alexametrics

Kisah Abu Nawas

Ahli Hukum Islam Saja Minta Fatwa Abu Nawas

loading...
Ahli Hukum Islam Saja Minta Fatwa Abu Nawas
Abu Nawas bilang itu urusan remeh. Foto/Ilustrasi/Ist
Abu Nawas adalah pujangga Arab dan merupakan salah satu penyair terbesar sastra Arab klasik. Penyair ulung sekaligus tokoh sufi ini mempunyai nama lengkap Abu Ali Al Hasan bin Hani Al Hakami dan hidup pada zaman Khalifah Harun Al-Rasyid di Baghdad (806-814 M). Kisah Abu Nawas amat banyak. Ada yang konyol, lucu, dan satir. Kisah berikut dinukil dari kitab Abu Nuwas fi nawadirihi wa ba’di qasaidihi karya Salim Samsuddin). (Baca juga: Abu Nawas Mengubah Hidup Orang dan Menunjukkan Cara Melihat Setan)

Alkisah, salah seorang ahli fikih resah akan perkara hukum yang dimilikinya. Hingga akhirnya keresahan sang fakih tadi mengarahkannya untuk menemui Abu Nawas.

Singkat cerita bertemulah sang fakih dengan Abu Nawas. Tanpa basa-basi sang fakih pun mengutarakan keresahannya. (Baca juga: Abu Nawas, Abu Wardah, dan Seorang Pengemis)

“Wahai Abu Nawas, aku membutuhkan pertolonganmu. Aku ingin engkau memberikan fatwa kepadaku perihal keresahanku selama ini, dan semoga engkau mendapatkan balasan dari Allah atas kebaikanmu,” sang fakih berbasa-basi.



“Keresahan apa yang kau hadapi. Katakan saja!” kata Abu Nawas. (Baca juga: Bohongi Prajurit Kerajaan, Abu Nawas Ditangkap dan Diborgol)

“Wahai Abu Nawas, manakah yang lebih utama, berjalan di depan iring-iringan jenazah atau di belakangnya?” tanya si ahli fikih.



“Wahai ahli fikih, jangan terlalu serius dan resah perihal urusan remeh temeh seperti ini,” jawab Abu Nawas.

“Lantas fatwa apa yang bisa kau beri padaku perihal perkara ini?” sergah sang ahli fikih penasaran. (Baca juga: Abu Nawas Lapang Dada Kendati Dihina dan Dicaci Sesama Penyair)

Abu Nawas pun menjawab, “Berjalanlah sesukamu, depan-belakang, kanan-kiri itu sama saja, asal jangan kau naiki keranda jenazahnya.”
(mhy)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
cover top ayah
لَا تَحۡسَبَنَّ الَّذِيۡنَ يَفۡرَحُوۡنَ بِمَاۤ اَتَوْا وَّيُحِبُّوۡنَ اَنۡ يُّحۡمَدُوۡا بِمَا لَمۡ يَفۡعَلُوۡا فَلَا تَحۡسَبَنَّهُمۡ بِمَفَازَةٍ مِّنَ الۡعَذَابِ‌ۚ وَلَهُمۡ عَذَابٌ اَ لِيۡمٌ
Jangan sekali-kali kamu mengira bahwa orang yang gembira dengan apa yang telah mereka kerjakan dan mereka suka dipuji atas perbuatan yang tidak mereka lakukan, jangan sekali-kali kamu mengira bahwa mereka akan lolos dari azab. Mereka akan mendapat azab yang pedih.

(QS. Ali 'Imran:188)
cover bottom ayah
preload video
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak