Jalur laut sepi peminat
Minggu, 12 Agustus 2012 - 07:30 WIB
Jalur laut sepi peminat
A
A
A
Sindonews.com - Arus mudik yang diprediksi terjadi mulai H-8 Idul Fitri, kemarin, ternyata belum dirasakan di terminal pemberangkatan penumpang Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Tercatat untuk pemberangkatan pada pagi hari saja, Pelabuhan Tanjung Priok hanya memberangkatkan kapal Labobar menuju Makassar, Sulawesi Selatan, yang menampung kurang lebih 2.000 penumpang.
“Kalau kami memperkirakan H-3 baru akan terjadi lonjakan penumpang, khususnya yang akan menuju arah barat seperti Tanjung Pandan, Tanjung Pinang, dan Batam,” ujar Novi, petugas operasional PT Pelni Pelabuhan Tanjung Priok, kemarin.
Novi memprediksi arus mudik di Pelabuhan Tanjung Priok pada 2012 ini tidak akan terlalu padat, meskipun diakuinya akan meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Peningkatan diperkirakan hanya mencapai 5 persen.
“Persaingan dengan moda transportasi lain, juga menjadi faktor lain yang berimbas pada keinginan masyarakat menggunakan transportasi laut untuk pulang ke kampung halaman,” jelasnya.
Kendati demikian, lanjutnya, pihaknya tetap mengantisipasi lonjakan pemudik dengan menyiapkan 13 kapal dan satu kapal roro.
Suparno, bagian umum PT Pelni Pelabuhan Tanjung Priok, juga mengakui angkutan sulit bersaing dengan moda transportasi lain. Yang dapat dilakukan pihaknya adalah mencari strategi untuk menarik minat masyarakat, untuk kembali menggunakan kapal sebagai angkutan mudik.
“Seperti yang kami lakukan dengan memberikan diskon untuk perjalanan Jakarta- Surabaya, dengan tarif Rp200.000 menggunakan Kapal Gunung Dempo yang sudah dilakukan sejak 1 hingga 30 Agustus,” paparnya.
Suparno juga menjelaskan untuk tarif pihaknya tetap mengikuti instruksi pemerintah dan tidak menaikkannya. “Kami ikut pemerintah,seperti untuk ekonomi menuju Makassar hanya kita banderol seharga Rp400.000,” imbuhnya.
Sementara itu Suharni, penumpang tujuan Makassar, mengaku telah membeli tiket jauh hari seharga Rp400.000. Dirinya juga sengaja menggunakan kapal laut karena keterbatasan biaya.
“Kalau naik kapal agak murah, pesawat Lebaran seperti ini mahal. Lalu, saya juga tidak terlalu suka naik pesawat karena takut,” ujarnya.
Dirjen Hubungan Laut (Hubla) Kementerian Perhubungan Leon Muhammad mengatakan, untuk tahun ini memang tidak ada kenaikan harga tiket kapal laut yang ditetapkan pemerintah.
Selain itu, pihaknya juga telah menyiapkan armada untuk menghadapi datangnya arus mudik yang biasa terjadi setiap tahun.
“Pelayanan transportasi angkutan laut kita siapkan armada untuk masyarakat yang ingin mudik, mulai pelabuhan hingga kapalnya. Kita bisa prediksi kenaikan penumpang hingga 5 persen pada saat H-3, sedangkan arus balik nanti pada H+5,” ujarnya saat melakukan inspeksi kesiapan PT Pelni dan Pelabuhan Tanjung Priok menjelang Lebaran, kemarin.
Menurut Leon, kegiatan inspeksi angkutan Lebaran khususnya PT Pelni, merupakan suatu rangkaian dalam kesiapan kita memberikan sarana kepada masyarakat yang ingin mudik.
Selain itu, pihaknya berharap agar pelaksanaan arus mudik dan arus balik dapat berlangsung lancar. Di tempat sama, Ipda Marina, Kepala Posko Pengamanan Mudik Pelabuhan Tanjung Priok, mengaku siap memberikan pelayanan kepada para penumpang yang akan mudik melalui pelabuhan.
“Kami siap memberikan pelayanan maksimal, memberikan informasi yang merupakan bagian dari Operasi Ketupat yang dicanangkan oleh kepolisian,” katanya. Posko pengamanan ini akan melayani pemudik mulai 11-26 Agustus 2012.
Tercatat untuk pemberangkatan pada pagi hari saja, Pelabuhan Tanjung Priok hanya memberangkatkan kapal Labobar menuju Makassar, Sulawesi Selatan, yang menampung kurang lebih 2.000 penumpang.
“Kalau kami memperkirakan H-3 baru akan terjadi lonjakan penumpang, khususnya yang akan menuju arah barat seperti Tanjung Pandan, Tanjung Pinang, dan Batam,” ujar Novi, petugas operasional PT Pelni Pelabuhan Tanjung Priok, kemarin.
Novi memprediksi arus mudik di Pelabuhan Tanjung Priok pada 2012 ini tidak akan terlalu padat, meskipun diakuinya akan meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Peningkatan diperkirakan hanya mencapai 5 persen.
“Persaingan dengan moda transportasi lain, juga menjadi faktor lain yang berimbas pada keinginan masyarakat menggunakan transportasi laut untuk pulang ke kampung halaman,” jelasnya.
Kendati demikian, lanjutnya, pihaknya tetap mengantisipasi lonjakan pemudik dengan menyiapkan 13 kapal dan satu kapal roro.
Suparno, bagian umum PT Pelni Pelabuhan Tanjung Priok, juga mengakui angkutan sulit bersaing dengan moda transportasi lain. Yang dapat dilakukan pihaknya adalah mencari strategi untuk menarik minat masyarakat, untuk kembali menggunakan kapal sebagai angkutan mudik.
“Seperti yang kami lakukan dengan memberikan diskon untuk perjalanan Jakarta- Surabaya, dengan tarif Rp200.000 menggunakan Kapal Gunung Dempo yang sudah dilakukan sejak 1 hingga 30 Agustus,” paparnya.
Suparno juga menjelaskan untuk tarif pihaknya tetap mengikuti instruksi pemerintah dan tidak menaikkannya. “Kami ikut pemerintah,seperti untuk ekonomi menuju Makassar hanya kita banderol seharga Rp400.000,” imbuhnya.
Sementara itu Suharni, penumpang tujuan Makassar, mengaku telah membeli tiket jauh hari seharga Rp400.000. Dirinya juga sengaja menggunakan kapal laut karena keterbatasan biaya.
“Kalau naik kapal agak murah, pesawat Lebaran seperti ini mahal. Lalu, saya juga tidak terlalu suka naik pesawat karena takut,” ujarnya.
Dirjen Hubungan Laut (Hubla) Kementerian Perhubungan Leon Muhammad mengatakan, untuk tahun ini memang tidak ada kenaikan harga tiket kapal laut yang ditetapkan pemerintah.
Selain itu, pihaknya juga telah menyiapkan armada untuk menghadapi datangnya arus mudik yang biasa terjadi setiap tahun.
“Pelayanan transportasi angkutan laut kita siapkan armada untuk masyarakat yang ingin mudik, mulai pelabuhan hingga kapalnya. Kita bisa prediksi kenaikan penumpang hingga 5 persen pada saat H-3, sedangkan arus balik nanti pada H+5,” ujarnya saat melakukan inspeksi kesiapan PT Pelni dan Pelabuhan Tanjung Priok menjelang Lebaran, kemarin.
Menurut Leon, kegiatan inspeksi angkutan Lebaran khususnya PT Pelni, merupakan suatu rangkaian dalam kesiapan kita memberikan sarana kepada masyarakat yang ingin mudik.
Selain itu, pihaknya berharap agar pelaksanaan arus mudik dan arus balik dapat berlangsung lancar. Di tempat sama, Ipda Marina, Kepala Posko Pengamanan Mudik Pelabuhan Tanjung Priok, mengaku siap memberikan pelayanan kepada para penumpang yang akan mudik melalui pelabuhan.
“Kami siap memberikan pelayanan maksimal, memberikan informasi yang merupakan bagian dari Operasi Ketupat yang dicanangkan oleh kepolisian,” katanya. Posko pengamanan ini akan melayani pemudik mulai 11-26 Agustus 2012.
(lns)