Kisah Tragedi Hari Kamis, saat Rasulullah SAW Sakit Keras
Kamis, 29 Desember 2022 - 15:22 WIB
loading...
A
A
A
Apapun komentar para ulama, kata Jalaluddin Rahmat, perkataan Umar, "Kitab Allah ...," telah memulai problematika sunnah atau hadis yang berada di luar al-Qur'an.
"Betulkah al-Qur'an saja sudah cukup? Atau bisakah kita menyimpulkan bahwa hanya al-Qur'an sajalah karya ilahi, sedangkan sunnah atau hadis adalah produk pemikiran manusia; dan karena itu tidak mengikat?" katanya.
Baca juga: Sebelum Wafat, Rasulullah SAW Sempat Pingsan Sembari Ingatkan Salat
Menurut Jalaluddin Rahmat, sikap Umar terhadap hadis adalah sikap Abu Bakar juga. Al-Dzahabi, ketika menulis biografi Abu Bakar, mengisahkan satu peristiwa ketika Abu Bakar mengumpulkan orang banyak setelah Nabi SAW wafat.
Abu Bakar berkata: "Kamu sekalian meriwayatkan hadis-hadis dari Rasulullah SAW, sehingga kalian bertengkar. Nanti orang-orang sesudah kalian akan lebih keras lagi bertikai. Janganlah kalian meriwayatkan hadis sedikit pun dari Rasulullah SAW. Bila ada orang yang meminta kalian (meriwayatkan hadis), katakan di antara kita dan Anda ada Kitab Allah, halalkan apa yang dihalalkannya dan haramkan apa yang diharamkannya."
Baik Abu Bakar maupun Umar, menurut Jalaluddin Rahmat, menegaskan sikap mereka dengan tindakan. Mereka melarang periwayatan hadis dengan keras.
Aisyah bercerita, "Ayahku telah menghimpun 500 hadis dari Nabi. Suatu pagi beliau datang kepadaku dan berkata, "Bawa hadis-hadis itu kepadaku. Saya pun membawakan untukmu." Ia lalu membakarnya dan berkata: Aku takut setelah aku mati, meninggalkan hadis-hadis itu kepadamu."
Kemenakan Aisyah, Qasim ibn Muhammad ibn Abi Bakar, berkata, "Hadis-hadis makin bertambah banyak pada zaman Umar. Kemudian beliau memerintahkannya untuk dikumpulkan. Setelah hadis-hadis itu terkumpul, Umar meletakkannya di atas bara api, sembari berkata: Tidak boleh ada matsnat seperti matsnat Ahli Kitab."
Baca juga: Perkembangan Tafsir setelah Rasulullah SAW Wafat, Mulanya Dilakukan 4 Sahabat
Menurut Jalaluddin Rahmat, Abu Bakar dan Umar adalah dua khalifah pertama yang termasuk al-Khulafa' al-Rasyidun. Tidak heran bila sebagian besar sahabat, juga sebagian besar tokoh tabi'un seperti Sa'id ibn Jubair, al-Nakha'i, al-Hasan bin Abu al-Hasan, Sa'id bin Musayyab tidak mau menuliskan hadis.
"Betulkah al-Qur'an saja sudah cukup? Atau bisakah kita menyimpulkan bahwa hanya al-Qur'an sajalah karya ilahi, sedangkan sunnah atau hadis adalah produk pemikiran manusia; dan karena itu tidak mengikat?" katanya.
Baca juga: Sebelum Wafat, Rasulullah SAW Sempat Pingsan Sembari Ingatkan Salat
Menurut Jalaluddin Rahmat, sikap Umar terhadap hadis adalah sikap Abu Bakar juga. Al-Dzahabi, ketika menulis biografi Abu Bakar, mengisahkan satu peristiwa ketika Abu Bakar mengumpulkan orang banyak setelah Nabi SAW wafat.
Abu Bakar berkata: "Kamu sekalian meriwayatkan hadis-hadis dari Rasulullah SAW, sehingga kalian bertengkar. Nanti orang-orang sesudah kalian akan lebih keras lagi bertikai. Janganlah kalian meriwayatkan hadis sedikit pun dari Rasulullah SAW. Bila ada orang yang meminta kalian (meriwayatkan hadis), katakan di antara kita dan Anda ada Kitab Allah, halalkan apa yang dihalalkannya dan haramkan apa yang diharamkannya."
Baik Abu Bakar maupun Umar, menurut Jalaluddin Rahmat, menegaskan sikap mereka dengan tindakan. Mereka melarang periwayatan hadis dengan keras.
Aisyah bercerita, "Ayahku telah menghimpun 500 hadis dari Nabi. Suatu pagi beliau datang kepadaku dan berkata, "Bawa hadis-hadis itu kepadaku. Saya pun membawakan untukmu." Ia lalu membakarnya dan berkata: Aku takut setelah aku mati, meninggalkan hadis-hadis itu kepadamu."
Kemenakan Aisyah, Qasim ibn Muhammad ibn Abi Bakar, berkata, "Hadis-hadis makin bertambah banyak pada zaman Umar. Kemudian beliau memerintahkannya untuk dikumpulkan. Setelah hadis-hadis itu terkumpul, Umar meletakkannya di atas bara api, sembari berkata: Tidak boleh ada matsnat seperti matsnat Ahli Kitab."
Baca juga: Perkembangan Tafsir setelah Rasulullah SAW Wafat, Mulanya Dilakukan 4 Sahabat
Menurut Jalaluddin Rahmat, Abu Bakar dan Umar adalah dua khalifah pertama yang termasuk al-Khulafa' al-Rasyidun. Tidak heran bila sebagian besar sahabat, juga sebagian besar tokoh tabi'un seperti Sa'id ibn Jubair, al-Nakha'i, al-Hasan bin Abu al-Hasan, Sa'id bin Musayyab tidak mau menuliskan hadis.
Lihat Juga :