alexametrics

Kisah Orang Saleh Ketika Menghadapi Bala dan Ujian (2)

loading...
Dalam Kitab 'Al-Hikam', Syeikh Ibnu 'Atho'illah (1250-1309) menceritakan kisah orang beriman saat diberi ujian bala berupa penyakit. Pada bagian pertama kita sudah menceritakan kisah Imron bin Husain radhiallahu 'anhu (RA) yang menderita penyakit buang air selama tiga puluh tahun tidak dapat bergerak dari tempat tidurnya. [Baca Juga: Kisah Orang Saleh Ketika Menghadapi Bala dan Ujian (1)]

Berikut ini kita ulas lagi kisah selanjutnya. Kata Syeikh Ibnu 'Atho'illah (ulama kelahiran Iskandariah Mesir), barangsiapa yang mengira terlepas kasih sayang Allah sebab turunnya bala' (ujian) yang ditakdirkan Allah, maka yang demikian itu disebabkan karena dangkalnya pandangan imannya.

Dikisahkan, Urwah bin Az-Zubair radhiallahu 'anhu (RA) ketika menderita sakit diputuskan harus dipotong betisnya. Maka ketika akan dilaksanakan pemotongan oleh ahli bedah, dia diberi obat tidur supaya tidak terasa sakitnya.



Namun Urwah menolak sembari berkata: "Jangan diberi obat tidur, tetapi teruskan potong betisnya tanpa obat tidur. Dan ketika betisnya digergaji tidak terdengar keluhan kecuali ucapan "Hasbiyallah" (cukup bagiku rahmat Allah).

Dan setelah operasinya selesai, ia menyuruh pembantunya supaya mencuci dan membungkus potongan betisnya itu dan menguburnya di kuburan kaum muslimin. Kemudian ia berkata: "Allah telah mengetahui bahwa kaki itu tidak pernah saya gunakan berjalan kepada maksiat, lalu ia berkata: "Ya Allah, jika Engkau ambil, masih banyak sisanya, jika engkau memberi bala, masih banyak selamatnya."

Masya Allah, ini kisah yang luar biasa ketika seseorang bergantung kepada Allah dan ridha dengan kehendak-Nya, maka semuanya menjadi ringan.

Imam Al-Junaidy pernah berkata: "Ketika saya tidur di tempat As-Sary As-Saqothy, tiba-tiba saya dibangunkan, lalu dia berkata: "Ya Junaid, saya telah bermimpi seolah-olah berhadapan dengan Allah, lalu Allah berkata kepadaku: "Hai Sarri, ketika Aku membuat makhluk maka semua mengaku cinta kepadaku, kemudian aku membuat dunia, maka lari dari padaku sembilan puluh persen (90%) dan tinggal sepuluh persen (10%). Kemudian aku membuat surga, maka lari dari padaku sembilan puluh persen dari sisanya itu. Kemudian Aku membuat neraka, maka lari dari padaku sembilan puluh persen dari sisanya itu. Kemudian aku membuat bala, maka lari dari padaku sembilan puluh persen dari sisa-sisanya itu.

Maka Aku berkata pada sisa yang tinggal itu. Dunia kamu tidak mau, surga kamu tidak suka, neraka kamu tidak takut, bala' musibah juga kamu tidak lari, maka apakah keinginanmu? Jawabnya: Engkau telah mengetahui keinginan kami. Aku berkata, Aku akan menurunkan kepadamu bala yang tidak akan sanggup menanggungnya walaupun bukit yang besar. Sabarkah kamu? Jawab mereka: Apabila Engkau yang menguji, maka terserahlah pada-Mu (berbuatlah sekehendak-Mu), maka mereka itulah hamba-Ku yang sebenarnya.

Dari Abu Hurairah dan Abu Said RA, Rasulullah SAW bersabda: "Tiada sesuatu yang menimpa seorang mukmin berupa penderitaan, kelelahan atau risau hati/fikiran melainkan semua itu akan menjadi penebus dosanya". (HR. Bukhari-Muslim).

Ibnu Mas'ud berkata bahwa Rasulullah bersabda: "Tiada seorang muslim yang terkena musibah bala gangguan atau penyakit, dan yang lebih ringan dari itu melainkan Allah menggugurkan dosanya, bagaikan gugurnya daun pohon".

Jangan menjadi orang yang dangkal pandangannya sehingga tidak dapat melihat adanya nikmat dan rahmat karunia Allah dalam takdir musibah bala' itu. Apabila mau husnuzzhan (berprasangka baik) kepada Allah maka banyak sekali karunia Allah yang diberikan bersamaan dengan bala (ujian) itu, di antaranya sebab bala itu, kita ditempatkan Allah di pintu rahmat-Nya.

Sebab bala, nafsu kita menjadi lemah, hilang kekuatannya. Hilang sifat-sifanya yang menjatuhkan kita kepintu maksiat dan mencintai dunia. Sebab bala, hati mudah untuk taat seperti sabar, ridha, tawakkal, zuhud dan ingin bertemu dengan Allah. Sebab bala, dosa-dosa seseorang akan diampuni Allah Ta'ala.

Wallahu A'lam Bisshowab
(rhs)
KOMENTAR
loading gif
cover top ayah
وَجَاوَزۡنَا بِبَنِىۡۤ اِسۡرَآءِيۡلَ الۡبَحۡرَ فَاَتۡبـَعَهُمۡ فِرۡعَوۡنُ وَجُنُوۡدُهٗ بَغۡيًا وَّعَدۡوًا‌ ؕ حَتّٰۤى اِذَاۤ اَدۡرَكَهُ الۡغَرَقُ قَالَ اٰمَنۡتُ اَنَّهٗ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا الَّذِىۡۤ اٰمَنَتۡ بِهٖ بَنُوۡۤا اِسۡرَآءِيۡلَ وَ اَنَا مِنَ الۡمُسۡلِمِيۡنَ
Dan Kami selamatkan Bani Israil melintasi laut, kemudian Fir‘aun dan bala tentaranya mengikuti mereka, untuk menzhalimi dan menindas (mereka). Sehingga ketika Fir‘aun hampir tenggelam dia berkata, “Aku percaya bahwa tidak ada tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan aku termasuk orang-orang Muslim (berserah diri).”

(QS. Yunus:90)
cover bottom ayah
preload video