Operasi Ketupat Jaya, 19 orang tewas di jalan
Jum'at, 24 Agustus 2012 - 11:07 WIB
Operasi Ketupat Jaya, 19 orang tewas di jalan
A
A
A
Sindonews.com - Direktorat (Ditlantas) Polda Metro Jaya mencatat selama 10 hari pelaksanaan Operasi Ketupat Jaya 2012, terjadi 152 kecelakaan lalu lintas.
Dalam kasus kecelakaan lalu lintas itu, 19 orang tewas. Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP Wahyono menerangkan, Operasi Ketupat Jaya yang digelar pada 11–21 Agustus lalu mencatat telah terjadi 152 kecelakaan lalu lintas.
Dalam kecelakaan ini, jumlah korban sebanyak 223 orang, dengan perincian 19 orang tewas, 48 luka berat,dan 156 luka ringan. Melihat data tersebut, Wahyono mengklaim angka kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polda Metro Jaya tahun ini menurun dibandingkan 2011 lalu.
Catatan Ditlantas pada 2011 lalu, pada periode yang sama terjadi 166 kecelakaan lalu lintas. Adapun jumlah korban sebanyak 225 orang dengan perincian 21 orang meninggal dunia, 65 luka berat, dan 139 luka ringan.
“Dibandingkan tahun lalu jumlah kecelakaan menurun 8 persen, korban tewas menurun 10 persen, korban luka berat turun 26 persen. Namun, korban luka ringan naik 12 persen,” terangnya kemarin.
Selain angka kecelakaan yang menurun, Wahyono menyatakan kasus pelanggaran lalu lintas juga mengalami penurunan.
Disebutkannya, hasil penindakan pelanggaran lalu lintas menurun hingga 28 persen dibandingkan 2011. Perinciannya, jumlah tilang 2012 sebanyak 12.682, terdiri atas SIM sebanyak 4.546, STNK 8.025, kendaraan roda dua 107, dan kendaraan roda empat 4.
Adapun pada 2011 lalu, jumlah tilang 17.507, SIM 6.946, STNK 10.387, kendaraan roda dua 167, dan kendaraan roda empat 7. Meski terjadi penurunan jumlah kecelakaan lalu lintas, Wahyono mengimbau kepada seluruh pengguna kendaraan untuk tetap tertib di jalan.
Pengendara dan pengguna jalan tidak memacu kendaraan melebihi batas kecepatan maksimal. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto menambahkan, jumlah pemudik asal Jakarta pada 2012 ini tercatat sebanyak 592.983 jiwa.
”Dari jumlah pemudik yang keluar Jakarta ini, kebanyakan dari mereka menggunakan moda transportasi pesawat terbang,” tuturnya.
Berdasarkan data yang dihimpun Biro Operasi Polda Metro Jaya, pemudik yang menggunakan pesawat terbang dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta sebanyak 255.284 jiwa.
Pemudik yang menggunakan bus mencapai 198.907 jiwa. Sementara itu, pemudik yang menggunakan kereta api 91.493 jiwa dan pemudik kapal laut berjumlah 4.896 jiwa. Adapun pemudik yang menggunakan sepeda motor mencapai 12.403 unit.
Dalam kasus kecelakaan lalu lintas itu, 19 orang tewas. Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP Wahyono menerangkan, Operasi Ketupat Jaya yang digelar pada 11–21 Agustus lalu mencatat telah terjadi 152 kecelakaan lalu lintas.
Dalam kecelakaan ini, jumlah korban sebanyak 223 orang, dengan perincian 19 orang tewas, 48 luka berat,dan 156 luka ringan. Melihat data tersebut, Wahyono mengklaim angka kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polda Metro Jaya tahun ini menurun dibandingkan 2011 lalu.
Catatan Ditlantas pada 2011 lalu, pada periode yang sama terjadi 166 kecelakaan lalu lintas. Adapun jumlah korban sebanyak 225 orang dengan perincian 21 orang meninggal dunia, 65 luka berat, dan 139 luka ringan.
“Dibandingkan tahun lalu jumlah kecelakaan menurun 8 persen, korban tewas menurun 10 persen, korban luka berat turun 26 persen. Namun, korban luka ringan naik 12 persen,” terangnya kemarin.
Selain angka kecelakaan yang menurun, Wahyono menyatakan kasus pelanggaran lalu lintas juga mengalami penurunan.
Disebutkannya, hasil penindakan pelanggaran lalu lintas menurun hingga 28 persen dibandingkan 2011. Perinciannya, jumlah tilang 2012 sebanyak 12.682, terdiri atas SIM sebanyak 4.546, STNK 8.025, kendaraan roda dua 107, dan kendaraan roda empat 4.
Adapun pada 2011 lalu, jumlah tilang 17.507, SIM 6.946, STNK 10.387, kendaraan roda dua 167, dan kendaraan roda empat 7. Meski terjadi penurunan jumlah kecelakaan lalu lintas, Wahyono mengimbau kepada seluruh pengguna kendaraan untuk tetap tertib di jalan.
Pengendara dan pengguna jalan tidak memacu kendaraan melebihi batas kecepatan maksimal. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto menambahkan, jumlah pemudik asal Jakarta pada 2012 ini tercatat sebanyak 592.983 jiwa.
”Dari jumlah pemudik yang keluar Jakarta ini, kebanyakan dari mereka menggunakan moda transportasi pesawat terbang,” tuturnya.
Berdasarkan data yang dihimpun Biro Operasi Polda Metro Jaya, pemudik yang menggunakan pesawat terbang dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta sebanyak 255.284 jiwa.
Pemudik yang menggunakan bus mencapai 198.907 jiwa. Sementara itu, pemudik yang menggunakan kereta api 91.493 jiwa dan pemudik kapal laut berjumlah 4.896 jiwa. Adapun pemudik yang menggunakan sepeda motor mencapai 12.403 unit.
(hyk)