Korban tewas capai 820 jiwa
Minggu, 26 Agustus 2012 - 08:52 WIB
Korban tewas capai 820 jiwa
A
A
A
Sindonews.com - Korban tewas dalam mudik Lebaran tahun ini terus meningkat. Data Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri yang diterima SINDO kemarin, korban tewas hingga Jumat 24 Agustus 2012 atau hingga H+5 mencapai 820 jiwa dari 4.701 kasus kecelakaan.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar memaparkan, untuk periode yang sama tahun lalu, korban meninggal naik 113 orang atau 16 persen, sementara korban luka berat tercatat sebanyak 1.336 orang. Angka kecelakaan ini terdata sejak Polri memberlakukan Operasi Ketupat yang dimulai pada H-9 Lebaran.
“Laka lantas hari pertama sampai dengan hari ini di tahun 2012 dibanding tahun 2011 naik 407 kejadian atau 9 persen, meninggal dunia naik 113 korban atau 16 persen, luka berat naik 129 korban atau 11 persen,” jelas Boy di Jakarta, Sabtu 25 Agustus 2012.
Operasi Ketupat akan berlangsung hingga Minggu (26/8/2012). Boy mengungkapkan, arus balik akan mencapai puncaknya hari ini. Pada Jumat 24 Agustus 2012 lalu, terdata 367 kecelakaan lalu lintas yang menelan korban meninggal dunia sebanyak 60 jiwa dan luka berat 114 jiwa.
Boy mengimbau masyarakat agar selalu waspada karena faktor tertinggi kecelakaan disebabkan kelalaian pengemudi. Menurutnya, banyak pengemudi yang tidak mematuhi rambu-rambu lalu lintas, tidak beretika dalam mengendarai kendaraan bermotor, menyerobot jalan orang lain, kelelahan dan mengantuk, serta kurang berhati-hati selama berkendara.
Penyebab lainnya kelaikan kendaraan, kondisi jalan dan pengaruh cuaca. Selain itu, banyak pengendara motor yang mengindahkan aturan berat beban kendaraan. “Banyak yang membawa orang lebih dari dua orang untuk kendaraan sepeda motor,” ujar dia.
Sementara itu, tiga orang tewas sekaligus dan dua orang di antaranya pemudik dalam kecelakaan lalu lintas di tiga tempat berbeda, kemarin. Sebuah bus angkutan umum Harum nopol Z 7772 T jurusan Tasikmalaya–Cirebon terguling di Jalan Raya Ciamis-Kawali Km 06, tepatnya di Dusun Cisepet, Desa Alinayin, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis.
Bus terguling setelah sebelumnya berusaha menghindari tabrakan motor. Sebelum terguling, bus sempat menggilas seorang pemudik bersepeda motor hingga tewas.
Sementara delapan penumpang yang ada di dalam bus mengalami luka-luka. Korban meninggal bernama Soni Setiawan (24), seorang buruh harian lepas warga Lingkungan Rahayu 1 RT 03/02, Desa Sukahurip, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya.
Kecelakaan tersebut bermula saat bus melaju dari arah Kawali (Utara) menuju Ciamis (Selatan). Sesampai di lokasi, dari arah berlawanan terlihat dua sepeda motor melaju kencang saling mendahului. Tiba-tiba motor bergesekan dan salah satu motor terjatuh. Pengendara berikut yang diboncengnya terlempar.
Karena posisi bus dan motor nyaris berhadapan, bus yang dikemudikan Asep, warga Tasikmalaya, tidak bisa dikendalikan. Bus menabrak pengendara motor yang sudah terlempar. Setelah itu, bus oleng menabrak tebing dan akhirnya terguling di tepi kiri jalan.
Belakangan diketahui, motor yang melaju kencang saling mendahului itu salah satu di antaranya motor Supra nopol Z 2738 LD, yang dikemudikan korban meninggal dunia memboncengrekannya, Andri (30).
“Bus terguling bukan karena tabrakan, tapi bermaksud menghindari ada motor yang bertabrakan di depan,” kata kernet bus, Dodo.
Di Cirebon, mobil pemudik kemarin menyeruduk sebuah warung di jalur pantura, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon. Akibatnya, seorang tewas dan tiga lainnya terluka. Korban tewas yakni Yaskur (64), mengalami trauma perut serta patah tulang tangan dan kaki bagian kanan. Pria pemilik warung ini tewas setelah upaya pertolongan yang dilakukan tim medis RSUD Arjawinangun tidak membuahkan hasil.
Sementara korban luka yakni Ahmad Rifai (37), mengalami patah kaki kanan; Karmadi (50), kaki kanan sobek; dan Ahmad Yani (37), mengalami memar. Para korban merupakan pemilik dan pegawai warung kopi tersebut dan tercatat sebagai warga Desa Majasri, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon.
Di Kota Bandung, satu penumpang mobil Grand Livina bernopol D 1690 QR tewas seketika akibat kecelakaan tunggal di Jalan Setiabudhi, Kota Bandung, Sabtu (25/8/2012) dini hari, sekitar pukul 03.30 WIB.
Mobil berisi empat muda-mudi itu menghantam trotoar di depan bangunan nomor 75. Mobil itu dikemudikan Sandi Gunawan (27), serta tiga penumpang, yakni Ahmad Fatony (23), Antik Santika (21), dan Intan Clara.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar memaparkan, untuk periode yang sama tahun lalu, korban meninggal naik 113 orang atau 16 persen, sementara korban luka berat tercatat sebanyak 1.336 orang. Angka kecelakaan ini terdata sejak Polri memberlakukan Operasi Ketupat yang dimulai pada H-9 Lebaran.
“Laka lantas hari pertama sampai dengan hari ini di tahun 2012 dibanding tahun 2011 naik 407 kejadian atau 9 persen, meninggal dunia naik 113 korban atau 16 persen, luka berat naik 129 korban atau 11 persen,” jelas Boy di Jakarta, Sabtu 25 Agustus 2012.
Operasi Ketupat akan berlangsung hingga Minggu (26/8/2012). Boy mengungkapkan, arus balik akan mencapai puncaknya hari ini. Pada Jumat 24 Agustus 2012 lalu, terdata 367 kecelakaan lalu lintas yang menelan korban meninggal dunia sebanyak 60 jiwa dan luka berat 114 jiwa.
Boy mengimbau masyarakat agar selalu waspada karena faktor tertinggi kecelakaan disebabkan kelalaian pengemudi. Menurutnya, banyak pengemudi yang tidak mematuhi rambu-rambu lalu lintas, tidak beretika dalam mengendarai kendaraan bermotor, menyerobot jalan orang lain, kelelahan dan mengantuk, serta kurang berhati-hati selama berkendara.
Penyebab lainnya kelaikan kendaraan, kondisi jalan dan pengaruh cuaca. Selain itu, banyak pengendara motor yang mengindahkan aturan berat beban kendaraan. “Banyak yang membawa orang lebih dari dua orang untuk kendaraan sepeda motor,” ujar dia.
Sementara itu, tiga orang tewas sekaligus dan dua orang di antaranya pemudik dalam kecelakaan lalu lintas di tiga tempat berbeda, kemarin. Sebuah bus angkutan umum Harum nopol Z 7772 T jurusan Tasikmalaya–Cirebon terguling di Jalan Raya Ciamis-Kawali Km 06, tepatnya di Dusun Cisepet, Desa Alinayin, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis.
Bus terguling setelah sebelumnya berusaha menghindari tabrakan motor. Sebelum terguling, bus sempat menggilas seorang pemudik bersepeda motor hingga tewas.
Sementara delapan penumpang yang ada di dalam bus mengalami luka-luka. Korban meninggal bernama Soni Setiawan (24), seorang buruh harian lepas warga Lingkungan Rahayu 1 RT 03/02, Desa Sukahurip, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya.
Kecelakaan tersebut bermula saat bus melaju dari arah Kawali (Utara) menuju Ciamis (Selatan). Sesampai di lokasi, dari arah berlawanan terlihat dua sepeda motor melaju kencang saling mendahului. Tiba-tiba motor bergesekan dan salah satu motor terjatuh. Pengendara berikut yang diboncengnya terlempar.
Karena posisi bus dan motor nyaris berhadapan, bus yang dikemudikan Asep, warga Tasikmalaya, tidak bisa dikendalikan. Bus menabrak pengendara motor yang sudah terlempar. Setelah itu, bus oleng menabrak tebing dan akhirnya terguling di tepi kiri jalan.
Belakangan diketahui, motor yang melaju kencang saling mendahului itu salah satu di antaranya motor Supra nopol Z 2738 LD, yang dikemudikan korban meninggal dunia memboncengrekannya, Andri (30).
“Bus terguling bukan karena tabrakan, tapi bermaksud menghindari ada motor yang bertabrakan di depan,” kata kernet bus, Dodo.
Di Cirebon, mobil pemudik kemarin menyeruduk sebuah warung di jalur pantura, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon. Akibatnya, seorang tewas dan tiga lainnya terluka. Korban tewas yakni Yaskur (64), mengalami trauma perut serta patah tulang tangan dan kaki bagian kanan. Pria pemilik warung ini tewas setelah upaya pertolongan yang dilakukan tim medis RSUD Arjawinangun tidak membuahkan hasil.
Sementara korban luka yakni Ahmad Rifai (37), mengalami patah kaki kanan; Karmadi (50), kaki kanan sobek; dan Ahmad Yani (37), mengalami memar. Para korban merupakan pemilik dan pegawai warung kopi tersebut dan tercatat sebagai warga Desa Majasri, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon.
Di Kota Bandung, satu penumpang mobil Grand Livina bernopol D 1690 QR tewas seketika akibat kecelakaan tunggal di Jalan Setiabudhi, Kota Bandung, Sabtu (25/8/2012) dini hari, sekitar pukul 03.30 WIB.
Mobil berisi empat muda-mudi itu menghantam trotoar di depan bangunan nomor 75. Mobil itu dikemudikan Sandi Gunawan (27), serta tiga penumpang, yakni Ahmad Fatony (23), Antik Santika (21), dan Intan Clara.
(lil)