Mengenang tabrakan di jalur alternatif
Selasa, 14 Agustus 2012 - 08:27 WIB
Mengenang tabrakan di jalur alternatif
A
A
A
Sindonews.com - Mudik Lebaran menjadi pengalaman tersendiri bagi M Romahurmuziy, Sekjen DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Seperti kaum perantauan lainnya, Rommy, sapaan akrab Romahurmuziy, pun selalu menjalani tradisi mudik Lebaran ke kampung halaman di Yogyakarta. Suka maupun duka dilewati Rommy selama mudik.
Dan yang paling tidak dilupakan, ketika tahun 2004 mobil yang dikendarainya terlibat tabrakan di jalur alternatif kawasan Purwakarta, Jawa Barat. "Saya menyetir sendiri cuma berdua sama istri," kata Rommy Senin (13 Agustus 2012) kemarin.
Ketua Komisi IV DPR ini menambahkan, saat itu dirinya mencari jalur alternatif melewati kawasan Cagak, Purwakarta. Waktu itu, belum ada tol Cipularang, sehingga pilihan jalur mudik hanya lewat pantura. "Sedangkan saat itu diberitakan pantura sudah macet parah, makanya kami mencari alternatif," ujarnya.
Rommy pun memilih jalur selatan, tapi tidak melalui Bandung via Puncak karena macet juga. Karena itulah, lepas dari tol Cikampek dia ambil kanan ke arah Cagak. Namun, pilihan itu tidak lebih baik, sebab jalur tersebut juga macet. "Semula mau naik pesawat, tapi karena jadwal belum pasti saya tidak berani pesan tiket jauh-jauh hari. Giliran tiba waktunya, tiket sudah nggak dapat," kenangnya.
Sehari sebelum berangkat, dirinya sudah diingatkan istrinya kalau ban mobil bagian belakang cukup tipis. Tapi mengingat padatnya waktu jelang Lebaran, mengganti ban pun tak sempat. "Bismillah kami pun berangkat mudik," tuturnya. Begitu di Jalan Cagak, iring-iringan mobil sudah cukup padat.
Di salah satu tikungan tiba-tiba mobil paling depan ngerem mendadak. "Saya pun injak pedal rem dalam-dalam. Tapi nahas, karena ban tipis tak kuasa menahan laju mobil gubrakkk, kap mobil saya ringsek," kenangnya. Kejadian nahas itu selalu dikenangnya untuk selalu berhati-hati setiap mudik.
Dan yang paling tidak dilupakan, ketika tahun 2004 mobil yang dikendarainya terlibat tabrakan di jalur alternatif kawasan Purwakarta, Jawa Barat. "Saya menyetir sendiri cuma berdua sama istri," kata Rommy Senin (13 Agustus 2012) kemarin.
Ketua Komisi IV DPR ini menambahkan, saat itu dirinya mencari jalur alternatif melewati kawasan Cagak, Purwakarta. Waktu itu, belum ada tol Cipularang, sehingga pilihan jalur mudik hanya lewat pantura. "Sedangkan saat itu diberitakan pantura sudah macet parah, makanya kami mencari alternatif," ujarnya.
Rommy pun memilih jalur selatan, tapi tidak melalui Bandung via Puncak karena macet juga. Karena itulah, lepas dari tol Cikampek dia ambil kanan ke arah Cagak. Namun, pilihan itu tidak lebih baik, sebab jalur tersebut juga macet. "Semula mau naik pesawat, tapi karena jadwal belum pasti saya tidak berani pesan tiket jauh-jauh hari. Giliran tiba waktunya, tiket sudah nggak dapat," kenangnya.
Sehari sebelum berangkat, dirinya sudah diingatkan istrinya kalau ban mobil bagian belakang cukup tipis. Tapi mengingat padatnya waktu jelang Lebaran, mengganti ban pun tak sempat. "Bismillah kami pun berangkat mudik," tuturnya. Begitu di Jalan Cagak, iring-iringan mobil sudah cukup padat.
Di salah satu tikungan tiba-tiba mobil paling depan ngerem mendadak. "Saya pun injak pedal rem dalam-dalam. Tapi nahas, karena ban tipis tak kuasa menahan laju mobil gubrakkk, kap mobil saya ringsek," kenangnya. Kejadian nahas itu selalu dikenangnya untuk selalu berhati-hati setiap mudik.
(mhd)