QS. Al-Ahqaf Ayat 12

وَمِنۡ قَبۡلِهٖ كِتٰبُ مُوۡسٰٓى اِمَامًا وَّرَحۡمَةً  ‌ ؕ وَهٰذَا كِتٰبٌ مُّصَدِّقٌ لِّسَانًا عَرَبِيًّا لِّيُنۡذِرَ الَّذِيۡنَ ظَلَمُوۡا ‌ۖ وَبُشۡرٰى لِلۡمُحۡسِنِيۡنَ‌ۚ‏
Wa min qablihii kitaabu Muusaaa imaamanw-wa rahmah; wa haazaa Kitaabum musad diqul lisaanan 'Arabiyyal liyunziral laziina zalamuu wa bushraa lilmuhsiniin
Dan sebelum (Al-Qur'an) itu telah ada Kitab Musa sebagai petunjuk dan rahmat. Dan (Al-Qur'an) ini adalah Kitab yang membenarkannya dalam bahasa Arab untuk memberi peringatan kepada orang-orang yang zhalim dan memberi kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.
Juz ke-26
Tafsir
Dan sebelum turunnya Al-Qur’an telah ada Kitab Musa, yaitu Kitab Taurat, sebagai imam, yakni petunjuk atau teladan dan rahmat bagi orang-orang Bani Isra’il yang beriman. Dan Al-Qur’an ini, adalah Kitab yang membenarkan kandungannya, yang tersusun dalam dalam bahasa Arab untuk memberi peringatan kepada orang-orang yang zalim yang berbuat aniaya kepada dirinya dengan menyekutukan Tuhan dan memberi kabar gembira kepada orang-orang yang senantiasa berbuat baik bahwa mereka akan masuk surga dan kekal di dalamnya selama-lamanya.
Ayat ini menolak tuduhan orang-orang musyrik terhadap Al-Qur'an dan membuktikan kebenarannya dengan mengatakan, "Hai orang-orang kafir, kamu semua telah menyaksikan bahwa Allah telah menurunkan Taurat yang mengandung pokok-pokok agama yang dibawa oleh Nabi Musa dan sebagai rahmat bagi Bani Israil. Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa mengisyaratkan kedatangan Muhammad sebagai nabi dan rasul terakhir yang membawa Al-Qur'an yang berbahasa Arab, membenarkan kitab-kitab terdahulu yang diturunkan Allah agar dengan kitab itu ia memperingatkan semua manusia, memberi kabar gembira kepada orang-orang yang mengamalkan isinya, dan memperingatkan bahwa azab serta ancaman Allah akan menimpa orang-orang yang ingkar kepadanya."

Sekalipun kitab Taurat yang ada sekarang telah banyak dinodai oleh tangan manusia, masih banyak terdapat ayat-ayat yang mengisyaratkan kedatangan Nabi Muhammad saw sebagai nabi dan rasul terakhir yang paling sempurna. Hal ini dapat dibaca dalam kitab Kejadian 13: 2, 3 ; 15; 16: 10, 12 dan masih banyak lagi. Dalam kitab Kejadian 21: 13, diterangkan kedatangan nabi yang paling besar dari keturunan Nabi Ismail, "Maka anak sahayamu itu pun akan aku jadikan suatu bangsa karena ia pun dari benihmu."

Demikian juga dalam Kejadian 21: 13, "Bangunlah engkau, angkatlah budak itu, sokonglah dia karena aku hendak menjadikan dia suatu bangsa yang besar."

Juga dalam kitab Kejadian 17: 20, "Maka akan hal Ismail itupun telah kululuskan permintaanmu: bahwa sesungguhnya Aku telah memberkati akan dia dan membiarkan dia dan memperbanyak dia amat sangat dan dua belas orang raja akan berpencar daripadanya dan Aku akan menjadikan dia satu bangsa yang besar."

Sudah tentu yang dimaksud ayat-ayat Taurat di atas adalah Nabi Muhammad. Nabi Musa dalam kitab Ulangan 18: 17-22 juga telah menyatakan kedatangan Nabi Muhammad saw:

Maka pada masa itu berfirmanlah Tuhan kepadaku (Musa). Benarlah kata mereka itu (Bani Israil). Bahwa Aku (Allah) akan menjadikan bagi mereka itu seorang Nabi dari antara segala saudaranya (yaitu dari Bani Ismail) yang seperti engkau (hai Musa), dan aku akan memberi segala firman-Ku dalam mulutnya dan dia akan mengatakan kepadanya segala yang Kusuruh akan dia.

Bahwa sesungguhnya barang siapa yang tiada mau mendengar akan segala firman-Ku yang akan dikatakan olehnya dengan nama-Ku, niscaya Aku menurut orang itu kelak.

Tetapi yang melakukan dirinya dengan sombong dan mengatakan firman dengan nama-Ku, yang tiada Kusuruh katakan, atau yang berkata dengan nama dewa-dewa. Nabi itu akan mati dibunuh hukumnya.

Maka jikalau kamu kira berkata dalam hatimu demikian: Dengan apakah boleh kami ketahui akan perkataan itu bukannya firman Tuhan adanya.

Bahwa jikalau Nabi itu berkata demi nama Tuhan lalu orang dikatakannya tiada jadi atau tiada datang, yaitulah perkataan yang bukan firman Tuhan adanya, maka Nabi itu pun telah berkata dengan sombongnya, janganlah kamu takut akan dia.

Dalam ayat-ayat Taurat yang enam di atas terdapat beberapa isyarat yang dapat dijadikan dalil untuk menyatakan nubuat tentang Nabi Muhammad. Dari perkataan "seorang nabi dari antara segala saudaranya" menunjukkan bahwa orang yang dinubuatkan oleh Tuhan itu akan datang dari saudara-saudara Bani Israil, bukan dari Bani Israil sendiri. Adapun saudara-saudara Bani Israil itu ialah Bani Ismail (bangsa Arab) sebab Ismail adalah saudara tua dari Ishak, bapak dari Israil (Yakub). Dan Nabi Muhammad saw jelas berasal dari keturunan Ismail.

Kemudian kalimat "Yang seperti engkau" memberi pengertian bahwa nabi yang akan datang itu haruslah yang seperti Nabi Musa, maksudnya, nabi yang membawa agama baru seperti Musa. Seperti diketahui, Nabi Muhammad itulah yang membawa syariat baru (agama Islam) yang juga berlaku untuk Bani Israil.

Lalu diterangkan lagi bahwa Nabi itu tidak sombong dan tidak akan mati dibunuh. Muhammad saw, seperti dimaklumi, bukanlah orang yang sombong, baik sebelum menjadi nabi maupun setelah menjadi nabi. Sebelum menjadi nabi beliau sudah disenangi masyarakatnya terbukti dengan gelar al-Amin artinya "orang terpercaya". Kalau beliau sombong, tentulah beliau tidak akan diberi gelar yang amat terpuji itu. Sesudah menjadi nabi, beliau justru lebih ramah.

Umat Nasrani mengakui nubuat itu kepada Nabi Isa di samping mereka mengakui pula bahwa Isa mati terbunuh. Hal ini jelas bertentangan dengan ayat nubuat itu sendiri, sebab nabi yang dimaksud itu haruslah tidak mati terbunuh (tersalib atau sebab lain).

Itulah penegasan-penegasan yang diberikan para nabi sebelum kedatangan Nabi Muhammad saw. Semuanya diketahui oleh orang-orang kafir Mekah yang mengingkari kenabian Muhammad saw.
sumber: kemenag.go.id
Keterangan mengenai QS. Al-Ahqaf
Surat Al Ahqaaf terdiri dari 35 ayat termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Jaatsiyah. Dinamai Al Ahqaaf (bukit-bukit pasir) dari perkataan Al Ahqaaf yang terdapat pada ayat 21 surat ini.Dalam ayat tersebut dan ayat-ayat sesudahnya diterangkan bahwa Nabi Hud a.s. telah menyampaikan risalahnya kepada kaumnya di Al Ahqaaf yang sekarang dikenal dengan Ar Rab'ul Khaali, tetapi kaumnya tetap ingkar sekalipun mereka telah diberi peringatan pula oleh rasul-rasul yang sebelumnya. Akhirnya Allah menghancurkan mereka dengan tiupan angin kencang. Hal ini adalah sebagai isyarat dari Allah kepada kaum musyrikin Quraisy bahwa mereka akan dihancurkan bila mereka tidak mengindahkan seruan Rasul.
Hari Raya Kurban dan Ketaatan kepada Ulil Amri
Hari Raya Kurban dan Ketaatan kepada Ulil Amri

Sejak tanggal 10 Dzulhijjah takbir tahmid dan tahlil telah dikumandangkan oleh umat Islam di dunia, dan terus berlangsung sampai selesainya Hari Tasyrik hari ke-13 Dzulhijjah.

Tiga Malaikat Pengantar Kehidupan, Siapa Saja?
Tiga Malaikat Pengantar Kehidupan, Siapa Saja?

Inilah rahasia kenapa Nabi Muhammad SAW seringkali bertawasul dengan nama-nama mereka dalam rububiyah Allah azza wa jalla, pada doa iftitah tatkala sholat malam.

Ketika Abu Hanifah Berdebat dengan Seorang Khawarij dan Kelompok Sesat
Ketika Abu Hanifah Berdebat dengan Seorang Khawarij dan Kelompok Sesat

Numan bin Tsabit Al-Marzuban yang dikenal dengan Abu Hanifah dikenal pandai dan cerdas. Kepandaian dan kecerdasannya ini banyak diunjukkan dalam berbagai kasus

Doa Singkat Ini Bisa Diamalkan di Masa Pandemi, Berikut Faedahnya
Doa Singkat Ini Bisa Diamalkan di Masa Pandemi, Berikut Faedahnya

Doa adalah sumber kekuatan bagi orang beriman. Ada satu doa singkat memiliki faedah agung yang bisa kita amalkan di masa pandemi ini. Berikut doanya.

Tadabur Surat Ar-Rahman Ayat 9-12 Bercerita Tentang Buah Kurma
Tadabur Surat Ar-Rahman Ayat 9-12 Bercerita Tentang Buah Kurma

Berikut lanjutan tadabur Surah Ar-Rahman, surah ke-55 dalam Al-Qur'an yang terdiri dari 78 ayat. Surah Ar-Rahman disebut juga pengantin surat-surat.

Malaikat Bukan Hanya Sekadar Ruh, Mereka Punya Jasad
Malaikat Bukan Hanya Sekadar Ruh, Mereka Punya Jasad

Para malaikat mempunyai jasad, sebagiannya ada yang memiliki dua sayap, ada yang tiga sayap dan empat bahkan ada yang lebih banyak lagi dari itu.

Takut Kiamat: Ini Doa Abu Hanifah yang Selalu Diulang-ulang Saat Sholat Malam
Takut Kiamat: Ini Doa Abu Hanifah yang Selalu Diulang-ulang Saat Sholat Malam

Telah diketahui banyak orang selama lebih dari empat puluh tahun beliau melakukan salat fajar dengan wudhu salat isya. Hingga akhir wafat beliau pernah mengkhatamkan Al-Quran sebanyak 7000 kali.

Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak