Macet minta ampun

Selasa, 21 Agustus 2012 - 09:41 WIB
Macet minta ampun
Macet minta ampun
A A A
Sindonews.com - Kemacetan arus mudik Lebaran 2012 mencapai puncaknya pada H-2 Senin 20 Agustus 2012. Seluruh jalur mudik di Pulau Jawa, baik di pantai utara (pantura), jalur tengah, maupun Nagreg di jalur selatan, mengalami kemacetan total.

Jalan-jalan alternatif di wilayah Jawa Barat (Jabar) dan Jawa Tengah (Jateng) pun terkena imbas kemacetan. Saking parahnya kemacetan, jarak tempuh Jakarta–Brebes yang biasanya hanya 6–7 jam kemarin harus ditempuh dalam waktu 18 jam. Selain karena begitu padatnya kendaraan, kondisi macet diperparah dengan banyaknya pasar tumpah di sepanjang pantura Jabar dan Jateng.

Adapun di jalur selatan, kendaraan yang melewati jalur tersebut harus rela antre hingga mencapai 20 km mulai dari turunan Nagreg, rel kereta api Pamuncatan Nagreg hingga mengekor ke Gerbang Tol (GT) Cileunyi. Berdasar pantauan di lapangan, kemacetan terjadi sejak dini hari kemarin. Di GT Cikampek, kendaraan pemudik membeludak dan tak pernah terputus sejak pukul 02.00 hingga 15.00 WIB.

Jalur Sadang–Subang yang diharapkan menjadi solusi atas pelimpahan arus yang terus memadat di Pertigaan Cikopo–Mutiara–Simpang, Jomin–pantura pun kewalahan menampung lonjakan kendaraan. Imbasnya, jalur alternatif di wilayah hukum Polres Purwakarta pun menjadi pilihan guna mengurangi kemacetan. Bukan hanya kendaraan roda empat yang terjebak macet.

Kendaraan roda dua kemarin juga diarahkan ke jalur alternatif yang belum beraspal, yakni di jalur Ciasem–Subang akibat padatnya Simpang Jomin hingga jalur pantura Karawang– Subang. Kastolani, warga yang akan mudik ke Tegal, menuturkan, kepadatan sudah terjadi sejak masuk tol dalam kota hingga masuk ke Cikampek. Untuk bisa lepas dari jalan tol tersebut, pemudik membutuhkan waktu hingga tujuh jam lebih.

Selain akibat membeludaknya volume kendaraan pemudik yang didominasi kendaraan pribadi, kemacetan juga diperparah banyaknya kendaraan pemudik yang diparkir di bahu jalan kawasan rest area Km 19 dan 57. “Tidak adanya polisi yang mengatur lalu lintas menambah parah kemacetan, apalagi banyak pengendara mobil yang saling serobot masuk jalur lain,” ujarnya. Sejak dini hari polisi berkalikali memberlakukan buka tutup di Pertigaan Cikopo dan Km 66 tol Cikampek.

Tapi tetap saja upaya itu tidak bisa mengurangi kemacetan karena jumlah kendaraan seakan ditumpahkan berbarengan. Walhasil antrean di tol Cikampek menumpuk hingga lebih dari 4 km. Hal yang sama juga terjadi di GT Sadang yang menjadi pintu masuk ke jalur tengah. Untuk menghindari penumpukan kendaraan di jalur tengah, kendaraan sempat diarahkan untuk keluar lewat GT Jatiluhur.

Mereka keluar menyusuri Basuki Rahmat masuk ke Jalan Ahmad Yani, Ibrahim Singadilaga, dan masuk ke Perempatan Kemuning untuk selanjutnya menyusuri jalur alternatif. Kemacetan di pantura dilaporkan terjadi hingga wilayah Indramayu, Cirebon, dan Brebes.

Berdasarkan data pos penghitungan kendaraan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Indramayu di lingkar Lohbener Kabupaten Indramayu, arus kendaraan yang melintas di jalur pantura Indramayu mencapai 319.544 kendaraan. Jumlah ini lebih besar dibandingkan H-3 sebanyak 230.492 kendaraan. Untuk mengurangi tingginya arus kendaraan, polisi memberlakukan sistem buka tutup.

Pemudik yang menggunakan sepeda motor kemarin dialihkan untuk melewati rute jalur alternatif saat memasuki jalur pantura Indramayu, tepatnya di jalur Indramayu Kota–Balongan–Karangampel menuju Kabupaten Cirebon. Pengalihan dilakukan sejak memasuki pertigaan ABC Lohbener. Adapun di Cirebon, arus kendaraan yang lewat rata-rata mencapai 211 unit/menit, lebih banyak dibandingkan pada H-3 yang hanya 99 unit/menit.

Namun secara umum arus kendaraan masih bisa berjalan lancar. Kepadatan arus kendaraan di wilayah ini hanya terjadi di titik-titik persimpangan seperti di Perempatan Pemuda By Pass, Kanggraksan, Harjamukti, Rajawali maupun Kalijaga. Lepas dari tol Kanci, pemudik lagi-lagi dihadapkan pada antrean panjang di pintu keluar tol Pejagan.

Petugas mengarahkan ribuan kendaraan yang hendak menuju Semarang, Yogyakarta, dan kota-kota di Jawa Timur (Jatim) melalui jalur Ketanggungan (Brebes)–Slawi (Kabupaten Tegal). Padahal, biasanya selepas keluar tol Pejagan kendaraan yang menuju Semarang diarahkan ke pantura. Pengalihan arus dari tol Pejagan ini akibat padatnya arus mudik di jalur transnasional itu.

Di jalur tengah, pemudik juga tak terhindar dari kemacetan panjang di beberapa titik seperti ruas Cikampek–Sadang dan beberapa kilometer sebelum tol Palimanan, tepatnya di Ciwaringin. Ini terjadi akibat banyaknya aktivitas warga yang pergi berbelanja kebutuhan Lebaran di Pasar Ciwaringin.

Sementara di jalur selatan, berdasar pantauan SINDO hingga tadi malam, situasi arus lalu lintas seputar Nagreg arah Bandung menuju Garut maupun Tasikmalaya sangat padat, bahkan sering kali terjadi kemacetan meski beberapa menit kemudian bisa diatasi. Namun tak lama berselang, puluhan ribu kendaraan yang menuju arah timur kembali tak bergerak. Kondisi tersebut terjadi sejak pagi hingga sore kemarin.

Kemacetan di jalur Nagreg bahkan mengekor hingga pintu GT Cileunyi. Bahkan dari arah Cibiru Kota Bandung menuju jalur Nagreg pun sangat padat didominasi kendaraan roda dua. Petugas kepolisian menyarankan agar pemudik menggunakan jalur alternatif Cijapati. Beranjak malam, penumpukan kendaraan masih berlangsung di wilayah Nagreg. Panjang antrean kendaraan mencapai 20 km mulai dari turunan Nagreg,rel kereta api Pamuncatan Nagreg hingga mengekor ke GT Cileunyi.

Akibatnya petugas memberlakukan jalur satu arah (one way) sepanjang hari kemarin. Hal serupa juga terjadi di wilayah Garut, tepatnya di jalur Limbangan–Malangbong dan jalur Kadungora–Leles. Untuk mengurangi kemacetan, jajaran kepolisian Bandung mulai mengalihkan kendaraan dari arahJakartamelaluiSumedang dan jalur alternatif Cijapati. Di wilayah Jateng,pemudik masih dihadapkan pada kemacetan.

Selain tingginya volume kendaraan, lagi-lagi banyaknya pasar tumpah di sepanjang pantura Kendal, Bateng,Pekalongan juga memperparah kondisi tersebut. Sementara ruas Semarang–Solo juga merayap. Petugas dari Polres Salatiga meminta pemudik untuk memanfaatkan jalur alternatif.
(mhd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Mudik Aman, Mudik Nyaman
Mudik Aman, Mudik Nyaman
Dilarang Mudik, Jasa...
Dilarang Mudik, Jasa Marga Perketat di Ruas Jalan Tol Ini
Soal Larangan Mudik,...
Soal Larangan Mudik, Pemerintah Harus Tegakkan Aturan Secara Konsisten
Pemerintah Larang Mudik,...
Pemerintah Larang Mudik, DPR: Jangan Kayak Tahun Lalu Pulang Kampung Boleh
Dampak Larangan Mudik...
Dampak Larangan Mudik Tidak Besar Bagi Perekonomian
Nekad Mudik? Jangan...
Nekad Mudik? Jangan Sepelekan Risiko Berkendara Jarak Jauh dengan Sepeda Motor
Rekomendasi
Fenomena Letusan Kimberlit...
Fenomena Letusan Kimberlit Akan Muntahkan Butiran Berlian
Benarkan Isi Al-Quran,...
Benarkan Isi Al-Quran, Riset Ini Akui Besi Bukan Berasal dari Bumi
Teka-teki Penyebab Kematian...
Teka-teki Penyebab Kematian Firaun Tutankhamun Akhirnya Terkuak
Artikel Terkini
Kumpulan Doa Tolak Bala...
Kumpulan Doa Tolak Bala agar Terhindar dari Musibah, Penyakit, dan Kesulitan Hidup
Kepercayaan Bulan Safar...
Kepercayaan Bulan Safar Membawa Sial, Termasuk Khurafat? Ini Penjelasannya
Benarkah Islam Agama...
Benarkah Islam Agama Perang? Simak Sejarah Turunnya Perintah Berperang dalam Al-Qur'an
Sejarah Perang Al-Abwa:...
Sejarah Perang Al-Abwa: Perang Pertama dalam Islam yang Terjadi pada Bulan Safar
Mengapa Safar Dijuluki...
Mengapa Safar Dijuluki Bulan Perang? Simak 9 Peristiwa Bersejarah Islam Ini
Doa Memasuki Awal Bulan...
Doa Memasuki Awal Bulan Safar, Yuk Amalkan!
Infografis
10 Ilmuwan Muslim yang...
10 Ilmuwan Muslim yang Mengubah Wajah Ilmu Pengetahuan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved