Kisah Penampakan Jin di Zaman Nabi dan Cara Mengusirnya

loading...
Kisah Penampakan Jin di Zaman Nabi dan Cara Mengusirnya
Kisah Penampakan Jin di Zaman Nabi dan Cara Mengusirnya
Percaya kepada hal ghaib merupakan salah satu dasar pokok keimanan seorang muslim. Pengetahun tentang hal-hal ghaib telah dijelaskan dalam Alqur'an seperti adanya Malaikat, Jin, Iblis dan makhlus halus yang tidak bisa ditangkap oleh panca indera manusia.

Bahkan Allah Ta'ala menjadikan satu surah dalam Alqur'an dengan nama Surah Al-Jinn (Jin) surah ke-72 terdiri dari 28 ayat. Dalam surah itu Allah mengabadikan kesaksian para Jin: "Dan sesungguhnya di antara kami (Jin) ada yang saleh dan ada (pula) kebalikannya. Kami menempuh jalan yang berbeda-beda." (QS Al-Jin: 11).

Kemudian pada ayat lain, "Dan di antara kami ada yang Islam dan ada yang menyimpang dari kebenaran. Siapa yang Islam, maka mereka itu telah memilih jalan yang lurus. Dan adapun yang menyimpang dari kebenaran, maka mereka menjadi bahan bakar bagi neraka Jahannam." (QS Al-Jin: 14-15).

Seperti diketahui manusia diciptakan dari unsur tanah, sedangkan Jin diciptakan dari api. Sejatinya Jin takut kepada manusia, apalagi manusia yang beriman dan menyandarkan kekuatan hanya kepada Allah. Seperti kisah setan yang lari ketakutan ketika bertemu Sayyidina Umar bin Khattab radhiallahu 'anhu (RA), sampai-sampai setan memilih jalan lain apabila melihat Umar.



Penampakan Jin dan gangguannya sebenarnya sudah ada sejak zaman Rasulullah SAW. Dikisahkan dalam Shahih Bukhari, Jin pernah menampakkan diri di hadapan Nabi Muhammad SAW dengan membawa obor api dengan bermaksud menyakiti. Rasulullah kemudian menangkapnya dan hendak mengikatnya sampai pagi. Namun, tidak jadi karena teringat doa Nabi Sulaiman AS.

Kisah lainnya dalam Sunan An Nasa'i, ketika Khalid bin Walid RA hendak menghancurkan berhala Uzza yang selama ini disembah masyarakat Arab Jahiliyah, muncul Jin penunggu patung Uzza berbentuk perempuan tua telanjang dan berambut acak-acakan hendak lari. Setelah itu Khalid pun membunuhnya.

Jin juga pernah hendak mencuri harta zakat, namun tertangkap tangan oleh sahabat Abu Hurairah RA. Beliau mengancam akan melaporkan Jin itu kepada Rasulullah SAW. Mendengar ancaman tersebut, Jin itu ketakutan dan mengemis iba hingga akhirnya mengajarkan kepada Abu Hurairah 'Ayat Kursi' sebagai perlindungan dari kejahatan mereka. Kisah ini diriwayatkan dalam Shahih Bukhari.

Perlu diketahui bahwa Allah Ta'ala menciptakan manusia sebagai makhluk yang sempurna dan kedudukannya lebih tinggi dari bangsa jin. Maka manusia tak boleh merendahkan diri kepada Jin apalagi meminta pertolongan kepada mereka.



Allah berfirman: "Dan sesungguhnya ada beberapa orang laki-laki dari kalangan manusia yang meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki dari jin, tetapi mereka (jin) menjadikan mereka (manusia) bertambah sesat." (QS Al-Jin:6)
halaman ke-1 dari 2
cover top ayah
لَاۤ اِكۡرَاهَ فِى الدِّيۡنِ‌ۙ قَد تَّبَيَّنَ الرُّشۡدُ مِنَ الۡغَىِّ‌ۚ فَمَنۡ يَّكۡفُرۡ بِالطَّاغُوۡتِ وَيُؤۡمِنۡۢ بِاللّٰهِ فَقَدِ اسۡتَمۡسَكَ بِالۡعُرۡوَةِ الۡوُثۡقٰى لَا انْفِصَامَ لَهَا‌‌ ؕ وَاللّٰهُ سَمِيۡعٌ عَلِيۡمٌ
Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama (Islam), sesungguhnya telah jelas (perbedaan) antara jalan yang benar dengan jalan yang sesat. Barang siapa ingkar kepada Tagut dan beriman kepada Allah, maka sungguh, dia telah berpegang (teguh) pada tali yang sangat kuat yang tidak akan putus. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.

(QS. Al-Baqarah:256)
cover bottom ayah
preload video