Jelang musim mudik, Dishub Solo sisir rawan macet
Kamis, 25 Juli 2013 - 16:18 WIB
Jelang musim mudik, Dishub Solo sisir rawan macet
A
A
A
Sindonews.com - Lima hari jelang arus mudik berlangsung, petugas Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Solo kembali melakukan sidak di ruas jalan yang bakal dipakai untuk arus mudik. Sidak tersebut dilakukan untuk mengetahui kesiapan jalan ketika mudik berlangsung.
Pantauan KORAN SINDO, Kamis (25/7/2013) siang, mendapati para petugas melakukan penyisiran di jalur Ki Mangun Sarkoro Solo. Penelusuran di jalur itu dilakukan karena jalur tersebut termasuk yang rawan macet dibandingkan jalan-jalan lainnya.
Pasalnya di tempat tersebut terjadi penyempitan jalan akibat adanya pembangunan Jembatan Komplang yang tak kunjung selesai. Sehingga perlu adanya manajemen rekayasa lalu lintas untuk menangani penyempitan di jalur tersebut.
Selain di jalur tersebut, para petugas juga bakal merekayasa ulang jalur di Kawasan Simpang Tujuh Joglo. Pasalnya di simpang tujuh tersebut kemacetan diperkirakan akan sangat luar biasa.
Kepala Dishubkominfo Solo Yosca Herman Soedrajad mengatakan, rekayasa di dua titik tersebut bakal dilakukan jika saat arus mudik berlangsung jalur itu benar-benar macet. Menurutnya, saat ini pihaknya akan melakukan kajian di titik tersebut, hingga arus mudik tiba.
Sehingga nantinya saat kemacetan benar-benar terjadi, maka rekayasa itu bakal dilakukan. "Kita lihat-lihat terlebih dahulu, kita terus kaji titik-titik yang rawan macet. Kajian ini kita lakukan untuk menyiapkan antisipasi jika arus nanti tersendat," ucapnya kepada KORAN
SINDO hari ini.
Ia mengatakan, penerapan rekayasa itu tidak bisa dilakukan sejak awal, pasalnya rekayasa hanya bisa diterapkan saat kemacetan terjadi.
"Kendaraan yang melintas sekitar ribuan setiap jam. Saat mudik pasti ada penambahan, kita sudah pikirkan hal itu, tinggal penerapannya saja," pungkasnya.
Sementara itu keterangan yang didapatkan dari warga sekitar Jembatan Komplang, menyebutkan kemacetan hampir setiap hari terjadi di kawasan itu. Bahkan kemacetan itu bisa mengular hingga satu kilometer saat jam sekolah dan pulang sekolah.
"Biasa di sini selalu macet semenjak jembatan diperbaiki," ucap, seorang warga, Ahmadi.
Pantauan KORAN SINDO, Kamis (25/7/2013) siang, mendapati para petugas melakukan penyisiran di jalur Ki Mangun Sarkoro Solo. Penelusuran di jalur itu dilakukan karena jalur tersebut termasuk yang rawan macet dibandingkan jalan-jalan lainnya.
Pasalnya di tempat tersebut terjadi penyempitan jalan akibat adanya pembangunan Jembatan Komplang yang tak kunjung selesai. Sehingga perlu adanya manajemen rekayasa lalu lintas untuk menangani penyempitan di jalur tersebut.
Selain di jalur tersebut, para petugas juga bakal merekayasa ulang jalur di Kawasan Simpang Tujuh Joglo. Pasalnya di simpang tujuh tersebut kemacetan diperkirakan akan sangat luar biasa.
Kepala Dishubkominfo Solo Yosca Herman Soedrajad mengatakan, rekayasa di dua titik tersebut bakal dilakukan jika saat arus mudik berlangsung jalur itu benar-benar macet. Menurutnya, saat ini pihaknya akan melakukan kajian di titik tersebut, hingga arus mudik tiba.
Sehingga nantinya saat kemacetan benar-benar terjadi, maka rekayasa itu bakal dilakukan. "Kita lihat-lihat terlebih dahulu, kita terus kaji titik-titik yang rawan macet. Kajian ini kita lakukan untuk menyiapkan antisipasi jika arus nanti tersendat," ucapnya kepada KORAN
SINDO hari ini.
Ia mengatakan, penerapan rekayasa itu tidak bisa dilakukan sejak awal, pasalnya rekayasa hanya bisa diterapkan saat kemacetan terjadi.
"Kendaraan yang melintas sekitar ribuan setiap jam. Saat mudik pasti ada penambahan, kita sudah pikirkan hal itu, tinggal penerapannya saja," pungkasnya.
Sementara itu keterangan yang didapatkan dari warga sekitar Jembatan Komplang, menyebutkan kemacetan hampir setiap hari terjadi di kawasan itu. Bahkan kemacetan itu bisa mengular hingga satu kilometer saat jam sekolah dan pulang sekolah.
"Biasa di sini selalu macet semenjak jembatan diperbaiki," ucap, seorang warga, Ahmadi.
(mhd)