antropologi dan ilmu sosiologi, ia punya karya Athar al-Baqqiya 'an al-Qorun al-Khaliyya (kronologi bangsa-bangsa Kuno). Buku ini mencatat masa awal peradaban manusia, periode banjir besar, hingga era Nebukadnezar, Aleksander Agung, dan zaman setelahnya.
Kitab ini juga memaparkan rincian sejarah politik, pengetahuan, kiprah para penguasa, perkembangan budaya, hingga sistem hukum pada masa itu, lengkap dengan disertai ilustrasi peristiwa.
Bidang Mineralogi
Dalam bidang Mineralogi juga tak luput diobok-obok oleh Al-Biruni lewat karyanya Al-Jamahir Fi Ma'rifat Al-Jawahir (lengkap memahami batu permata). Ia menjelaskan metode pengukuran berat, volume, gaya berat, dan warna untuk menentukan keaslian berbagai jenis batu dan logam mulia, seperti emas, perak, perunggu, batu ruby, batu zamrud, batu lapis jazuli, tembaga, besi, dan lainnya.
"Begitulah sejarah kebesaran ilmu dari peradaban kaum muslimin di masa lalu. Saat umat masih lekat dengan kitab petunjuk dan juga akrab dengan sosok teladannya," kata Ustaz Ahmad Syahrin Thoriq.
Baca Juga: 5 Ilmuwan Muslim, Peletak Ilmu Dasar Teknologi Kecantikan Masa Kini
(rhs)
Lihat Juga :