Pedagang ketupat boyong keluarga berjualan

Pedagang ketupat boyong keluarga berjualan
A
A
A
Sindonews.com - Menjelang lebaran ketupat di Demak, Jawa Tengah, sejumlah pedagang ketupat meraup untung lumayan. Bahkan, ada yang memboyong seluruh keluarganya untuk membuat ketupat. Dalam dua hari bejualan, omzet mereka mencapai Rp5 juta.
Dalam tradisi di daerah Demak, masih dikenal lebaran ketupat yang digelar sejumlah Masjid. dalam lebaran ketupat ini, warga memasak ketupat bersama-sama untuk didoakan di masjid. Lebaran ketupat biasanya berlangsung H+7 lebaran Idul Fitri.
Kesempatan itulah yang ditangkap Warsono pedagang ketupat di Pasar Karangawen, Demak. Bersama sembilan anggota keluaarganya, Warsono nekat menempati salahsatu lapak di pasar tersebut.
Warga Desa Menur Kecamatan Mranggen ini berjualan bersama mertua, istri, dan keluarga pamannya. Tangan terampil keluarga Warsono ini mampu menghasilkan ribuan buah ketupat setiap harinya.
Ketupat yang sudah jadi, diikat berdasarkan ukuran yang dibuat. Masing-masing ukuran memiliki harga yang berbeda. Untuk ukuran besar, setiap ikat berisi 10 buah ketupat dijual Rp7.000. Sedangkan untuk ukuran kecil hanya Rp4.000.
Warsono mengaku, kemarin ia mampu menjual hingga 300 ikat atau sekitar 3.000 biji ketupat. "Hari ini sekitar 500 ikat," katanya, Sabtu 925/8/2012). Tak hanya di Pasar Karangawen, ternyata warsono juga pernah berjualan disejumlah pasar di Semarang dan Kudus.
Tingginya permitaan ketupat berimbas pada bahan baku yang tersedia. warsono mengaku harus mendatangkan janur kuning dari Salatiga. Pasalnya, pohon kelapa yang ada di Demak banyak yang mati karena pernah diserang hama.
Dalam tradisi di daerah Demak, masih dikenal lebaran ketupat yang digelar sejumlah Masjid. dalam lebaran ketupat ini, warga memasak ketupat bersama-sama untuk didoakan di masjid. Lebaran ketupat biasanya berlangsung H+7 lebaran Idul Fitri.
Kesempatan itulah yang ditangkap Warsono pedagang ketupat di Pasar Karangawen, Demak. Bersama sembilan anggota keluaarganya, Warsono nekat menempati salahsatu lapak di pasar tersebut.
Warga Desa Menur Kecamatan Mranggen ini berjualan bersama mertua, istri, dan keluarga pamannya. Tangan terampil keluarga Warsono ini mampu menghasilkan ribuan buah ketupat setiap harinya.
Ketupat yang sudah jadi, diikat berdasarkan ukuran yang dibuat. Masing-masing ukuran memiliki harga yang berbeda. Untuk ukuran besar, setiap ikat berisi 10 buah ketupat dijual Rp7.000. Sedangkan untuk ukuran kecil hanya Rp4.000.
Warsono mengaku, kemarin ia mampu menjual hingga 300 ikat atau sekitar 3.000 biji ketupat. "Hari ini sekitar 500 ikat," katanya, Sabtu 925/8/2012). Tak hanya di Pasar Karangawen, ternyata warsono juga pernah berjualan disejumlah pasar di Semarang dan Kudus.
Tingginya permitaan ketupat berimbas pada bahan baku yang tersedia. warsono mengaku harus mendatangkan janur kuning dari Salatiga. Pasalnya, pohon kelapa yang ada di Demak banyak yang mati karena pernah diserang hama.
(ysw)