QS. Al-Maidah Ayat 22

قَالُوۡا يٰمُوۡسٰٓى اِنَّ فِيۡهَا قَوۡمًا جَبَّارِيۡنَ ‌ۖ وَاِنَّا لَنۡ نَّدۡخُلَهَا حَتّٰى يَخۡرُجُوۡا مِنۡهَا‌ ۚ فَاِنۡ يَّخۡرُجُوۡا مِنۡهَا فَاِنَّا دٰخِلُوْنَ
Qooluu yaa Muusaaa innaa fiihaa qwman jabbaariina wa innaa lan nadkhulahaa hattaa yakhrujuu minhaa fa innaa daakhiluun
Mereka berkata, "Wahai Musa! Sesungguhnya di dalam negeri itu ada orang-orang yang sangat kuat dan kejam, kami tidak akan memasukinya sebelum mereka keluar darinya. Jika mereka keluar dari sana, niscaya kami akan masuk."
Juz ke-6
Tafsir
Mereka tidak serta merta menuruti perintah Nabi Musa yang menyuruh agar mereka memasuki tanah Palestina. Sebaliknya, mereka bahkan menyatakan keengganan untuk memasukinya karena takut kepada para penjahat perkasa yang tengah menduduki tanah itu. Mereka, kaum Bani Israil itu, berkata, "Wahai Musa! Sesungguhnya di dalam negeri itu yang kami diperintahkan untuk memasukinya ada orang-orang yang sangat kuat dan kejam, yakni orang-orang Kana'an, yang akan menindas dan berbuat jahat kepada kami. Kami tidak akan memasukinya sebelum mereka keluar darinya tanpa kami berperang melawan mereka. Kami tidak sanggup mengusirnya karena mereka sangat perkasa. Jika mereka keluar dari sana, niscaya kami akan masuk ke negeri itu.
Setelah Nabi Musa dan kaumnya mendekati tanah yang makmur itu, ia memerintahkan kaumnya agar mereka memasuki tanah suci itu dan siap menghadapi penduduknya. Karena kaum Nabi Musa merasa lemah, rendah

dan takut, mereka pun tidak mau masuk ke tanah suci itu, bahkan mereka ingin kembali ke Mesir karena penduduk tanah suci itu adalah orang-orang yang kejam dan kasar. Mereka menyatakan kepada Nabi Musa bahwa mereka tidak akan masuk tanah suci itu selama penduduknya yang kejam itu masih di sana, jika penduduknya telah meninggalkan tanah suci, barulah mereka mau memasukinya. (Dalam Kitab Bilangan xiii. 32-33 disebutkan 'negeri yang memakan penduduknya dan dihuni oleh raksasa).

Dari jawaban kaum Nabi Musa itu dapat diambil kesimpulan, bahwa mereka sangat lemah jiwanya dan tidak mempunyai keteguhan hati. Mereka tidak ingin memperoleh kebahagiaan dan mencapai kemuliaan dengan jalan berjuang. Mereka ingin memperolehnya tanpa perjuangan. Umat yang demikian sikap dan pendiriannya tidak akan memperoleh kemuliaan, kenikmatan, kebahagiaan dan kesejahteraan. Tentang kesuburan dan kemakmuran Kanaan, negeri tua yang berbatasan dengan laut mati dan Yordan di bilangan Palestina pada waktu itu dan keadaan penduduknya yang kuat-kuat dan gagah perkasa diakui oleh pengikut-pengikut Nabi Musa yang dikirim ke sana.
sumber: kemenag.go.id
Keterangan mengenai QS. Al-Maidah
Surat Al Maa'idah terdiri dari 120 ayat; termasuk golongan surat Madaniyyah. Sekalipun ada ayatnya yang turun di Mekah, namun ayat ini diturunkan sesudah Nabi Muhammad s.a.w. hijrah ke Medinah, yaitu di waktu haji wadaa'. Surat ini dinamakan Al Maa'idah (hidangan) karena memuat kisah pengikut-pengikut setia Nabi Isa a.s. meminta kepada Nabi Isa a.s. agar Allah menurunkan untuk mereka Al Maa'idah (hidangan makanan) dari langit (ayat 112). Dan dinamakan Al Uqud (perjanjian), karena kata itu terdapat pada ayat pertama surat ini, dimana Allah menyuruh agar hamba-hamba-Nya memenuhi janji prasetia terhadap Allah dan perjanjian-perjanjian yang mereka buat sesamanya. Dinamakan juga Al Munqidz (yang menyelamatkan), karena akhir surat ini mengandung kisah tentang Nabi Isa a.s. penyelamat pengikut-pengikut setianya dari azab Allah.
Nasib Abu Lahab Ditulis Dalam Surat Al-Lahab
Nasib Abu Lahab Ditulis Dalam Surat Al-Lahab

Nasib Abu Lahab ditulis dalam Surat Al-Lahab ayat 1-5. Abu Lahab bin Abdul Muthalib bin Hasyim merupakan salah satu paman Nabi SAW. Nama aslinya adalah Abdul Uzza. Lahab berarti 'yang menyala-nyala.'

Jadwal Puasa Sunnah Agustus 2021 Bertepatan dengan Puasa Asyura
Jadwal Puasa Sunnah Agustus 2021 Bertepatan dengan Puasa Asyura

Jadwal puasa sunnah Agustus 2021 bertepatan dengan Muharram 1442 Hijriyah. Di bulan Muharram terdapat satu hari yang sangat dianjurkan berpuasa yaitu 10 Muharram ('Asyura).

Umar Bin Khattab Marah Saat Paman Nabi Menolak Digusur Demi Perluasan Masjid Nabawi
Umar Bin Khattab Marah Saat Paman Nabi Menolak Digusur Demi Perluasan Masjid Nabawi

Pada saat perluasan Masjid Nabawi, semua bangunan yang ada disekitarnya sudah dibeli kecuali rumah Abbas bin Abdul Muththalib. Khalifah Umar menawari Abbas ganti rugi. Begini jawaban paman Nabi itu.

Kisah Surat Thaha dan Umar Bin Khattab yang Mengagumkan
Kisah Surat Thaha dan Umar Bin Khattab yang Mengagumkan

Kisah Surat Thaha dan Umar Bin Khattab tak pernah bosan untuk diulas mengingat hikmah berharga yang terkandung di dalamnya. Sosok khalifah kedua ini memeluk Islam setelah membaca Surat Thaha.

Kisah Nabi Musa dan Nabi Khidir di Surat Al-Kahfi
Kisah Nabi Musa dan Nabi Khidir di Surat Al-Kahfi

Kisah Nabi Musa dan Nabi Khidir di Surat Al-Kahfi tepatnya di ayat 60-82. Pada ayat ini dijelaskan Allah SWT membimbing Nabi Musa supaya terlepas dari kesombonganya

Ayat Taqwa Khutbah Jumat Surat Ali Imron
Ayat Taqwa Khutbah Jumat Surat Ali Imron

Ayat taqwa khutbah Jumat Surat Ali Imron adalah kalimat yang sering dibaca para khatib ketika naik mimbar. Ayat ini sangat populer karena termasuk satu dari rukun khutbah.

Umar Saja Tak Berani Memindahkan Pancuran Air yang Diletakkan Nabi SAW
Umar Saja Tak Berani Memindahkan Pancuran Air yang Diletakkan Nabi SAW

Umar bin Khattab tidak ingin mengubah-ubah peninggalan Rasulullah SAW. Salah satu contoh adalah pancuran air yang diletakkan Nabi di dekat rumah Abbas bin Abdul Muthalib.

Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak