Tafsir Surat Al-Mulk Ayat 1, Amalan Penyelamat dari Siksa Kubur
Rabu, 26 Oktober 2022 - 22:50 WIB
loading...
Surat Al-Mulk memiliki keutamaan memberi syafaat bagi pembacanya, penghalang dari siksa kubur dan penyebab seseorang dimasukkan ke dalam surga. Foto/Ist
A
A
A
Surat Al-Mulk (الۡمُلۡكُ) termasuk surat-surat Al-Qur'an yang biasa dibaca baginda Nabi Muhammad shollallohu 'alaihi wasallam pada malam hari. Surat ini memiliki fadhilah sangat dahsyat dapat menyelamatkan pembacanya dari siksa kubur.
Selain dianjurkan dibaca setiap malam sebelum tidur, ada baiknya kita tadabburi kandungan surat ini. Surat ke-67 ini terdiri atas 30 ayat diturunkan sesudah Surat Ath-Thuur. Nama Al-Mulk diambil dari kata Al-Mulk yang terdapat pada ayat pertama surat ini, yang artinya kerajaan atau kekuasaan.
Surat ini dinamai juga dengan "Surat Tabaarak" (Maha Suci). Keutamaan surat ini dapat memberi syafa'at bagi pembacanya, penghalang dari siksa kubur dan menjadi sebab seseorang dikeluarkan dari neraka. Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah SAW bersabda:
سُورَةٌ مِنَ الْقُرْآنِ ثَلاَثُونَ آيَةً تَشْفَعُ لِصَاحِبِهَا حَتَّى يُغْفَرَ لَهُ {تَبَارَكَ الَّذِى بِيَدِهِ الْمُلْكُ}. وفي رواية: فأخرجته من النار و أدخلته الجنة
Artinya: "Satu surat dalam Al-Qur'an (terdiri dari) 30 ayat (pada hari Kiamat) akan memberi syafa'at (dengan izin Allah) bagi orang yang selalu membacanya (merenungkan maknanya) sehingga Allah mengampuninya, (yaitu Surat Al-Mulk): "Tabarokalladzi biyadihil-Mulku". Dalam riwayat lain: "Sehingga dia dikeluarkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga." (HR Abu Dawud, at-Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad dan Al-Hakim)
Tafsir Surat Al-Mulk Ayat 1
Surat Al-Mulk diawali dengan kalimat yang sangat agung. Berikut tafsir Surat Al-Mulk ayat 1:
Tabaarakal ladzii biyadihil Mulku wa Huwa 'alaa kulli syai-in qadiir.
Artinya: "Mahasuci Allah yang menguasai (segala) kerajaan, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu." (QS. Al-Mulk ayat 1)
Ayat ini menegaskan bahwa Allah penguasa alam semesta. Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Mengutip tafsir Kemenag, Dialah yang menciptakan seluruh alam ini beserta segala yang ada di dalamnya. Dia pulalah yang mengembangkan, menjaga kelangsungan wujudnya, mengatur, mengurus, menguasai, dan menentukan segala sesuatu yang ada di dalamnya, sesuai yang dikehendaki-Nya.
Dalam mengatur dan menjaga kelangsungan alam ini, Allah menetapkan hukum-hukum dan peraturan. Semua wajib tunduk dan mengikuti hukum-hukum yang dibuat-Nya tanpa ada pengecualian sedikit pun. Siapa yang menolak dan tidak tunduk kepada hukum dan aturan-Nya, maka ia akan mendapat hukuman.
Selain dianjurkan dibaca setiap malam sebelum tidur, ada baiknya kita tadabburi kandungan surat ini. Surat ke-67 ini terdiri atas 30 ayat diturunkan sesudah Surat Ath-Thuur. Nama Al-Mulk diambil dari kata Al-Mulk yang terdapat pada ayat pertama surat ini, yang artinya kerajaan atau kekuasaan.
Surat ini dinamai juga dengan "Surat Tabaarak" (Maha Suci). Keutamaan surat ini dapat memberi syafa'at bagi pembacanya, penghalang dari siksa kubur dan menjadi sebab seseorang dikeluarkan dari neraka. Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah SAW bersabda:
سُورَةٌ مِنَ الْقُرْآنِ ثَلاَثُونَ آيَةً تَشْفَعُ لِصَاحِبِهَا حَتَّى يُغْفَرَ لَهُ {تَبَارَكَ الَّذِى بِيَدِهِ الْمُلْكُ}. وفي رواية: فأخرجته من النار و أدخلته الجنة
Artinya: "Satu surat dalam Al-Qur'an (terdiri dari) 30 ayat (pada hari Kiamat) akan memberi syafa'at (dengan izin Allah) bagi orang yang selalu membacanya (merenungkan maknanya) sehingga Allah mengampuninya, (yaitu Surat Al-Mulk): "Tabarokalladzi biyadihil-Mulku". Dalam riwayat lain: "Sehingga dia dikeluarkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga." (HR Abu Dawud, at-Tirmidzi, Ibnu Majah, Ahmad dan Al-Hakim)
Tafsir Surat Al-Mulk Ayat 1
Surat Al-Mulk diawali dengan kalimat yang sangat agung. Berikut tafsir Surat Al-Mulk ayat 1:
تَبٰرَكَ الَّذِىۡ بِيَدِهِ الۡمُلۡكُ وَهُوَ عَلٰى كُلِّ شَىۡءٍ قَدِيۡرُۙ
Tabaarakal ladzii biyadihil Mulku wa Huwa 'alaa kulli syai-in qadiir.
Artinya: "Mahasuci Allah yang menguasai (segala) kerajaan, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu." (QS. Al-Mulk ayat 1)
Ayat ini menegaskan bahwa Allah penguasa alam semesta. Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Mengutip tafsir Kemenag, Dialah yang menciptakan seluruh alam ini beserta segala yang ada di dalamnya. Dia pulalah yang mengembangkan, menjaga kelangsungan wujudnya, mengatur, mengurus, menguasai, dan menentukan segala sesuatu yang ada di dalamnya, sesuai yang dikehendaki-Nya.
Dalam mengatur dan menjaga kelangsungan alam ini, Allah menetapkan hukum-hukum dan peraturan. Semua wajib tunduk dan mengikuti hukum-hukum yang dibuat-Nya tanpa ada pengecualian sedikit pun. Siapa yang menolak dan tidak tunduk kepada hukum dan aturan-Nya, maka ia akan mendapat hukuman.
Lihat Juga :