Begini Sejarah Hari 'Asyura Menurut Islam

loading...
Begini Sejarah Hari Asyura Menurut Islam
Begini Sejarah Hari 'Asyura Menurut Islam
DR KH Miftah el-Banjary
Pakar Ilmu Linguistik Arab & Tafsir Alquran
Alumni Institute of Arab Studies Kairo-Mesir

Ketika kedatangan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam (SAW) ke Madinah, beliau menyaksikan tradisi orang-orang Yahudi yang tengah berpuasa di hari ke-10 bulan Muharram.

Rasulullah bertanya tentang alasan mereka berpuasa pada hari itu. Mereka menjawab, "Hari itu hari dimana Allah menyelamatkan Nabi Musa dan Bani Israel dari kejaran Fir'aun di laut merah."

Lantas Rasulullah SAW bersabda: "Kami (umat muslim) lebih berhak mencintai Musa!"

Sejak saat itulah, Rasulullah mensunnahkan berpuasa pada hari itu. Ada sebagian ulama yang mensunnahkan puasa dimulai pada hari ke-9 hingga hari ke-11. Boleh juga di salah satu hari dari ketiganya.

Mengapa ada tradisi berpuasa 10 Muharram sebagai peringatan hari kemenangan Nabi Musa mengalahkan Fir'aun dalam perspektif sejarah Islam?



Sebagaimana diketahui bahwa Islam merupakan penyempurna dari ajaran risalah nabi terdahulu, umat Yahudi dan Nashrani, maka beberapa hal yang terkait dengan sejarah para nabi terdahulu juga merupakan bagian dari sejarah dan tradisi di dalam Islam.

Kisah tentang sejarah Nabi Musa sudah hampir dilupakan oleh orang-orang Yahudi. Kisah yang beredar di kalangan mereka pun banyak yang sudah bercampur dengan mitos dan dongeng fiksi.

Oleh karenanya, Alqur'an hadir membawa kisah sejarah Nabi Musa secara berulang-ulang. Banyak ayat dan surah untuk mengingatkan kembali kebenaran sejarah Nabi Musa yang telah mengalami banyak distorsi sejarah dan penyimpangan oleh bangsa Yahudi.

Kisah Nabi Musa versus Fir'aun hingga pengejaran ke Laut Merah dan kisah Nabi Musa dengan umatnya kaum Bani Israel merupakan kisah pokok terbanyak yang dikisahkan di dalam Alqur'an.

Setelah mengalami kekalahan dalam adu kekuatan sihir, akhirnya Nabi Musa sesuai dengan perintah Allah pun membawa Bani Israel keluar meninggalkan Mesir menuju Baitul Maqdis dengan melakukan eksodus secara besar-besaran.

Memang banyak peristiwa yang menyertai sebelum kepergian Bani Israel dari Mesir yang terjadi di kerajaan Fir'aun dan orang-orang Qibhty. Semisal menyebarnya wabah penyakit, bermunculan kodok dan jangkrik yang memenuhi kota, kelaparan, kebakaran, kekeringan dan sejumlah musibah lainnya.

Setelah hari yang ditentukan, maka keluarlah sebanyak 600.000 orang Bani Israel meninggalkan Mesir (ini menurut Ibnu Katsir di dalam Kitab Qishashul Anbiya) di bawah pimpinan Nabi Musa di malam hari.

Terkait rute yang ditempuh oleh Bani Israel dalam rangka melakukan eksodus menuju Yerussalem tidak ada keterangan yang jelas dan sistematis dalam kitab-kitab tafsir klasik, semisal Ibnu Katsir.

Tidak diketahui apakah Bani Israel menyeberangi lautan merah terlebih dahulu dan kemudian berhenti di Gunung Thursina atau kah berhenti di Gunung Thursina beberapa hari baru melanjutkan perjalanan menyeberang ke Jerussalem melewati Laut Merah?

Terkesan, dalam tafsir-tafsir klasik, Nabi Musa lebih dahulu dikejar pasukan Fir'aun, kemudian barulah menerima wahyu di gunung Thursina.

Mungkin hal ini, karena mulai mereka menafsirkan berdasarkan rentetan ayat dari surah Al-Baqarah. Kisah Nabi Musa dimulai diceritakan tentang peristiwa penyeberangan di Laut Merah hingga tenggelamnya Fir'aun pada ayat ke-49 dan ke-50. Barulah setelah itu, kisah Nabi Musa dan Bani Israel dikisahkan berentetan panjang setelah itu pada ayat ke-51 sampai 73.

Jika mengikuti jalur ayat ini, tentu akan sedikit membingungkan secara kronologis ayat ini dengan rute tempuhnya secara geografis.

Jika dilihat dari rute perjalanan yang ditempuh dari kerajaan Fir'aun di wilayah Ramses ke Palestina, mestinya sebenarnya masih bisa potong kompas, tanpa harus melewati Laut Merah dan Thursina.
halaman ke-1
cover top ayah
اَمۡ اَمِنۡتُمۡ مَّنۡ فِى السَّمَآءِ اَنۡ يُّرۡسِلَ عَلَيۡكُمۡ حَاصِبًا‌ ؕ فَسَتَعۡلَمُوۡنَ كَيۡفَ نَذِيۡرِ
Atau sudah merasa amankah kamu, bahwa Dia yang di langit tidak akan mengirimkan badai yang berbatu kepadamu? Namun kelak kamu akan mengetahui bagaimana (akibat mendustakan) peringatan-Ku.

(QS. Al-Mulk:17)
cover bottom ayah
preload video