Asbabun Nuzul Surat Fathir yang Tidak Banyak Diketahui
Selasa, 03 Januari 2023 - 15:21 WIB
loading...
A
A
A
Diriwayatkan oleh Abdul Ghani bin Sa'id Ats-Tsaqafi dalam Tafsir-nya, dari Ibnu Abbas, bahwa ayat ini, "Sesungguhnya orang orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan sholat dan menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam diam dan terang terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi. Ayat ini turun berkenaan dengan Hushain bin Al Harits.
ٱلَّذِىٓ أَحَلَّنَا دَارَ ٱلْمُقَامَةِ مِن فَضْلِهِۦ لَا يَمَسُّنَا فِيهَا نَصَبٌ وَلَا يَمَسُّنَا فِيهَا لُغُوبٌ
Atinya: "Yang menempatkan kami dalam tempat yang kekal (surga) dari karunia-Nya; didalamnya kami tiada merasa lelah dan tiada pula merasa lesu." (QS Fathir ayat 35)
Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dalam Kitab Al Ba'ats dan Ibnu Abi Hatim, dari jalur Nafi' bin Al Harits, dari Abdullah bin Abi Aufa, dia mengatakan, bahwa seorang laki-laki bertanya kepada Nabi Muhammad SAW:
"Ya Rasulullah, sesungguhnya tidur merupakan kenikmatan dari Allah di dunia ini. Apakah nanti di surga kita bisa tidur?" Rasulullah SAW menjawab: "Tidak ada. Karena tidur itu kawannya maut, sedang di surga tidak ada maut."
Kemudian dia bertanya lagi, "Bagaimana istirahat mereka (ahli surga) itu?" Pertanyaan ini menyinggung perasaan Rasulullah SAW. Beliau lalu menjawab: "Tidak ada cape di surga, semuanya serba senang dan enak."
Maka turunlah ayat ini: "Yang menetapkan kami dalam tempat yang kekal (surga) dari karunia-Nya; di dalamnya kami tiada merasa lelah dan tiada pula merasa lesu."
وَأَقْسَمُوا۟ بِٱللَّهِ جَهْدَ أَيْمَٰنِهِمْ لَئِن جَآءَهُمْ نَذِيرٌ لَّيَكُونُنَّ أَهْدَىٰ مِنْ إِحْدَى ٱلْأُمَمِ ۖ فَلَمَّا جَآءَهُمْ نَذِيرٌ مَّا زَادَهُمْ إِلَّا نُفُورًا
Artinya: "Dan mereka bersumpah dengan nama Allah dengan sekuat-kuat sumpah; sesungguhnya jika datang kepada mereka seorang pemberi peringatan, niscaya mereka akan lebih mendapat petunjuk dari salah satu umat-umat (yang lain). Tatkala datang kepada mereka pemberi peringatan, maka kedatangannya itu tidak menambah kepada mereka, kecuali jauhnya mereka dari (kebenaran)." (QS Fathir ayat 42)
Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari Ibnu Abi Hilal, bahwasannya telah sampai kepadanya, sesungguhnya kaum Quraisy pernah berkata: "Sekiranya Allah mengutus Nabi dari golongan kami, niscaya tidak ada satupun umat yang lebih taat kepada penciptanya, lebih setia kepada Nabinya, dan lebih berpegang teguh kepada kitabnya, kecuali kami."
ٱلَّذِىٓ أَحَلَّنَا دَارَ ٱلْمُقَامَةِ مِن فَضْلِهِۦ لَا يَمَسُّنَا فِيهَا نَصَبٌ وَلَا يَمَسُّنَا فِيهَا لُغُوبٌ
Atinya: "Yang menempatkan kami dalam tempat yang kekal (surga) dari karunia-Nya; didalamnya kami tiada merasa lelah dan tiada pula merasa lesu." (QS Fathir ayat 35)
Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dalam Kitab Al Ba'ats dan Ibnu Abi Hatim, dari jalur Nafi' bin Al Harits, dari Abdullah bin Abi Aufa, dia mengatakan, bahwa seorang laki-laki bertanya kepada Nabi Muhammad SAW:
"Ya Rasulullah, sesungguhnya tidur merupakan kenikmatan dari Allah di dunia ini. Apakah nanti di surga kita bisa tidur?" Rasulullah SAW menjawab: "Tidak ada. Karena tidur itu kawannya maut, sedang di surga tidak ada maut."
Kemudian dia bertanya lagi, "Bagaimana istirahat mereka (ahli surga) itu?" Pertanyaan ini menyinggung perasaan Rasulullah SAW. Beliau lalu menjawab: "Tidak ada cape di surga, semuanya serba senang dan enak."
Maka turunlah ayat ini: "Yang menetapkan kami dalam tempat yang kekal (surga) dari karunia-Nya; di dalamnya kami tiada merasa lelah dan tiada pula merasa lesu."
وَأَقْسَمُوا۟ بِٱللَّهِ جَهْدَ أَيْمَٰنِهِمْ لَئِن جَآءَهُمْ نَذِيرٌ لَّيَكُونُنَّ أَهْدَىٰ مِنْ إِحْدَى ٱلْأُمَمِ ۖ فَلَمَّا جَآءَهُمْ نَذِيرٌ مَّا زَادَهُمْ إِلَّا نُفُورًا
Artinya: "Dan mereka bersumpah dengan nama Allah dengan sekuat-kuat sumpah; sesungguhnya jika datang kepada mereka seorang pemberi peringatan, niscaya mereka akan lebih mendapat petunjuk dari salah satu umat-umat (yang lain). Tatkala datang kepada mereka pemberi peringatan, maka kedatangannya itu tidak menambah kepada mereka, kecuali jauhnya mereka dari (kebenaran)." (QS Fathir ayat 42)
Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari Ibnu Abi Hilal, bahwasannya telah sampai kepadanya, sesungguhnya kaum Quraisy pernah berkata: "Sekiranya Allah mengutus Nabi dari golongan kami, niscaya tidak ada satupun umat yang lebih taat kepada penciptanya, lebih setia kepada Nabinya, dan lebih berpegang teguh kepada kitabnya, kecuali kami."
Lihat Juga :