29.209 personel amankan jalur mudik Jabar
Rabu, 01 Agustus 2012 - 09:00 WIB
29.209 personel amankan jalur mudik Jabar
A
A
A
Sindonews.com - Sebanyak 29.209 personel dilibatkan dalam pengamanan arus mudik dan balik Lebaran di Jawa Barat. Mereka berasal dari berbagai instansi baik kepolisian, TNI, maupun lembaga pemerintahan.
Pengamanan bersandi Operasi Ketupat Lodaya ini berlangsung H-7 hingga H+7, atau 12–26 Agustus 2012. Wakapolda Jawa Barat Brigadir Jenderal Hengkie Kaluara menyebutkan, personel yang dikerahkan terdiri atas 3.620 anggota polda dan TNI serta 16.700 personel polres/polrestabes se Jawa Barat.
“Tugas mereka adalah membantu satuan kewilayahan di tingkat polres, dan polrestabes,” ujar Hengkie seusai Rapat Koordinasi Operasi Ketupat Lodaya 2012 di Aula Herman Sudjanadiwirya, Mapolda Jawa Barat, Bandung, Selasa 31 juli 2012.
Hengkie berharap, semua petugas yang turun mengamankan arus mudik dan balik dapat bekerja sama di lapangan. Faktor koordinasi, dan kerja sama menjadi salah satu penunjang keberhasilan operasi ini. Apalagi personel yang dilibatkan berasal dari berbagai instansi berbeda. Selain menyiapkan petugas, Polda Jabar juga meminta semua pekerjaan jalan di wilayah Jawa Barat dihentikan pada H-7.
Hal itu untuk mengurangi potensi kemacetan saat Operasi Ketupat Lodaya. “Kami harap pada H-7 sarana dan prasarana jalan, baik di jalur pantura tengah maupun selatan, semua sudah siap digunakan. Saat ini masih ada ruas jalur yang dalam penyelesaian, khususnya daerah Gentong,” katanya.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat M Guntoro menjamin beberapa jalur yang kini sedang diperbaiki bisa digunakan pada H-7. Salah satu ruas jalan yang dalam pembenahan adalah jalur Tasikmalaya–Bandung.
“Jalur Tasikmalaya–Bandung sedang kami perkeras permukaan jalannya, tapi pada H-7 pekerjaan tersebut dihentikan dan bisa dilalui pemudik,” kata M Guntoro.
Meski masih dibenahi, dia mengaku tidak mendapat masalah berarti dalam menghadapi arus mudik tahun ini. Semua jalur utama di Jawa Barat telah disiapkan, termasuk jalan-jalan pendukung. Antisipasi terhadap segala kemungkinan pun telah dirancang rapi. “Ada beberapa titik rawan macet, longsor, kecelakaan, pohon tumbang, semua kami antisipasi,” ungkapnya.
Pengamanan bersandi Operasi Ketupat Lodaya ini berlangsung H-7 hingga H+7, atau 12–26 Agustus 2012. Wakapolda Jawa Barat Brigadir Jenderal Hengkie Kaluara menyebutkan, personel yang dikerahkan terdiri atas 3.620 anggota polda dan TNI serta 16.700 personel polres/polrestabes se Jawa Barat.
“Tugas mereka adalah membantu satuan kewilayahan di tingkat polres, dan polrestabes,” ujar Hengkie seusai Rapat Koordinasi Operasi Ketupat Lodaya 2012 di Aula Herman Sudjanadiwirya, Mapolda Jawa Barat, Bandung, Selasa 31 juli 2012.
Hengkie berharap, semua petugas yang turun mengamankan arus mudik dan balik dapat bekerja sama di lapangan. Faktor koordinasi, dan kerja sama menjadi salah satu penunjang keberhasilan operasi ini. Apalagi personel yang dilibatkan berasal dari berbagai instansi berbeda. Selain menyiapkan petugas, Polda Jabar juga meminta semua pekerjaan jalan di wilayah Jawa Barat dihentikan pada H-7.
Hal itu untuk mengurangi potensi kemacetan saat Operasi Ketupat Lodaya. “Kami harap pada H-7 sarana dan prasarana jalan, baik di jalur pantura tengah maupun selatan, semua sudah siap digunakan. Saat ini masih ada ruas jalur yang dalam penyelesaian, khususnya daerah Gentong,” katanya.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat M Guntoro menjamin beberapa jalur yang kini sedang diperbaiki bisa digunakan pada H-7. Salah satu ruas jalan yang dalam pembenahan adalah jalur Tasikmalaya–Bandung.
“Jalur Tasikmalaya–Bandung sedang kami perkeras permukaan jalannya, tapi pada H-7 pekerjaan tersebut dihentikan dan bisa dilalui pemudik,” kata M Guntoro.
Meski masih dibenahi, dia mengaku tidak mendapat masalah berarti dalam menghadapi arus mudik tahun ini. Semua jalur utama di Jawa Barat telah disiapkan, termasuk jalan-jalan pendukung. Antisipasi terhadap segala kemungkinan pun telah dirancang rapi. “Ada beberapa titik rawan macet, longsor, kecelakaan, pohon tumbang, semua kami antisipasi,” ungkapnya.
(lil)