Ratusan yatim piatu dan lansia ikuti buka bersama

loading...
Ratusan yatim piatu dan lansia ikuti buka bersama
Ratusan yatim piatu dan lansia ikuti buka bersama
Sindonews.com - Ratusan yatim piatu dan lansia memenuhi serangkaian kegiatan buka bersama masyarakat dan pemberian bantuan kepada masyarakat Desa Warungkiara.

Kegiatan yang dilaksanakan di Mesjid Besar Miftahul Huda di jalan Pelabuhanratu Km 30 Kecamatan Warungkiara-Sukabumi ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi antara masyarakat, anak yatim, dan lansia di desa Warungkiara.

"Ini pertama kalinya diadakan buka bersama masyarakat desa pada bulan Ramadan," tandas Seketaris Daerah Sukabumi Ajul Sarjono, di Sukabumi, Minggu (14/7/2013).

Kegiatan buka bersama dihadiri kurang lebih 200 yatim piatu dan lansia sekitar desa dan desa tetangga. Kegiatan diawali oleh pembacaan tausiah Alquran.

Ajul mengatakan, masyarakat sangat antusias dan simpati untuk bersama-sama berbuka puasa. Selain itu, masyarakat juga mengeluhkan sarana transportasi jalan utama yang rusak dan sudah berpindah fungsi.

"Jalan yang menjadi sarana utama masyarakat untuk kekota dan beraktifitas rusak parah,"ujar dia.

Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia Kecamatan Warungkela H. Saipulloh mengatakan, buka bersama dan berinterkasi langsung oleh masyarakat perlu dilakukan. Karena, menurutnya, selain menjalin silahturahmi tentunya masyarakat dapat menyampaikan kendala yang dirasakan.

Saipulloh mengatakan, penduduk masyarakat yang mayoritas sebagai petani mempunyai sumber daya alam yang dapat dikelola dan dinikmati sendiri.

Dia mengharapkan, ada pendidikan dan pengalaman pribadi bagi masyarakat desa agar mendapatkan pendidikan untuk bersilahturahmi.

Selain itu, masyarakat dapat memaknai puasa yang sesungguhnya dan mengamalkan ajaran Alquran.

"Puasa yang baik dan benar serta dapat menggugah perasaan antara warga untuk sesama memperhatikan masyarakat sekitar," ujarnya.

Saipulloh mengatakan, ada sekitar 100 anak yatim dan 200 lansia yang akan diberikan santunan oleh pemerintah. Selain bahan pokok, pemberian alat tulis dan Al-qur'an untuk anak yatim juga diberikan.

Menurut dia, momentum Ramadan selain bersilahturahmi juga bulan untuk memperbaiki ahklak diri sendiri khususnya.

Menghidupi kembali suasana mesjid dengan mengaji Alquran dan berdiskusi untuk membangun kembali akidah sesuai yang diajarkan.

"Jika kuat aqidahnya, maka ahklak masyarakat akan baik. Ramadan adalah saatnya untuk memperbaiki," katanya.

Saifullah, 18, anak yatim yang bersekolah di Madrasah Tsanawiyah disekitar desa. Keseharianya menarik ojek guna menghidupi dua adiknya yang masih kecil.

"Saya ajak kedua adik saya untuk berbuka disini bersama," katanya sambil tersenyum.

Dirinya mengaku, baru pertama kali diundang dan diberikan santunan berupa uang dan peralatan sekolah yang nantinya akan digunakan untuk dirinya dan adiknya yang baru akan bersekolah.
(nfl)
preload video