Benahi penanganan mudik
Senin, 27 Agustus 2012 - 09:11 WIB
Benahi penanganan mudik
A
A
A
Sindonews.com - Komisi Perhubungan DPR menuntut pemerintah meminta maaf terkait banyaknya korban meninggal dunia dalam musim mudik Lebaran tahun ini. Anggota Komisi V DPR Yudi Widiana Adia memaparkan, karena pergerakan manusia saat mudik berulang setiap tahun, seharusnya pemerintah melakukan pembenahan untuk menekan angka kecelakaan dan korban tewas pada musim mudik.
Data Korps Lalu Lintas Polri yang diterima SINDO hingga H+6 atau Sabtu 25 Agustus 2012 lalu, korban tewas mencapai 869 jiwa dari total 5.006 sejak H-9 Lebaran. Sementara luka berat mencapai 1.438, dan luka ringan 4.913 orang.
“Kami akan panggil pihak-pihak terkait, utamanya dalam hal ini Kementerian Perhubungan, Polri, dan Kementerian PU. Namun, yang paling utama yang harus dilakukan adalah meminta maaf kepada publik selanjutnya membuat grand design untuk mudik aman dan nyaman,” ungkap Yudi saat dihubungi di Jakarta, Minggu, 26 Agustus 2012.
Yudi menilai, pemerintah belum mampu menyediakan sarana transportasi yang nyaman dan murah bagi rakyatnya, sehingga banyak masyarakat yang mudik menggunakan sepeda motor. Pemerintah dan Polri juga kurang menyosialisasikan bahaya mudik menggunakan sepeda motor. “Seharusnya bikin masyarakat untuk berpikir berkali-kali untuk mudik menggunakan sepeda motor. Bikin transportasi yang aman dan nyaman,” kata Yudi.
Hampir 80 persen korban yang tewas merupakan pengguna sepeda motor. Setiap tahun korban tewas pada musim mudik terus meningkat. “Saya pahami mereka sudah bekerja keras untuk mengatur, namun pengendaliannya seakan-akan pemerintah tidak berdaya dan membiarkan rakyatnya tewas setiap harinya,” papar dia.
Sementara di Cirebon, dua pengendara sepeda motor tewas setelah sebuah bus menyeruduk bagian belakang kendaraan mereka di jalur pantura Desa Bunder, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon, sekitar pukul 12.15 WIB kemarin. Kedua korban tewas diduga pemudik yakni pengemudi sepeda motor bernama Miftahudinan (25), seorang karyawan swasta, dan pembonceng M Basori (20), yang juga karyawan swasta. Keduanya warga Dukuh Laren RT/RW 02/05 Desa Linggapura, Kecamatan Tonggong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.
Mereka saat kejadian mengendarai sepeda motor Honda Supra Fit nopol G 5399 HJ. Kapolres Cirebon AKBP Hero Henrianto Bachtiar menyatakan masih menyelidiki penyebab kecelakaan itu. “Tapi pengemudi bus saat ini sudah kami amankan untuk diperiksa. Sejumlah penumpang bus juga kami periksa sebagai saksi,” kata dia.
Kasat Lantas Polres Cirebon Kabupaten AKP Indra Setiawan menambahkan, dia belum dapat menduga penyebab kecelakaan tersebut.
Data Korps Lalu Lintas Polri yang diterima SINDO hingga H+6 atau Sabtu 25 Agustus 2012 lalu, korban tewas mencapai 869 jiwa dari total 5.006 sejak H-9 Lebaran. Sementara luka berat mencapai 1.438, dan luka ringan 4.913 orang.
“Kami akan panggil pihak-pihak terkait, utamanya dalam hal ini Kementerian Perhubungan, Polri, dan Kementerian PU. Namun, yang paling utama yang harus dilakukan adalah meminta maaf kepada publik selanjutnya membuat grand design untuk mudik aman dan nyaman,” ungkap Yudi saat dihubungi di Jakarta, Minggu, 26 Agustus 2012.
Yudi menilai, pemerintah belum mampu menyediakan sarana transportasi yang nyaman dan murah bagi rakyatnya, sehingga banyak masyarakat yang mudik menggunakan sepeda motor. Pemerintah dan Polri juga kurang menyosialisasikan bahaya mudik menggunakan sepeda motor. “Seharusnya bikin masyarakat untuk berpikir berkali-kali untuk mudik menggunakan sepeda motor. Bikin transportasi yang aman dan nyaman,” kata Yudi.
Hampir 80 persen korban yang tewas merupakan pengguna sepeda motor. Setiap tahun korban tewas pada musim mudik terus meningkat. “Saya pahami mereka sudah bekerja keras untuk mengatur, namun pengendaliannya seakan-akan pemerintah tidak berdaya dan membiarkan rakyatnya tewas setiap harinya,” papar dia.
Sementara di Cirebon, dua pengendara sepeda motor tewas setelah sebuah bus menyeruduk bagian belakang kendaraan mereka di jalur pantura Desa Bunder, Kecamatan Susukan, Kabupaten Cirebon, sekitar pukul 12.15 WIB kemarin. Kedua korban tewas diduga pemudik yakni pengemudi sepeda motor bernama Miftahudinan (25), seorang karyawan swasta, dan pembonceng M Basori (20), yang juga karyawan swasta. Keduanya warga Dukuh Laren RT/RW 02/05 Desa Linggapura, Kecamatan Tonggong, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.
Mereka saat kejadian mengendarai sepeda motor Honda Supra Fit nopol G 5399 HJ. Kapolres Cirebon AKBP Hero Henrianto Bachtiar menyatakan masih menyelidiki penyebab kecelakaan itu. “Tapi pengemudi bus saat ini sudah kami amankan untuk diperiksa. Sejumlah penumpang bus juga kami periksa sebagai saksi,” kata dia.
Kasat Lantas Polres Cirebon Kabupaten AKP Indra Setiawan menambahkan, dia belum dapat menduga penyebab kecelakaan tersebut.
(lil)