Kisah Orang Saleh Ketika Menghadapi Bala dan Ujian (2)

Kamis, 23 Januari 2020 - 05:15 WIB
Kisah Orang Saleh Ketika...
Kisah Orang Saleh Ketika Menghadapi Bala dan Ujian (2)
A A A
Dalam Kitab 'Al-Hikam', Syeikh Ibnu 'Atho'illah (1250-1309) menceritakan kisah orang beriman saat diberi ujian bala berupa penyakit. Pada bagian pertama kita sudah menceritakan kisah Imron bin Husain radhiallahu 'anhu (RA) yang menderita penyakit buang air selama tiga puluh tahun tidak dapat bergerak dari tempat tidurnya. [Baca Juga: Kisah Orang Saleh Ketika Menghadapi Bala dan Ujian (1)]

Berikut ini kita ulas lagi kisah selanjutnya. Kata Syeikh Ibnu 'Atho'illah (ulama kelahiran Iskandariah Mesir), barangsiapa yang mengira terlepas kasih sayang Allah sebab turunnya bala' (ujian) yang ditakdirkan Allah, maka yang demikian itu disebabkan karena dangkalnya pandangan imannya.

Dikisahkan, Urwah bin Az-Zubair radhiallahu 'anhu (RA) ketika menderita sakit diputuskan harus dipotong betisnya. Maka ketika akan dilaksanakan pemotongan oleh ahli bedah, dia diberi obat tidur supaya tidak terasa sakitnya.

Namun Urwah menolak sembari berkata: "Jangan diberi obat tidur, tetapi teruskan potong betisnya tanpa obat tidur. Dan ketika betisnya digergaji tidak terdengar keluhan kecuali ucapan "Hasbiyallah" (cukup bagiku rahmat Allah).

Dan setelah operasinya selesai, ia menyuruh pembantunya supaya mencuci dan membungkus potongan betisnya itu dan menguburnya di kuburan kaum muslimin. Kemudian ia berkata: "Allah telah mengetahui bahwa kaki itu tidak pernah saya gunakan berjalan kepada maksiat, lalu ia berkata: "Ya Allah, jika Engkau ambil, masih banyak sisanya, jika engkau memberi bala, masih banyak selamatnya."

Masya Allah, ini kisah yang luar biasa ketika seseorang bergantung kepada Allah dan ridha dengan kehendak-Nya, maka semuanya menjadi ringan.

Imam Al-Junaidy pernah berkata: "Ketika saya tidur di tempat As-Sary As-Saqothy, tiba-tiba saya dibangunkan, lalu dia berkata: "Ya Junaid, saya telah bermimpi seolah-olah berhadapan dengan Allah, lalu Allah berkata kepadaku: "Hai Sarri, ketika Aku membuat makhluk maka semua mengaku cinta kepadaku, kemudian aku membuat dunia, maka lari dari padaku sembilan puluh persen (90%) dan tinggal sepuluh persen (10%). Kemudian aku membuat surga, maka lari dari padaku sembilan puluh persen dari sisanya itu. Kemudian Aku membuat neraka, maka lari dari padaku sembilan puluh persen dari sisanya itu. Kemudian aku membuat bala, maka lari dari padaku sembilan puluh persen dari sisa-sisanya itu.

Maka Aku berkata pada sisa yang tinggal itu. Dunia kamu tidak mau, surga kamu tidak suka, neraka kamu tidak takut, bala' musibah juga kamu tidak lari, maka apakah keinginanmu? Jawabnya: Engkau telah mengetahui keinginan kami. Aku berkata, Aku akan menurunkan kepadamu bala yang tidak akan sanggup menanggungnya walaupun bukit yang besar. Sabarkah kamu? Jawab mereka: Apabila Engkau yang menguji, maka terserahlah pada-Mu (berbuatlah sekehendak-Mu), maka mereka itulah hamba-Ku yang sebenarnya.

Dari Abu Hurairah dan Abu Said RA, Rasulullah SAW bersabda: "Tiada sesuatu yang menimpa seorang mukmin berupa penderitaan, kelelahan atau risau hati/fikiran melainkan semua itu akan menjadi penebus dosanya". (HR. Bukhari-Muslim).

Ibnu Mas'ud berkata bahwa Rasulullah bersabda: "Tiada seorang muslim yang terkena musibah bala gangguan atau penyakit, dan yang lebih ringan dari itu melainkan Allah menggugurkan dosanya, bagaikan gugurnya daun pohon".

Jangan menjadi orang yang dangkal pandangannya sehingga tidak dapat melihat adanya nikmat dan rahmat karunia Allah dalam takdir musibah bala' itu. Apabila mau husnuzzhan (berprasangka baik) kepada Allah maka banyak sekali karunia Allah yang diberikan bersamaan dengan bala (ujian) itu, di antaranya sebab bala itu, kita ditempatkan Allah di pintu rahmat-Nya.

Sebab bala, nafsu kita menjadi lemah, hilang kekuatannya. Hilang sifat-sifanya yang menjatuhkan kita kepintu maksiat dan mencintai dunia. Sebab bala, hati mudah untuk taat seperti sabar, ridha, tawakkal, zuhud dan ingin bertemu dengan Allah. Sebab bala, dosa-dosa seseorang akan diampuni Allah Ta'ala.

Wallahu A'lam Bisshowab
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Pangeran Diponegoro,...
Kisah Pangeran Diponegoro, Pejuang Islam yang Kuasai Ilmu Fiqh dan Tasawuf
10 Hakikat Guru Menurut...
10 Hakikat Guru Menurut Imam Ibnu Atha'illah
Cara Mengetahui Kedudukan...
Cara Mengetahui Kedudukan Kita di Sisi Allah
Biografi Ibnu Aqil,...
Biografi Ibnu Aqil, Penulis Kitab Terbesar dalam Islam dan Kisahnya yang Unik
Kisah Tabiin Ibnu Sirin:...
Kisah Tabiin Ibnu Sirin: Pelopor Ilmu Interpretasi Mimpi dalam Islam
Kisah Al-Qanabi Belajar...
Kisah Al-Qa'nabi Belajar Hadis Tanpa Adab, Ini yang Didapatnya
Rekomendasi
Begini Proses Terjadinya...
Begini Proses Terjadinya Gerhana Bulan Penumbra, Rumit dan Menarik untuk Disaksikan
Bagaimana Mata Bunglon...
Bagaimana Mata Bunglon Bisa Berputar saat Berburu Mangsa, Ini Jawabannya
Mengapa Pelangi Terlihat...
Mengapa Pelangi Terlihat Ada 7 Warna? Ini Fakta Sebenarnya
Artikel Terkini
Kunjungi Misi Haji di...
Kunjungi Misi Haji di Makkah, Wamenhaj Arab Saudi Puji Perubahan Radikal Sistem Haji Indonesia
Baca Selawat Nabi 1000...
Baca Selawat Nabi 1000 Kali di Hari Jumat, Kelak Diperlihatkan Kedudukannya di Surga
Cemas karena Ekonomi...
Cemas karena Ekonomi Terpuruk? Baca Doa Ini Bakda Ashar Hari Jumat, InsyaAllah Mustajab!
Amalan Jumat: Raih Cahaya...
Amalan Jumat: Raih Cahaya dengan Membaca Surat Al-Kahfi
15.086 Jemaah Haji Reguler...
15.086 Jemaah Haji Reguler dan 7.547 Haji Khusus Telah Tiba di Indonesia
Keistimewaan Hari Jumat,...
Keistimewaan Hari Jumat, Yaumul Maiz Saat Allah Menampakan Diri di Surga
Infografis
Tepis Komnas HAM, Bharada...
Tepis Komnas HAM, Bharada E: Pelaku Penembakan Brigadir J 2 orang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved