Jalur alternatif mudik Lebaran rawan kecelakaan

Sabtu, 11 Agustus 2012 - 05:28 WIB
Jalur alternatif mudik...
Jalur alternatif mudik Lebaran rawan kecelakaan
A A A
Sindonews.com - Para pemudik yang akan melintas di jalur alternatif diimbau untuk lebih berhati-hati. Selain rentan aksi kriminal, sejumlah titik di jalur alternatif rawan kecelakaan.

Kepala Korps Lalu Lintas Mabes Polri Irjen Pol Puji Hartanto menuturkan, berdasarkan data tahun 2011, angka kecelakaan lalu lintas terbanyak terjadi di luar jalur-jalur utama.

Kecelakaan biasanya dipicu pengemudi yang tidak hafal karakteristik jalur alternatif.

“Selain itu, dijalur alternatif setelah keluar dari tol biasanya tidak banyak kendaraan yang melintas. Ini memicu pengendara untuk melajukan kendaraan dengan kecepatan tinggi,” ujar Irjen Pol Puji Hartanto di sela apel bersama Operasi Ketupat 2012 di Lapangan Monas, Jakarta, kemarin.

Kementerian Perhubungan sebelumnya memperkirakan, pada tahun ini jumlah sepeda motor yang melakukan perjalanan mudik meningkat 6,16 persen dibandingkan tahun lalu hingga mencapai 2,5 juta kendaraan.

Adapun mobil pribadi naik 5,6 persen menjadi 1,6 juta kendaraan. Puji Hartanto mencontohkan, salah satu jalur alternatif yang mesti diwaspadai adalah jalur ke Cikamurang, Kalijati, selepas keluar tol Cipularang dan beberapa jalur alternatif di pantura.

Demi meminimalkan risiko kecelakaan, Polri akan menyiapkan pos pengamanan dan rambu-rambu penerangan dan petunjuk.

Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo meminta aparatnya untuk memberi perhatian khusus terhadap pemudik yang menggunakan sepeda motor. Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, kecelakaan lalu lintas saat arus mudik didominasi pengguna sepeda motor.“Jumlahnya mencapai 76 persen,” katanya.

Polri akan melakukan berbagai langkah preventif dengan terus memberikan imbauan kepada seluruh pemudik yang berniat menggunakan sepeda motor. Menurutnya, sepeda motor memang tidak dipersiapkan untuk perjalanan jarak jauh.

Polri mengerahkan sekitar 88.000 anggotanya yang tersebar di seluruh kepolisian daerah di Indonesia guna mengamankan perayaan Lebaran 2012. Seluruh personel tersebut merupakan bagian dari tim Operasi Ketupat yang dilaksanakan sejak kemarin hingga 26 Agustus 2012.

“Operasi Ketupat Jaya-2012 bertujuan mengamankan pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri serta tradisi pulang kampung atau mudik,” ujar Timur.

Berdasarkan karakteristik kerawanan dalam Operasi Ketupat tahun ini, sejumlah kepolisian daerah dibagi menjadi dua prioritas, yakni prioritas 1 dan prioritas 2.

Prioritas 1 mencakup Polda Metro Jaya, Polda Jawa Barat, Polda Jawa Tengah, Polda Jawa Timur, Polda Bali, Polda Sumatera Selatan, Polda Sulawesi Selatan, Polda DIY, Polda Lampung, dan Polda Banten.

“Sementara sisanya masuk ke dalam prioritas 2,” ungkap Timur.

Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto memastikan jalan dan jembatan nasional siap digunakan untuk menyongsong Angkutan Lebaran 2012.

Sejumlah lokasi di ruas pantai utara (pantura) baik di Jawa Barat, Jawa Tengah maupun Jawa Timur yang selama ini sedang dilakukan pekerjaan pemeliharaan sudah bisa dilalui secara fungsional.

Mulai hari ini seluruh pekerjaan pemeliharaan di jalur mudik harus sudah dihentikan. “Setelah Lebaran, pekerjaan akan dilanjutkan. Jadi, memang kondisi jalan itu seperti itu sepanjang tahun memang selalu ada pekerjaan,” katanya.

Di bagian lain, pada H-9 Lebaran 2012, kemarin, arus mudik mulai terlihat. Kendaraan pemudik baik roda empat maupun roda dua mulai memasuki jalur pantura Jawa Tengah.

Kendati demikian, kendaraan pemudik belum melintas secara bergerombol. Mereka masuk Jawa Tengah dari Jawa Barat, baik melalui Cisanggarung Brebes atau tol Pejagan.

Untuk pemudik sepeda motor, rata-rata jok bagian belakang,bagasi sepeda motor, dan bagian tengah terlihat penuh dengan barang bawaan. Adapun untuk pemudik yang menggunakan mobil pribadi, barang bawaan tampak di bagian atas kendaraan.
Kodir, 38, salah seorang pemudik sepeda motor dari Jakarta tujuan Demak, mengaku melakukan perjalanan mudik lebih awal demi menghindari kemacetan lalu lintas. Menurutnya, selain lebih hemat, mudik lebih awal juga terasa lebih nyaman.

“Kami biasa mudik awal karena tidak ingin kena macet,” katanya saat ditemui di jalur pantura Martoloyo, Kota Tegal, kemarin.

Pemudik mobil pribadi, Ridwan, 40, mengaku mudik lebih awal lantaran sudah diperbolehkan libur oleh tempatnya bekerja.

“Kalau nantinanti, jelas jalan raya akan tambah macet,” katanya.

Di jalur Puncak–Cianjur, Jawa Barat, kendaraan pemudik yang melintas didominasi mobil dengan barang bawaan di bagian atap kendaraan dan sepeda motor.

Volume kendaraan pemudik itu akan terus meningkat hingga H-2 Lebaran. Berdasarkan pantauan tadi malam, puluhan kendaraan roda dua dengan ciri khas mudik, di mana barang bawaan mereka diikat di bagian belakang sepeda motor, terlihat melintas di Jalan Dr Muwardi By Pass, Cianjur, menuju arah Bandung.
Midi, 37, salah seorang pemudik dengan tujuan Malang,Jawa Timur,mengaku sengaja pulang lebih dahulu membawa sejumlah barang kebutuhan hari raya di kampung halamannya bersama delapan orang pengendara sepeda motor yang masih kerabatnya.

“Selang satu hari, saya akan kembali ke Jakarta, menjemput anak dan istri,dan pulang kampung dengan kereta api. Saat ini, kami hanya pulang membawa barang-barang untuk Lebaran di kampung,” katanya saat ditemui beristirahat di salah satu mesjid di Jalan Raya Bandung-Cianjur.

Kapolres Cianjur, AKBP Agustri Heriyanto, mengimbau pada pemudik untuk tetap waspada dan berhati-hati saat melintas di beberapa titik rawan kecelakaan di kawasan tersebut.

“Selain menaati aturan lalu lintas, kami harap pemudik tidak membawa anak ketika mudik menggunakan sepeda motor. Sebab jauh hari Polri telah mengeluarkan peraturan yang dapat menjerat pemudik yang membawa anak; jika mengalami kecelakaan, orang tuanya dapat dijerat hukum,” katanya.
(lns)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Mudik Aman, Mudik Nyaman
Mudik Aman, Mudik Nyaman
Dilarang Mudik, Jasa...
Dilarang Mudik, Jasa Marga Perketat di Ruas Jalan Tol Ini
Soal Larangan Mudik,...
Soal Larangan Mudik, Pemerintah Harus Tegakkan Aturan Secara Konsisten
Pemerintah Larang Mudik,...
Pemerintah Larang Mudik, DPR: Jangan Kayak Tahun Lalu Pulang Kampung Boleh
Dampak Larangan Mudik...
Dampak Larangan Mudik Tidak Besar Bagi Perekonomian
Nekad Mudik? Jangan...
Nekad Mudik? Jangan Sepelekan Risiko Berkendara Jarak Jauh dengan Sepeda Motor
Rekomendasi
Diselimuti Jutaan Telur...
Diselimuti Jutaan Telur Raksasa, Gunung Berapi Bawah Laut Purba Ditemukan
India dan Pakistan Dilanda...
India dan Pakistan Dilanda Gelombang Cuaca Panas Terburuk hingga 51 Derajat Celcius
Fenomena Alam Cincin...
Fenomena Alam Cincin Hitam Muncul di Langit Disneyland
Artikel Terkini
3 Amalan Bulan Safar...
3 Amalan Bulan Safar 1448 Hijriyah yang Jangan Dilewatkan, Pahalanya Berlipat-lipat
Keutamaan Bulan Safar:...
Keutamaan Bulan Safar: Meski Tak Seagung Muharram, Tetap Penuh Hikmah
Mengapa Bulan Safar...
Mengapa Bulan Safar Dianggap Membawa Kesialan? Ini Penjelasan Islam dan Asal Usul Mitosnya
Matahari Tepat di Atas...
Matahari Tepat di Atas Kakbah pada 1516 Juli, Menag Ajak Pastikan Ketepatan Arah Kiblat
Siap-siap Menyambut...
Siap-siap Menyambut Bulan Safar : Sejarah, Kedudukan, Mitos hingga Amalan Sunahnya
Gus Baha Ingatkan Bahaya...
Gus Baha Ingatkan Bahaya Memiliki Khodam Jin, Singgung Kisah Nabi Sulaiman yang Diakali Setan
Infografis
4 Fakta Kecelakaan Maut...
4 Fakta Kecelakaan Maut di Jalur Tol Jakarta-Cikampek Km 58
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved