Pemudik mulai padati Pantura

Minggu, 12 Agustus 2012 - 05:01 WIB
Pemudik mulai padati...
Pemudik mulai padati Pantura
A A A
Sindonews.com - Denyut arus mudik Idul Fitri 2012 mulai terasa di jalur pantai utara (pantura) Jawa Barat dan Jawa Tengah. Iringan-iringan mobil pemudik dari Jakarta sudah mulai terlihat di jalur utama Pulau Jawa tersebut.

Kepadatan kendaraan pemudik di antaranya terlihat di Alas Roban, Gringsing, Batang.
Akibat meningkatnya volume kendaraan, arus kendaraan di jalur itu lamban.
Sementara kendaraan bermotor belum terlalu banyak jumlahnya.

Sumarto, 45, warga Wonogiri, mengaku pulang kampung lebih awal agar tidak terjebak kemacetan. Jika pulang kampung pada H-2 dan H-1, kepadatan arus lalu lintas di jalur pantura sangat tinggi.

”Tahun lalu saya terpaksa harus sabar terjebak kemacetan di Cirebon dan Indramayu hingga empat jam lebih,” ujar Sumarto yang membawa istri dan dua anaknya.

Peningkatan arus kendaraan juga terpantau di jalur pantura Tegal. Mulai pagi kemarin rombongan pemudik baik sepeda motor atau roda empat dan truk terlihat memadati ruas jalan.

Banyaknya angkutan berat di jalan raya mengakibatkan laju kendaraan roda dua dan roda empat agak tidak lancar. Ini dikarenakan, pemerintah baru melarang angkutan berat melintas mulai H-4.

Berdasarkan pantauan di lapangan, peningkatan volume kendaraan terlihat di perbatasan Tegal-Brebes di Kaligangsa, ruas terminal bus Tegal, perempatan Maya, Jalan Gajahmada, Jalan Yos Sudarso hingga timur di titik Suradadi, Kabupaten Tegal.

Bahkan di titik Suradadi sempat terjadi kemacetan akibat kecelakaan yang menimpa bus pemudik, bus PO Shantika jurusan Jakarta-Jepara H 1554 BY terguling di jurang tambak milik warga setempat sedalam sekitar dua meter.

Kecelakaan yang juga melibatkan truk dan sepeda motor tersebut mengakibatkan satu orang tewas.

Adapun di kawasan Purwakarta, petugas Rest Area 88 Tol Cipularang bernama Budiman membenarkan adanya peningkatan kedatangan kendaraan pribadi.

Hal ini terlihat dari jumlah kendaraan yang mengisi BBM mengalami peningkatan hingga 2.000 unit/ hari. Biasanya, rata-rata pengisian BBM hanya 1.000 unit/hari.

Kendati arus mudik sudah menunjukkan peningkatan, secara umum volume kendaraan yang melintas di jalur pantura terhitung masih normal.

Seperti di titik krusial di pertigaan Cikopo, volume kendaraan masih cukup normal dengan kecepatan kendaraan rata-rata 40 km/jam. Petugas kepolisian pun belum terlalu sibuk mengatur lalu lintas.

Saat terjadi puncak arus mudik, titik tersebut biasanya menjadi keran pembagi arus lalu lintas, yakni ke jalur pantura atau ke jalur tengah, tepatnya di jalur Subang. Di pertigaan Cikopo ini acap diberlakukan sistem buka tutup.

“Kendaraan yang keluar melalui gerbang tol (GT) Cikopo belum terlalu padat,” ungkap Kapolres Purwakarta AKBP Bahtiar Ujang Purnama.

Direktur Operasional PT Jasa Marga Tbk (JSMR) Hasanudin mengatakan, rencana pengalihan lalu lintas tahun ini sama dengan tahun lalu. Jika antrean di exit Cikampek sudah panjang, gardu tol Cikampek dioperasikan satu arah dengan total exit14 gardu.

Jika antrean mencapai 2 KM maka lalu lintas dialihkan keluar gerbang tol Kalihurip I, dengan jumlah Gardu empat exit.

Dia sendiri memperkirakan, pada 2011 total kendaraan yang melintasi jalur mudik Jabotabek, Bandung, dan Cirebon pada H-7 hingga H-1 tahun ini mencapai 2.050.000 kendaraan, atau naik 11,1 persen yang mencapai 1.850.000 kendaraan. Sedangkan untuk arus balik (H+1 hingga H+7) tahun 2012 yang melintasi jalur mudik Jabotabek, Bandung, dan Cirebon selama periode H+1 hingga H+7 akan mencapai 950.000, atau naik 8% dari tahun sebelumnya sebanyak 1.796.000 kendaraan.

Anggota Komisi V DPR Saleh Husin meminta Kementerian Pekerjaan Umum mulai H- 10, menarik semua alat berat yang ada di badan jalan untuk dikeluarkan dari badan jalan. Jika tidak, keberadaannya akan mempersempit jalur yang ada.

”Kalau itu ditertibkan saya yakin gangguan pemudik di jalan berkurang,” ujar Sekretaris Fraksi Partai Hanura itu.

Dorong Angkutan Umum

Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Danang Parikesit meminta pemerintah mendorong angkutan umum, sebagai pengangkut utama masyarakat yang ingin merayakan di kampung halaman.

Pernyataan Danang merujuk pada pembatasan tiket kereta api oleh operator angkutan massal tersebut, yang hanya memberlakukan tiket duduk dengan maksud memberikan kenyamanan kepada pengguna kereta api.

Kebijakan tersebut berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, di mana kereta biasanya penuh sesak karena tiket yang dijual juga termasuk tiket tanpa tempat duduk,terutama untuk jenis kereta ekonomi.

“Pengurangan daya angkut kereta api dan kenaikan jumlah pengguna sepeda motor harusnya menjadi perhatian pemerintah,” kata Danang.

Menurut dia, hal ini bisa diwujudkan dengan meningkatkan jumlah moda transportasi. Untuk itu, dia mengusulkan pemerintah melakukan upaya inovatif,misalnya dengan mendatangkan armada angkutan dari luar Jawa.

Anggota Komisi V DPR dari FPAN Teguh Juwarno sepakat pentingnya angkutan umum sebagai transportasi utama pemudik. Pemikiran ini terkait dengan fakta semakin meningkatnya masyarakat yang menggunakan sepeda motor untuk mudik ke kampung halamannya.

Padahal, alat transportasi tersebut sangat berbahaya. Sebagai kompensasi, menurut dia, pemerintah tentu harus memberikan pelayanan alternatif yang memungkinkan gratis dengan menyiapkan angkutan umum, seperti gerbong kereta api atau kapal.

”Kalau hanya melarang pemudik menggunakan sepeda motor memang sulit, karena pemudik sepeda motor punya alasan kuat,” jelasnya.

Sementara itu, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan selama periode angkutan Lebaran tahun ini tidak ada kenaikan tarif bus antarkota antarprovinsi (AKAP) ekonomi.
Penjelasan ini terkait adanya kesalahan pemberitaan yang menyebutkan pada masa angkutan Lebaran tahun ini, pemerintah akan menaikkan tarif bus AKAP ekonomi sebesar 30 persen.

“Kebijakan tarif berlaku seperti hari biasa,yakni tidak boleh melebihi ketentuan tarif batas atas dan batas bawah,” ujar Kemenhub dalam siaran persnya, Jumat (10/8) pekan lalu.

Untuk diketahui, pemerintah menetapkan tarif batas atas adalah maksimal 30 persen di atas tarif dasar, sementara tarif batas bawah adalah maksimal 20 persen di bawah tarif dasar.

Demi memastikan para operator memenuhi ketentuan tarif batas atas dan batas bawah selama angkutan lebaran, pemerintah akan memberlakukan pengetatan mekanisme pengawasan.

Saat ini Kemenhub mewajibkan perusahaan otobus (PO) yang akan melayani pemudik untuk menempel harga tiket di setiap loketnya. Lebaran tahun ini Kemenhub memperkirakan jumlah pemudik mengalami kenaikan.

Untuk angkutan darat seperti bus, sepeda motor, dan mobil pribadi naik 1,3 persen menjadi 5,59 juta, dibandingkan tahun lalu yang hanya sebesar 5,52 juta pemudik, angkutan SDP naik 4,20 persen menjadi 3,38 juta dibandingkan tahun lalu sebesar 3,24 juta.

Diperkirakan kali ini terdapat kenaikan tajam untuk pemudik yang menggunakan kereta api, yakni sebesar 16,32 persen menjadi 2,21 juta dari 1,90 juta tahun lalu, sementara angkutan laut hanya naik 5 persen sebesar 1,53 juta dari 1,45 juta pada 2011, sedangkan angkutan udara naik 10 persen sebesar 3,28 juta dari tahun lalu yang hanya 2,98 juta.
(lns)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Mudik Aman, Mudik Nyaman
Mudik Aman, Mudik Nyaman
Dilarang Mudik, Jasa...
Dilarang Mudik, Jasa Marga Perketat di Ruas Jalan Tol Ini
Soal Larangan Mudik,...
Soal Larangan Mudik, Pemerintah Harus Tegakkan Aturan Secara Konsisten
Pemerintah Larang Mudik,...
Pemerintah Larang Mudik, DPR: Jangan Kayak Tahun Lalu Pulang Kampung Boleh
Dampak Larangan Mudik...
Dampak Larangan Mudik Tidak Besar Bagi Perekonomian
Nekad Mudik? Jangan...
Nekad Mudik? Jangan Sepelekan Risiko Berkendara Jarak Jauh dengan Sepeda Motor
Rekomendasi
Dipercaya untuk Melukai...
Dipercaya untuk Melukai Nabi Muhammad, Fenomena Batu Besar Ini di Luar Nalar
Penemuan Struktur Raksasa...
Penemuan Struktur Raksasa Misterius di Segitiga Bermuda Jadi Teka-teki Terbaru
Harta Karun Air Purba...
Harta Karun Air Purba Berusia 6 Juta Tahun Ditemukan di Bawah Pegunungan Sisilia
Artikel Terkini
3 Amalan Bulan Safar...
3 Amalan Bulan Safar 1448 Hijriyah yang Jangan Dilewatkan, Pahalanya Berlipat-lipat
Keutamaan Bulan Safar:...
Keutamaan Bulan Safar: Meski Tak Seagung Muharram, Tetap Penuh Hikmah
Mengapa Bulan Safar...
Mengapa Bulan Safar Dianggap Membawa Kesialan? Ini Penjelasan Islam dan Asal Usul Mitosnya
Matahari Tepat di Atas...
Matahari Tepat di Atas Kakbah pada 1516 Juli, Menag Ajak Pastikan Ketepatan Arah Kiblat
Siap-siap Menyambut...
Siap-siap Menyambut Bulan Safar : Sejarah, Kedudukan, Mitos hingga Amalan Sunahnya
Gus Baha Ingatkan Bahaya...
Gus Baha Ingatkan Bahaya Memiliki Khodam Jin, Singgung Kisah Nabi Sulaiman yang Diakali Setan
Infografis
Politikus Muslim Mulai...
Politikus Muslim Mulai Kuasai Politik AS, Sinyal Kebangkitan Islam di Paman Sam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved