alexametrics

40 Hadis Keutamaan Al-Qur'an (3)

loading...
40 Hadis Keutamaan Al-Quran (3)
40 Hadis Keutamaan Al-Qur'an (3)
Kitab Suci Al-Qur'an terdiri dari 114 surat dan 1.027.000 (satu juta dua puluh tujuh ribu) huruf. Banyak sekali riwayat yang menjelaskan tentang fadhillah (keutamaan) membaca dan mempelajari Al-Qur'an.

Berikut lanjutan 40 Hadis Nabi mengenai keutamaan Al-Qur'an yang dirangkum dari berbagai sumber. [Baca Juga: 40 Hadis Keutamaan Al-Qur'an (2)]

21. Cahaya di Muka Bumi dan Bekal yang Disimpan di Langit.



عَن اَبيِ ذًرٍ رَضَيِ اللٌهُ عَنهُ قَالَ : قُلتُ يَارَسُولَ اللٌهِ صَلَيِ اللٌهُ عَلَيهِ وَسَلَمَ اَوصِنيِ قَالَ عَلَيكَ بِتَقوَي اللٌهِ فَانٌهَا رَاسُ الآمرِ كُلٌهِ قُلتُ يَارَسُولَ اللٌهِ زَدنيِ قَالَ عَلَيكَ بِتِلآوَةِ القُرانَ فَاِنٌه نُورُلَكَ فيِ لآرضِ وَذٌخرُ لَكَ فيِ الٌسَمَأءِ. (رواه أبن حبان في صحيحه في حديث طويل)

Dari Abu Dzar RA, ia menceritakan, "Aku pernah berkata pada Rasulullah SAW, 'Wahai Rasulullah, berilah aku wasiat! "Rasulullah bersabda, 'Hendaklah engkau bertakwa kepada Allah karena takwa adalah akar dari setiap urusan." Saya berkata lagi, "Wahai Rasulullah, tambahkan wasiat untukku!" Rasulullah pun bersabda, "Hendaklah engkau membaca Al-Qur'an, karena sesungguhnya Al-Qur'an itu nur (cahaya) bagimu di muka bumi dan bekal yang disimpan di langit." (HR. Ibnu Habban)

22. Diberi Sakinah dan Rahmat dari Allah.


عَن اَبيِ هُرَيَرةَ رَضَيِ اللٌهُ عَنهُ أنَ رَسُولَ اللٌهِ صَلَيِ اللٌهٌ عَلَيهِ وَسَلَم قَالَ مَا اجٌتَمَعَ قَومُ فيِ بَيتٍ مِن بُيُوتِ اللٌهِ يَتلُونَ كتَابَ اللٌهِ وَيَتَدَا رَسُونَه فِيمَا بَيْنَهُم إلا نَزَلتْ عليْهمُ السَكِينَةُ وَغَشِيتهُمُ الرَّحمةُ وَحَفَتهمُ الملآئكةُ وَذَكَرَهُمُ اللٌهُ فِيمَن عِندَهُ. (رواه مسلم وابو داوود)

Dari Abu Hurairah RA berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah dari rumah-rumah Allah, mereka membaca kitab Allah dan saling mengajarkannya di antara mereka, melainkan diturunkan ke atas mereka sakinah, rahmat menyirami mereka, para malaikat mengerumuni mereka, dan Allah menyebut-nyebut mereka di kalangan (Malaikat) yang ada di sisi-Nya." (HR Muslim dan Abu Dawud)

23. Sebagai Bekal yang Paling Utama.


عَن أبِي ذُرٍ رَضَي اللٌهُ عَنهُ قَالَ : قَالَ رَسُولَ صَلَيِ اللٌهُ عَلَيهِ وَسَلَمَ اِنكُمُ لآ تَرجِعُونَ اِلي اللٌهِ بِشَيء اَفَضَلَ مِمَا خَرَجَ مِنهُ يَعنَيِ القُرانَ. (رواه الحاكم وصححه أبو داوود في مراسيله عن جبير بن نفير والبترمذي عن امامة بمعناة)

Dari Abu Dzar RA berkata bahwa Rasulullah bersabda, "Sesunggguhnya kalian tidak akan kembali kepada Allah dengan membawa sesuatu yang lebih utama selain membawa apa yang keluar dari-Nya, yakni Al-Qur'an." (HR. Hakim)

24. Menjadi Keluarga Allah dan Orang-orang Istimewa di Sisi-Nya


عَن اَنَسٍ رَضَيِ اللٌهُ عَنهُ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللٌهِ صَلَي اللٌهُ عَلَيهِ وَسَلَمَ اِنٌ للٌهِ اَهلِينَ مِنَ النٌاسِ قَالٌوا: مَن هٌم يَارَسُولَ اللٌهِ؟ قَالَ أهلُ القُرانَ هُم أهلُ اللٌهِ وَخَاصٌتٌهُ. (رواه النسائي وابن ماجه والحاكم واحمد)

Dari Anas RA berkata bahwa Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya Allah memiliki keluarga dari kalangan manusia." Para sahabatnya bertanya, "Siapakah mereka, Ya Rasulullah?" Beliau menjawab, "Ahlul Qur’an, mereka adalah keluarga Allah dan orang-orang istimewa-Nya." (HR. An-Nasai, Ibnu Majah, Hakim, dan Ahmad)

25. Mendapat Perhatian Penuh dari Allah.

عَن أبيِ هُرَيرَةَ رَضَيِ اللٌهُ عَنهُ قَالَ:قَالَ رَسُولُ اللٌهِ صَلَي اللٌهُ عَلَيهِ وَسَلَمَ مَا أذِنَ اللٌه لِشَىء كَمَا أذِنَ لِنَبِىٍ يَتَغَني بِالقُرانِ. (رواه بخارى ومسلم)

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah bersabda: "Allah tidak pernah mendengarkan sesuatu dengan penuh perhatian sebagaimana Dia mendengarkan dengan penuh perhatian kepada seorang Nabi yang melagukan Al-Qur'an." (HA. Bukhari dan Muslim)

26. Lebih Mulia Dibanding Nyanyian.

عَنْ فُضَالَةَ بنِ عَبيدٍ رَضَي اللٌهُ عَنهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللٌهِ صَلَيِ اللهُ اَشَدُ أُذٌنًا إِلي قَارِئِ القُرآنِ مِنْ صَاحِبِ القَيْنَةِ اِلي قَيْنَتِهِ. (رواه ابن ماجه وابن حبان كذا في شرح الاحياء قلت وقال الحاكم صحيح على شرطهما وقال الذهبي منقطع).

Dari Fudhalah bin Ubaid RA, Rasulullah bersabda, "Allah lebih mendengarkan dengan penuh perhatian kepada pembaca Al-Qur'an daripada seorang tuan yang mendengarkan nyanyian hamba perempuannya." (HR. Ibnu Majah, Ibnu Haban, dan Hakim)

27. Diberi Ganjaran Besar di Akhirat.

عَنْ عُبَيْدَةَ المُلَيْكِيّ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلّى عليهِ وَسَلَّمَ: يَا أهلَ القُرآنِ لَا تَتَوَسَّدُوا القُرآنَ وَأتْلُوْهُ حَقَّ تِلاوَتهِ مِنْ انآءِ اللَّيلِ وَالنَّهَارِ وَافْشُوْهُ وَتَغَنّوُهُ وتَدَبَّرُوا مَا فيهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ وَلَا تَعَجَّلُوا ثَوَابَهُ فَإنَّ لَهُ ثَوَاباً. (رواه البيهقيفي شعب الأيمان)

Dari Ubaidah Al Mulaiki RA, Rasulullah bersabda, "Wahai ahli-ahli Al-Qur'an, janganlah kalian menggunakan Al-Qur'an sebagai bantal dan bacalah Qur'an dengan sebenar-benarnya bacaan pada malam dan siang hari, sebarkanlah ia. Bacalah ia dengan suara merdu, dan pikirkanlah isi kandungannya! Mudah-mudahan kalian beruntung. Janganlah kalian meminta disegerakan upahnya (di dunia), karena ia mempunyai ganjaran (di akhirat)." (HR. Al Baihaqi- Syu'abul Iman)

28. Penyempurna Kitab-kitab Sebelumnya.

عَنْ وَاثِلةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ رَفَعَهُ أُعْطِيْتُ مَكَانَ التَّوْراة السَّبْعَ الطُّولَ وَأُعْطِيْتُ مَكَانَ الزَّبُوْرَ المِاِئيْنَ وأُعْطِيْتُ مَكَانَ الإنْجِيْلِ الْمَثَانيِ وَفُضِّلتُ بِالمُفَصَّلِ. (رواه احمد في الكبير كذا في جمع الفوائد)

Dari Watsilah RA, Rasulullah SAW bersabda, "Aku telah diberi Sab'a Thuwal sebagai pengganti Taurat, Mi'in sebagai pengganti Zabur, Matsani sebagai pengganti Injil, dan Mufashshal sebagai anugerah istimewa kepadaku." (HR. Ahmad)

29. Balasan Surga Bagi yang Menyimak Bacaan Al-Qur'an.


عَنْ أبِيْ سَعِيْدِ اْلخُدْرِيِ رضي الله عنه قَاَلَ جَلَسْتُ فيِ عِصَاَبةٍ مِنْ ضُعَفَآءِ الْمُهَاجِرِيْنَ وإنَّ بَعْضَهُمْ لَيَسْتَتِرُ بِبَعْضٍ مِنَ الْعُرى وَقَارِئٌ يَقْرأُ اِذْ جَآءَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَامَ عَلَيْنَا، فَلَمَّا قَامَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسَلَّمَ سَكَت القَارِئُ فَسَلَّمَ ثُمَّ قَالَ مَا كُنْتُمْ تَصْنَعُوْنَ؟ قُلْنَا نَسْتَمِعُ اِلى كِتَابِ اللهِ تَعالى فَقَالَ الحَمْدُللهِ الذِيْ جَعَلَ مِنْ أمتي مَنْ اُمِرْتُ اَنْ اَصْبِرَ نَفْسِيْ مَعَهُمْ قَالَ فَجَلَسَ وَسْطَنا لِيَعُدِلَ بِنَفْسِهِ فِيْنَا ثُمَّ قَالَ بِيَدِهِ هَكَذَا فَتَحَلَّقُوْا وَبَرَزَتْ وُجُوْهُهُمُ لَهُ فَقَالَ اَبشِرُوْا يَا مَعْشَرَ صَعَاليكِ المُهَاجِرِيْنَ بِالُّنوْرِ التَّامَّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ تَدْخُلُوْنَ الْجَنَّةَ قَبْلَ اَغْنِيَآءِ النَّاسِ بِنِصْفِ يَوْمٍ وَذَلِكَ خَمْسُ مِائَةِ سَنَةٍ. (رواه ابو داوود).

Dari abi Sa'id al Khudri RA, ia menceritakan, "Pernah pada suatu ketika aku duduk dengan sekumpulan Muhajirin yang lemah. Dan sungguh, sebagian mereka menutupi dirinya dengan sebagian lainnya agar tidak terlihat auratnya, sedang seorang Qari membacakan (Al-Qur'an) kepada kami. Tiba-tiba datanglah Rasulullah lalu berdiri di antara kami. Ketika Rasulullah berdiri, Qari itu pun diam, kemudian beliau memberi salam dan bertanya, ‘Apa yang sedang kamu lakukan?’ Kami menjawab, "Kami sedang mendengarkan bacaan kitab Allah’ ‘Beliau bersabda: "Segala puji bagi Allah Yang telah menjadikan sebagian umatku orang-orang yang aku perintah agar bersabar bersama mereka.’ Kemudian beliau duduk di tengah mengatur kami. Kemudian beliau berisyarat dengan tangan beliau. Melingkarlah kalian seperti ini!' Maka wajah mereka pun tertuju ke arah beliau. Lalu beliau bersabda, "Bergembiralah kalian, wahai sekalian Muhajirin yang miskin, (kalian akan mendapatkan cahaya yang sempurna pada hari Kiamat. Kalian akan masuk Surga setengah hari lebih dulu daripada orang-orang kaya, sedang setengah hari (akhirat) sama dengan lima ratus tahun’." (HR Abu Dawud)

30. Mendengar Bacaan Al-Qur'an Mendapat 1 Kebaikan yang Dilipatgandakan.

عَنْ اَبيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ مَنِ اسْتَمَعَ اِلى ايَةٍ مِنْ كِتَابِ اللهِ كُتِبَتْ لَهُ حَسَنَةٌ مُضَاعَفَةٌ وَمَنْ تَلَاهَا كَانَتْ لَهُ نُوْراً يَوْمَ القِيَامَةِ. (رواه احمد عن عبادة بن ميسرة واختلف توثيقه عن الحسن عن ابي هريره والجمهور على ان الحسن يسمع عن ابي هريره)

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah bersabda, "Barangsiapa mendengarkan satu ayat dari Kitab Allah, akan ditulis untuknya satu kebaikan yang dilipatgandakan, dan barangsiapa membacanya, maka baginya Nur (cahaya) pada hari Kiamat." (HR. Ahmad)

Para muhadditsin mempermasalakan sanad hadis di atas, namun dari segi isinya, hadis tersebut banyak didukung oleh riwayat-riwayat lain yang semuanya menyatakan bahwa mendengar bacaan Al Qur'an pahalanya sangat besar. Bahkan sebagian menyebutkan bahwa mendengarkan Qur'an lebih baik daripada membacanya.

Ibnu Mas'ud menceritakan, "Suatu ketika, Rasulullah duduk di atas mimbar. Lalu beliau bersabda, ‘Bacakanlah Al-Qur'an untukku!' Aku menyahut, "Ya Rasulullah, bukankah Al-Qur'an itu diturunkan kepadamu, mengapa aku yang membacakannya untukmu?’ Beliau bersabda, "Hatiku ingin mendengarnya." Lalu Ibnu Mas’ud membacakannya untuk Nabi. Maka terlihatlah air mata beliau menetes membasahi mata beliau.

Suatu ketika Salim Maula Hudzaifah membaca Al Qur'an dan Nabi berdiri di sampingnya sambil mendengarkan bacaan Al-Qur'an Abu Musa Al Asy'ari dan beliau memuji bacaannya. [Baca Juga: 40 Hadis Keutamaan Al-Qur'an (1)]

(bersambung)
(rhs)
cover top ayah
اَلۡيَوۡمَ نَخۡتِمُ عَلٰٓى اَفۡوَاهِهِمۡ وَتُكَلِّمُنَاۤ اَيۡدِيۡهِمۡ وَتَشۡهَدُ اَرۡجُلُهُمۡ بِمَا كَانُوۡا يَكۡسِبُوۡنَ‏
Pada hari ini (kiamat) Kami tutup mulut mereka, tangan mereka akan berkata kepada Kami dan kaki mereka akan memberi kesaksian terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.

(QS. Yasin:65)
cover bottom ayah
preload video
KOMENTAR
loading gif
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak