Al-Muwattha Kitab Hadis Pertama dalam Islam, Ini Alasan Pemberian Namanya
Rabu, 04 Januari 2023 - 17:22 WIB
loading...
A
A
A
عرضت كتابي هذا على سبعين فقيها من فقهاء المدينة، فكلهم واطأني عليه فسميته الموطأ
Artinya: "Aku telah memperlihatkan kitabku ini kepada 70 ahli fiqh Madinah. Mereka semua memberikan persetujuan kepadaku, maka aku namakanlah kitab ini dengan al-Muwattha' (yang disetujui)."
Kata مُوَطَّأ (Muwattha') berasal dari kata وَطَّأَ (Wattha-a) yang salah satu maknanya adalah مَهَّدَ (mahhada) yang artinya membentangkan, membukakan jalan, dan melancarkan. Seakan-akan ingin mengisyaratkan bahwa kitab ini seperti jalan yang telah dibukakan, yang telah diberi izin dari para ulama sehingga boleh diakses untuk dijadikan sebagai pedoman.
Bahkan dalam perkataan Imam Malik di atas, beliau menyatakan bahwa nama مُوَطَّأ (muwattha') dijadikan sebagai nama bagi kitabnya karena 70 ahli fiqh Madinah telah وَاطَأَ (waatha'a), yaitu وَافَقَهُ على ذلك artinya "telah menyetujui dan menyepakatinya".
Karena itulah kitab tersebut dinamakan Muwattha', karena kitab tersebut telah disetujui dan disepakati isinya oleh 70 ahli fiqih Madinah.
Referensi:
1. Mushtafa al-Shiba'i, al-Sunnah wa Makanatuha fi Tasyri' al-Islami (Kairo: Al-Maktabah al-Islami Dar el-Warraq, 2007 M, hlm 472-473).
2. Muhammad Abu Zahw, Al-Hadits wa al-Muhadditsun, (Kairo: Dar al-Fikr al-Arabi, 1378 H), hlm 246)
3. Islamqa: تعريف بموطأ الإمام مالك
Baca Juga: 5 Fakta Sahih Al-Bukhari, Kitab Paling Autentik Setelah Al-Qur'an
Artinya: "Aku telah memperlihatkan kitabku ini kepada 70 ahli fiqh Madinah. Mereka semua memberikan persetujuan kepadaku, maka aku namakanlah kitab ini dengan al-Muwattha' (yang disetujui)."
Kata مُوَطَّأ (Muwattha') berasal dari kata وَطَّأَ (Wattha-a) yang salah satu maknanya adalah مَهَّدَ (mahhada) yang artinya membentangkan, membukakan jalan, dan melancarkan. Seakan-akan ingin mengisyaratkan bahwa kitab ini seperti jalan yang telah dibukakan, yang telah diberi izin dari para ulama sehingga boleh diakses untuk dijadikan sebagai pedoman.
Bahkan dalam perkataan Imam Malik di atas, beliau menyatakan bahwa nama مُوَطَّأ (muwattha') dijadikan sebagai nama bagi kitabnya karena 70 ahli fiqh Madinah telah وَاطَأَ (waatha'a), yaitu وَافَقَهُ على ذلك artinya "telah menyetujui dan menyepakatinya".
Karena itulah kitab tersebut dinamakan Muwattha', karena kitab tersebut telah disetujui dan disepakati isinya oleh 70 ahli fiqih Madinah.
Referensi:
1. Mushtafa al-Shiba'i, al-Sunnah wa Makanatuha fi Tasyri' al-Islami (Kairo: Al-Maktabah al-Islami Dar el-Warraq, 2007 M, hlm 472-473).
2. Muhammad Abu Zahw, Al-Hadits wa al-Muhadditsun, (Kairo: Dar al-Fikr al-Arabi, 1378 H), hlm 246)
3. Islamqa: تعريف بموطأ الإمام مالك
Baca Juga: 5 Fakta Sahih Al-Bukhari, Kitab Paling Autentik Setelah Al-Qur'an
(rhs)
Lihat Juga :