Sifat Muslim Seperti Ini, Dapat Jaminan Surga dari Rasulullah SAW
Rabu, 21 Desember 2022 - 08:22 WIB
loading...
A
A
A
“Jujurlah jika kamu berbicara,” itu yang pertama disebutkan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.
Jujurlah kamu ketika berbicara, biasakan jujur. Walaupun kadang-kadang kita terperosok dalam kebohongan karena satu dan lain hal. Dan kita ingat, kita sadar dan kita istighfar minta ampun kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena bohong itu juga tingkatan, ada bohong yang parah, ada sampai kepada bentuk kezaliman. Ada bohong-bohong ringan yang kadang-kadang itu lepas dari lisan kita begitu saja tanpa kita pikir. Walaupun Nabi menyuruh kita untuk pikir-pikir dulu sebelum berbicara.
Nabi mengatakan:
“Hendaklah dia berkata baik atau dia diam.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Nabi perintahkan kita untuk memperhatikan setiap ucapan.
Demikian Allah mengabarkannya di dalam Al-Qur’an. Tapi boleh kita hitung satu hari saja, kata-kata yang kita keluarkan berapa persen yang sebelum kita ucapkan kita pikirkan dulu matang-matang. Pertama benar, jauh dari kebohongan. Yang kedua bermanfaat, jauh dari hal yang sia-sia. Mungkin hanya berapa persen dari ucapan kita yang betul-betul kita pikirkan. Sehingga kata-kata yang keluar itu benar-benar baik, yaitu betul dan bermanfaat.
Baca juga: Bersikap Jujur dalam Amalan-amalan Hati
Wallahu A'lam
Jujurlah kamu ketika berbicara, biasakan jujur. Walaupun kadang-kadang kita terperosok dalam kebohongan karena satu dan lain hal. Dan kita ingat, kita sadar dan kita istighfar minta ampun kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena bohong itu juga tingkatan, ada bohong yang parah, ada sampai kepada bentuk kezaliman. Ada bohong-bohong ringan yang kadang-kadang itu lepas dari lisan kita begitu saja tanpa kita pikir. Walaupun Nabi menyuruh kita untuk pikir-pikir dulu sebelum berbicara.
Nabi mengatakan:
مَنْ كانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيصْمُتْ
“Hendaklah dia berkata baik atau dia diam.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Nabi perintahkan kita untuk memperhatikan setiap ucapan.
Demikian Allah mengabarkannya di dalam Al-Qur’an. Tapi boleh kita hitung satu hari saja, kata-kata yang kita keluarkan berapa persen yang sebelum kita ucapkan kita pikirkan dulu matang-matang. Pertama benar, jauh dari kebohongan. Yang kedua bermanfaat, jauh dari hal yang sia-sia. Mungkin hanya berapa persen dari ucapan kita yang betul-betul kita pikirkan. Sehingga kata-kata yang keluar itu benar-benar baik, yaitu betul dan bermanfaat.
Baca juga: Bersikap Jujur dalam Amalan-amalan Hati
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :