Halaqah Mentoring, Kuliah Subuh di Ponpes Tarekat Al Idrisiyyah

loading...
Halaqah Mentoring, Kuliah Subuh di Ponpes Tarekat Al Idrisiyyah
Halaqah Mentoring, Kuliah Subuh di Ponpes Tarekat Al Idrisiyyah
WAKTU menunjukkan sekitar pukul 05.10 WIB terlihat pada jam dinding yang tertempel pada dinding Mesjid Al Fattah yang memiliki dekorasi Mesjid Nabawi dengan hiasan interior ukiran khas Jawa Barat di Kampung Pagendingan, Desa Jatihurip, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya. Dipimpin Kepala Divisi Dakwah Ponpes Tarekat Al Idrisiyyah Ust Ahmad Fakih Jemaah baru selesai melaksanakan berjamaah salat subuh yang dilanjut dengan dzikir bersama.

Tanpa dikomando, jamaah yang memiliki ciri khas berpakaian serba putih dengan peci putih itu kemudian membagi kelompoknya dengan tertib. Dari mulai usia anak-anak, remaja, hingga orangtua, mereka duduk berkelompok didepan, tengah, belakang, hingga seisi Mesjid Al Fattah yang berkapasitas lebih dari 3.000 jemaah itu penuh, kemudian salah seorang diantaranya ada yang menjadi pemimpin dari kelompok itu hingga kemudian diskusi pun mulai dilakukan.

Diawali dengan pembukaan dan sedikit paparan dari masing-masing pimpinan kelompoknya, diskusi berjalan lebih gamblang, diiringi gelak tawa, serta tidak terlihat satupun jamaah yang mengantuk. Semua aktif, kendati dengan satu tema pembahasan namun materi yang diberikan berbeda satu dengan kelompok lainnya sesuai dengan tingkatan usia dan pemahaman yang mereka miliki.

Ya itulah Halaqah Mentoring yang dilaksanakan lebih dari 800 orang jamaah subuh di masjid yang dibangun menghabiskan dana Rp33 Miliar yang berasal dari hibah seluruh jamaah Ponpes Tarekat Al Idrisiyyah dan memakan waktu pembangunan 3 tahun tersebut. Mereka terdiri dari 500 orang santri, 150 peserta sanlat dari luar pesantren, 25 peserta sanlat yang menginap di pesantren, serta ditambah jamaah yang berasal dari orangtua dan masyarakat sekitar.

"Temanya saat ini berkenaan dengan salat, di mana pembahasan dilakukan mulai praktiknya, hukumnya, dalilnya, keutamaannya, fadilahnya, serta sebagainya, dan tentunya disesuaikan dengan kapasitas para peserta di masing-masing kelompok. Metode ini sengaja kami lakukan, karena jika kuliah subuh dinilai kurang efektif. Di mana dengan jumlah peserta jamaah yang banyak, lebih banyak yang mengantuk dan sulit untuk konsentrasi memperhatikan," ungkap Kepala Divisi Humas Ponpes Tarekat Al Idrisiyyah Sandra Yusuf.

Kalau dengan metode ini, tambah Sandra, bisa dilihat sendiri para peserta mana ada yang mengantuk meski sebagian diantaranya terlihat keluar masuk masjid karena harus buang air kecil di wc yang sangat terawat dan bersih tersedia di basement masjid. "Keuntungan lain dengan menggunakan metode ini adalah, setiap materi yang diberikan lebih mudah terserap, lebih mudah diingat, sehingga diimplementasikan dalam kehidupannya sehari-hari. Apalagi bagi peserta orangtua yang sudah mengalami masalah daya ingatnya," katanya.

Setiap harinya kegiatan keagamaan lebih intensif dilakukan di pesantren yang menjadi jalur mudik jalur utara Tasikmalaya ini, diawali dengan salat malam sekitar pukul 03.00 WIB kemudian dilanjut santap sahur, lalu persiapan salat shubuh berjamaah di Mesjid Al Fattah, yang diawali dengan shalawat terdengar sangat merdu dari speaker masjid yang dibangun dengan konsep Mesjid Haram, Nabawi, dan Al Aqsa ini.

Hingga satu persatu santri serta Jemaah mulai anak-anak, dewasa, hingga orangtua, berpakaian khas serba putih lengkap dengan kopiahnya memasuki masjid dan duduk rapi dimana sebagian besar telah ada disana sebelum pukul 04.00 WIB dan melaksanakan kegiatan mengaji. Baru setelah salat subuh berjamaah dilaksanakan Halaqah Mentoring dilakukan sampai pukul 06.00 WIB, serta siang hingga malam hari dilanjut dengan kegiatan keagamaan lainnya.

"Di luar kamipun ada kegiatan, seperti Sanlat di Lapas Tasikmalaya, memimpin Jemaah di Lanud Wiriadinata, di Hotel Horison, serta kegiatan lainnya. Termasuk nanti, Mesjid Al Fattah akan dijadikan rest area bagi para pemudik. Akan disediakan tempat istirahat berupa tenda khusus hingga aula, kemudian posko kesehatan, hingga bengkel, kami siapkan, termasuk bagi pemudik yang hendak berbuka ataupun sahur kami siapkan di sini," ujar Sandra menutup pembicaraan.
(bbk)
cover top ayah
وَقُلْ لِّـلۡمُؤۡمِنٰتِ يَغۡضُضۡنَ مِنۡ اَبۡصَارِهِنَّ وَيَحۡفَظۡنَ فُرُوۡجَهُنَّ وَلَا يُبۡدِيۡنَ زِيۡنَتَهُنَّ اِلَّا مَا ظَهَرَ مِنۡهَا‌ وَلۡيَـضۡرِبۡنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلٰى جُيُوۡبِهِنَّ‌ۖ وَلَا يُبۡدِيۡنَ زِيۡنَتَهُنَّ اِلَّا لِبُعُوۡلَتِهِنَّ اَوۡ اٰبَآٮِٕهِنَّ اَوۡ اٰبَآءِ بُعُوۡلَتِهِنَّ اَوۡ اَبۡنَآٮِٕهِنَّ اَوۡ اَبۡنَآءِ بُعُوۡلَتِهِنَّ اَوۡ اِخۡوَانِهِنَّ اَوۡ بَنِىۡۤ اِخۡوَانِهِنَّ اَوۡ بَنِىۡۤ اَخَوٰتِهِنَّ اَوۡ نِسَآٮِٕهِنَّ اَوۡ مَا مَلَـكَتۡ اَيۡمَانُهُنَّ اَوِ التّٰبِعِيۡنَ غَيۡرِ اُولِى الۡاِرۡبَةِ مِنَ الرِّجَالِ اَوِ الطِّفۡلِ الَّذِيۡنَ لَمۡ يَظۡهَرُوۡا عَلٰى عَوۡرٰتِ النِّسَآءِ‌ۖ وَلَا يَضۡرِبۡنَ بِاَرۡجُلِهِنَّ لِيُـعۡلَمَ مَا يُخۡفِيۡنَ مِنۡ زِيۡنَتِهِنَّ‌ ؕ وَتُوۡبُوۡۤا اِلَى اللّٰهِ جَمِيۡعًا اَيُّهَ الۡمُؤۡمِنُوۡنَ لَعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُوۡنَ
Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau para perempuan (sesama Islam) mereka, atau hamba sahaya yang mereka miliki, atau para pelayan laki-laki (tua) yang tidak mempunyai keinginan (terhadap perempuan) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Dan janganlah mereka menghentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung.

(QS. An-Nur Ayat 31)
cover bottom ayah
preload video