Open house Kraton Yogya, turis ikut bermaafan

Open house Kraton Yogya, turis ikut bermaafan
A
A
A
Sindonews.com - Silaturahmi di hari raya Idul Fitri tak hanya dilakukan oleh warga Yogyakarta saja. Namun juga turis mancanegara yang sedang berwisata di Kota Pendidikan ini.
Saat warga Yogya beramai-ramai berkunjung ke Kraton Yogyakarta untuk bersilaturahmi dengan Sultan Hamengkubowono X dan Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas dalam open house, turis mancanegara tak mau kalah. Mereka memanfaatkannya untuk bertemu dengan pemangku tahta Kesultanan Ngayogyakarta itu.
Walau sebagian besar tak mengerti budaya silaturahmi dalam hari raya Idul Fitri, namun para turis mancanegara mengaku senang bisa bertatap muka langsung dengan Sultan HB X.
Berbeda dengan warga yang berpakaian pantas dan sopan, para turis ini berpakaian sangat santai. Tampak beberapa turis dengan mengenakan kaos dan celana pendek. Dengan antusias mereka ikut mengantre bersama ribuan masyarakat yang hendak bersilaturahmi dengan Sultan dan kerabatnya.
Selain Sultan HB X bersama Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas, acara open house ini juga didampingi oleh Wakil Gubernur DIY Paku Alam IX yang mengenakan baju batik war na merah kecoklatan. Acara open house dimulai sejak pukul 08.30 hingga 11.30 WIB.
Ratusan petugas keamanan kraton (Paksi Kraton), petugas kepolisian, serta panitia tampak mengatur ribuan masyarakat yang antusias ingin bersalaman dengan orang nomor satu di Provinsi DIY itu.
KRT Jatingingrat atau yang akrab di sapa Romo Tirun Marwito mengaku open house Sultan HB X kepada masyarakat umum ini baru dilaksanakan dua tahun terakhir ini. Sebelumnya, belum pernah diadakan acara open house dengan masyarakat umum.
"Ini yang kedua kalinya. Tahun-tahun sebelumnya dilakukan hanya untuk kelurga di lingkungan Kraton, acaranya juga tertutup untuk umum," kata Romo Tirun Marwito, Jumat (24/8/2012).
Pria yang tinggal di Patehan, Kraton, Yogyakarta itu mengaku tujuan dari acara ini agar lebih mendekatkan antara pemimpin dengan masyarakat. Selain itu, diharapkan tidak ada dusta dan saling maaf memaafkan.
Sementara itu, Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Provinsi DIY Kuskasriati menyampaikan, panitia menyediakan sekira 7.500 dos makanan kecil bagi masyarakat umum. Meski sudah menyediakan ribuan dos makanan kecil tersebut, tetapi tidak semua masyarakat mendapatkan karena habis.
Mereka tidak mempermasalahkan tidak kebagian makanan kecil. Tetapi, bisa bersalaman langsung dengan Sultan HB X merupakan kebahagiaan tersendiri bagi mereka. Banyak warga tidak bisa membayangkan kebahagian itu dengan kata-kata.
"Sangat senang sekali bisa bersilaturahmi dan berjabat tangan langsung dengan Ngarso Dalem (Sultan HB X)," ujar Sumarto (54) warga Gunungkidul, Yogyakarta.
Saat warga Yogya beramai-ramai berkunjung ke Kraton Yogyakarta untuk bersilaturahmi dengan Sultan Hamengkubowono X dan Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas dalam open house, turis mancanegara tak mau kalah. Mereka memanfaatkannya untuk bertemu dengan pemangku tahta Kesultanan Ngayogyakarta itu.
Walau sebagian besar tak mengerti budaya silaturahmi dalam hari raya Idul Fitri, namun para turis mancanegara mengaku senang bisa bertatap muka langsung dengan Sultan HB X.
Berbeda dengan warga yang berpakaian pantas dan sopan, para turis ini berpakaian sangat santai. Tampak beberapa turis dengan mengenakan kaos dan celana pendek. Dengan antusias mereka ikut mengantre bersama ribuan masyarakat yang hendak bersilaturahmi dengan Sultan dan kerabatnya.
Selain Sultan HB X bersama Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas, acara open house ini juga didampingi oleh Wakil Gubernur DIY Paku Alam IX yang mengenakan baju batik war na merah kecoklatan. Acara open house dimulai sejak pukul 08.30 hingga 11.30 WIB.
Ratusan petugas keamanan kraton (Paksi Kraton), petugas kepolisian, serta panitia tampak mengatur ribuan masyarakat yang antusias ingin bersalaman dengan orang nomor satu di Provinsi DIY itu.
KRT Jatingingrat atau yang akrab di sapa Romo Tirun Marwito mengaku open house Sultan HB X kepada masyarakat umum ini baru dilaksanakan dua tahun terakhir ini. Sebelumnya, belum pernah diadakan acara open house dengan masyarakat umum.
"Ini yang kedua kalinya. Tahun-tahun sebelumnya dilakukan hanya untuk kelurga di lingkungan Kraton, acaranya juga tertutup untuk umum," kata Romo Tirun Marwito, Jumat (24/8/2012).
Pria yang tinggal di Patehan, Kraton, Yogyakarta itu mengaku tujuan dari acara ini agar lebih mendekatkan antara pemimpin dengan masyarakat. Selain itu, diharapkan tidak ada dusta dan saling maaf memaafkan.
Sementara itu, Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Provinsi DIY Kuskasriati menyampaikan, panitia menyediakan sekira 7.500 dos makanan kecil bagi masyarakat umum. Meski sudah menyediakan ribuan dos makanan kecil tersebut, tetapi tidak semua masyarakat mendapatkan karena habis.
Mereka tidak mempermasalahkan tidak kebagian makanan kecil. Tetapi, bisa bersalaman langsung dengan Sultan HB X merupakan kebahagiaan tersendiri bagi mereka. Banyak warga tidak bisa membayangkan kebahagian itu dengan kata-kata.
"Sangat senang sekali bisa bersilaturahmi dan berjabat tangan langsung dengan Ngarso Dalem (Sultan HB X)," ujar Sumarto (54) warga Gunungkidul, Yogyakarta.
(hyk)